Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2000/06/25

Minggu, 25 Juni 2000

Bacaan   : Amsal 16:5-19
Setahun : Ayub 3-4, Kisah Para Rasul 7:44-60
Nas       : Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Amsal 16:18)

SAYALAH YANG TERBAIK!

Suatu kali seorang pengacara menggugat sebuah perusahaan besar, dan menuntut pejabat-pejabat di perusahaan tersebut karena telah memutuskan kontrak kerja dengannya. Dalam ruang sidang, pengacara itu menuntut sejumlah besar uang sebagai ganti rugi. Jumlah uang yang dimintanya sangatlah banyak dan tidak lazim, sehingga sang hakim bertanya kepada si pengacara mengapa ia menuntut uang sedemikian banyak. Pengacara tersebut menjawab, "Saya melakukan ini untuk satu alasan." Lalu sambil menegakkan kepala ia berkata, "Tahukah Anda, saya adalah pengacara terbaik di dunia."

Setelah sidang berakhir, seorang temannya bertanya, "Mengapa kau tadi menyombongkan dirimu?"

Dengan cepat, si pengacara menjawab, "Tak ada hal lain yang dapat kulakukan. Apalagi aku berbicara di bawah sumpah; jadi aku harus mengatakan yang sebenarnya!"

Pendapat pengacara tersebut tentang dirinya mengingatkan saya pada perkataan Rasul Paulus dalam Roma 12:3. Ia menasihati orang-orang Kristen demikian: "Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing." Orang yang sangat bangga dengan dirinya sendiri sehingga merasa lebih baik dari orang lain sesungguhnya sedang menuju kejatuhan (Amsal 16:18).

Sebagai pengikut Kristus, mari kita pusatkan perhatian pada kebesaran-Nya dan bukan pada kebesaran diri kita -- RWD

JIKA ANDA SELALU MENYANYIKAN PUJIAN BAGI DIRI SENDIRI
MAKA ANDA HANYA AKAN MENGELUARKAN SUARA-SUARA SUMBANG

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org