Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1997/11/03

Senin, 3 November 1997

Bacaan   : Yohanes 6:47-51
Setahun : Yohanes 4-6
Nas       : Akulah roti hidup (Yohanes 6:48)

ARUM MANIS

Bertahun-tahun yang lalu, istri saya dan saya membawa anak-anak ke tempat hiburan di Texas. Menjelang sore, Vicki dan Torrey kelelahan dan merasa lapar.

Ketika kami meninggalkan tempat itu, kami melalui sebuah tempat penjualan arum manis dan Vicki merengek meminta dibelikan. Saya berkata bahwa sebentar lagi kami akan makan, tetapi ia tidak mau mendengar. Karena itu, saya memutuskan untuk mengeluarkan Rp. 3.000,00 untuk memberinya pelajaran.

Vicki pun mendapatkan arum manis yang sangat ia inginkan. Tetapi ketika mulai menggigitnya, sadarlah ia bahwa tak ada apapun di dalamnya. Akhirnya, ia pun mengembalikan arum manis itu dan berkata kepada saya, "Yah, ini bukan makanan yang sebenarnya!" Ia tahu bahwa ia lapar, dan ia belajar bahwa arum manis tidak menjanjikan apa-apa yang dapat memenuhi rasa laparnya.

Jauh di dalam diri kita pun ada rasa lapar. Sigmund Freud percaya bahwa manusia haus akan cinta. Karl Jung mempertahankan keyakinan bahwa kita sangat mendambakan rasa aman. Alfred Alder berpegang teguh pada prinsip yang mengatakan bahwa yang kita kejar adalah perasaan berarti. Tetapi Yesus berkata, "Akulah roti hidup" (Yohanes 6:48). Yesus mengatakan bila kita ingin rasa lapar kita yang terdalam terpuaskan, kita harus datang kepada-Nya untuk memperolehnya. Dia mengerti bahwa rasa lapar dan haus kita hanyalah untuk Dia.

Jangan bertahan dengan arum manis rohani sementara Kristus dapat mengisi kekosongan hidup Anda [HWR]


Now none but Christ can satisfy,
No other name for me!
There's love and life and lasting joy,
Lord Jesus, found in Thee! -- Anon.

HANYA ROTI HIDUP YANG DAPAT MEMUASKAN
KELAPARAN ROHANI KITA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org