Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2000/08/14

Senin, 14 Agustus 2000

Bacaan   : Pengkhotbah 3:1-11
Setahun : Mazmur 89-90, Roma 14
Nas       : Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Mazmur 90:12)

TIK, TIK, TIK .

Apakah Anda mempunyai jam dinding atau jam tangan yang ada jarum detiknya? Perhatikan dan ikuti jarum itu berdetik selama satu menit. Dengan detik-detik itu kita menghitung waktu. Waktu adalah bagian terpenting dalam hidup kita. Setelah jangka waktu 75 tahun, semua jam di dunia ini telah berdetik sebanyak hampir 2,5 miliar kali.

Bernard Berenson, seorang kritikus seni bertaraf internasional, mempunyai semangat hidup yang tinggi. Bahkan dalam keadaan sakit ia tetap menghargai waktu yang ada. Sesaat sebelum meninggal dunia pada usia 94 tahun, ia berkata kepada seorang temannya, "Saya ingin berdiri di ujung jalan dengan topi di tangan, dan meminta setiap pejalan kaki yang lewat agar menjatuhkan setiap menit yang tidak mereka gunakan ke dalamnya." Melihat sikapnya itu, hendaknya kita sadar betapa pentingnya kita belajar menghargai waktu!

Tentu saja kita tak ingin menjadi orang yang terlalu `diburu waktu' sehingga menjadi gila kerja, tidak mengacuhkan keluarga, tak pernah bersantai bersama teman-teman, atau terlalu sibuk untuk sekadar mencium wanginya bunga mawar atau mengagumi indahnya matahari terbenam. Yang jelas, Paulus mengingatkan kita agar selalu menggunakan waktu yang ada (Efesus 5:15-16). Musa juga pernah berdoa, "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana" (Mazmur 90:12).

Marilah kita memohon pertolongan Tuhan agar dapat menghargai waktu. Semoga kita dapat menggunakan setiap detik, menit, jam, dan hari dalam hidup kita dengan bijaksana sambil menyadari bahwa di balik waktu yang kita miliki terdapat kekekalan -- VCG

CARA MENGGUNAKAN WAKTU SECARA BIJAKSANA ADALAH
DENGAN MENGINVESTASIKANNYA BAGI KEKEKALAN

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org