Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1999/12/28

Selasa, 28 Desember 1999

Bacaan   : Lukas 12:16-21
Setahun : Wahyu 10-12
Nas       : Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu (2Korintus 6:2)

MATAHARI DI SURGA

"Kapal ini tak mungkin tenggelam!" Inilah yang paling dibanggakan para perancang kapal Titanic, penjelajah lautan yang mengagumkan. Namun, kapal ini tenggelam pada pelayaran perdananya tanggal 14 April 1912. Sebagian besar dari 2.100 penumpangnya tewas dalam kecelakaan ini.

Dalam sebuah artikel di majalah Denmark Evangelisten, Ingvald Andersen bercerita tentang John Harper, seorang penumpang Titanic yang merupakan saksi Kristus yang beriman teguh. Menurut keterangan salah seorang yang selamat, sore hari pada hari naas itu, John telah membimbing seorang Inggris untuk beriman kepada sang Juruselamat.

Setelah itu, John bersama putri dan keponakannya berjalan-jalan di atas dek. Ketika mereka sedang mengagumi matahari terbenam, Harper berkata, "Besok pasti akan menjadi pagi yang indah."

Bagi Harper dan orang-orang Kristen lain yang meninggal pada malam tersebut, keesokan harinya benar-benar merupakan pagi yang indah, karena saat itu merupakan hari pertama mereka menikmati matahari terbit di surga. Pada kesimpulannya, Andersen mendorong para pembaca untuk memiliki hubungan yang benar-benar erat dengan Yesus.

Sekalipun tampak begitu aman dan tenang, namun hidup Anda bisa saja berakhir seperti kecelakaan kapal tersebut. Anda perlu melakukan apa yang dilakukan oleh orang Inggris di atas, yakni menerima Kristus sebagai Juruselamat sekarang juga bila Anda belum menerima-Nya. Maka, kapan pun dan bagaimana pun Anda meninggal, Anda akan dapat menikmati matahari di surga -- VCG


When life is over and daylight is past,
In heaven's harbor my anchor is cast,
When I see Jesus my Savior at last,
Oh, that will be sunrise for me! -- Poole

PENUNDAAN YANG TERLALU LAMA UNTUK MEMBERI DIRI DISELAMATKAN
AKAN MENJADI TRAGEDI BILA SUDAH TERLAMBAT

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org