Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2000/11/30

Kamis, 30 November 2000

Bacaan   : Yohanes 21:15-25
Setahun : Yehezkiel 37-39, 2Petrus 2
Nas       : Ketika Petrus melihat murid itu [Yohanes], ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" (Yohanes 21:21)

BUKAN URUSANMU

Dalam bukunya The Unchained Soul (Pelepasan Dalam Jiwa), Calvin Miller melukiskan pergumulannya melawan iri hati dan kesombongan. Saat menjadi calon pendeta, ia dan seorang anggota gereja pada waktu yang hampir bersamaan mendaftarkan rumah mereka untuk dijual. Untuk menjual rumah, Miller membutuhkan waktu satu tahun, sedangkan rumah si anggota gereja itu terjual hanya dalam waktu 3 hari. Ketika orang bertanya kepada pria itu mengapa rumahnya dapat terjual dalam waktu singkat, ia selalu menjawab, "Saya hanya menyerahkan rumah itu ke dalam tangan Allah, dan Dia menjualkannya dalam waktu tiga hari."

Miller mengakui bahwa saat pria itu berkata demikian, ia berkata kepada Allah, "Ya, Allah, apa yang telah membuat-Mu menentangku?" Ia bertekad melakukan pembelaan diri terhadap kesombongan orang yang berhasil menjual rumahnya itu. Ia seolah ingin mengingatkan Allah betapa kehidupan rohaninya lebih hebat dibandingkan dengan kedangkalan kehidupan rohani orang tersebut. Lagi pula sudah tak terhitung banyaknya ia mengadakan kelas Pendalaman Alkitab di rumahnya dan membimbing banyak orang kepada Tuhan, sementara orang tersebut tidak mengerjakan apa pun.

Kita bisa menjadi egois saat Allah memberkati orang lain, sementara itu seolah tak mau tahu kepentingan kita. Saat itu, kemarahan dan iri hati biasanya muncul. Ketika Rasul Petrus ingin tahu masa depan Yohanes, Yesus mengatakan bahwa hal itu bukanlah urusan Petrus. Dia berkata kepadanya, "Ikutlah Aku" (Yohanes 21:21,22). Mungkin kita bisa belajar dari pengalaman Petrus dan tetap mengarahkan pandangan mata kepada Kristus -DCE

ANDA AKAN SULIT MENGIKUT KRISTUS
BILA MATA ANDA TERTUJU PADA HAL-HAL DI SEKELILING ANDA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org