Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2000/12/05

Selasa, 5 Desember 2000

Bacaan   : Kolose 1:19-29
Setahun : Daniel 1-2, 1Yohanes 4
Nas       : Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat (Kolose 1:24)

PELAYANAN DALAM PENDERITAAN

Dalam zaman yang mementingkan kesenangan ini, banyak orang berpikir bahwa orang beriman semestinya tidak mengalami penderitaan. Namun menurut penulis George MacDonald, "Anak Allah telah menderita hingga mati. Bukan berarti manusia tidak mungkin menderita, tetapi mereka bisa mengalami penderitaan seperti yang dialami-Nya."

Dalam Kolose 1:24, Rasul Paulus berkata bahwa penderitaan-penderitaannya menggenapkan "apa yang kurang pada penderitaan Kristus." Ini bukan berarti bahwa kematian Kristus tidak cukup untuk menyelamatkan kita. Ia menyatakan bahwa menderita bagi Tuhan adalah bagian dari mengikut Dia. Selama kita hidup untuk Kristus dan menyatakan pengurbanan-Nya pada dunia yang terhilang, kita akan mengalami penderitaan.

Betapa menakjubkan teladan Rasul Paulus bagi kita! Ia tidak mengasihani diri sendiri, tapi justru bersukacita dalam penderitaannya bagi Kristus dan pengikut-pengikut-Nya. Ia tahu bahwa kesakitan dan penderitaannya tidaklah terlalu besar jika dibandingkan dengan hak istimewa yang ia terima untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Seorang penulis nyanyian pujian, Frances Ridley Havergal, berbicara mengenai penyakit yang dialaminya demikian, "Setiap orang mengasihani saya kecuali diri saya sendiri." Lalu ia menambahkan, "Karena saya melihatnya dalam terang Kalvari." Ya, bahkan mereka yang menderita kelemahan fisik dapat memuliakan Allah dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Wajarlah bila kita menerima penderitaan selama melayani Tuhan -- itulah panggilan hidup dan pelayanan kita -- JEY

PANGGILAN UNTUK MELAYANI KRISTUS
MENCAKUP PANGGILAN UNTUK MENDERITA BAGI KRISTUS

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org