Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2000/12/07

Kamis, 7 Desember 2000

Bacaan   : Mazmur 53
Setahun : Daniel 5-7, 2Yohanes
Nas       : Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan (Amsal 1:7)

HARGA DARI PEMBERONTAKAN

Tahun 1960-an dikenal sebagai tahun pemberontakan anak muda. Namun sebenarnya sejak kejatuhan Adam di Taman Eden, banyak orang dari segala tempat dan usia memberontak melawan kekuasaan -- orangtua, pemerintahan, bahkan juga terhadap Tuhan.

Orang bodoh, yang dimaksud dalam Mazmur 53:2, adalah orang yang menyangkal kekuasaan Allah atas hidupnya. Orang pada masa kini juga melakukan hal yang sama dalam hati dan perbuatan mereka.

Yang jelas, pemberontakan hanya membawa kerugian. Pemberontakan terjadi karena kekosongan hati, dan sering kali membawa orang pada kecanduan alkohol, obat-obat terlarang, praktek-praktek keagamaan yang menyimpang, pelanggaran susila, kehancuran rumah tangga, berbagai penyakit yang tak tersembuhkan, dan keputusasaan. Yang menyedihkan, banyak orang harus membayar mahal karena lebih mementingkan "jalanku" daripada "jalan Allah."

Pemazmur menggambarkan bagaimana Allah melihat pemberontakan orang-orang fasik, serta permusuhan mereka terhadap umat-Nya, dan bagaimana Allah memporak-porandakan mereka (Mazmur 53:6). Bagaimanapun juga, orang-orang yang "menghina hikmat dan didikan" (Amsal 1:7) akan membayar harga yang mahal.

Hidup dengan anggapan seolah-olah Allah tidak ada adalah tindakan bodoh, karena hal itu akan membawa kita pada kepedihan, keputusasaan, dan kematian kekal. Sebaliknya, hidup dalam "takut akan Tuhan" adalah bijaksana, karena hal ini akan membawa kita pada kepuasan, kebahagiaan, dan kehidupan kekal. Ya, Anda harus membuat keputusan. Tentukanlah pilihan dengan bijak! -- HVL

ORANG YANG BENAR-BENAR BIJAKSANA
ADALAH ORANG YANG TUNDUK PADA HIKMAT ALLAH

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org