Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1997/09/02

Selasa, 2 September 1997

Bacaan   : Kisah 9:1-16
Setahun : Yeremia 50-52
Nas       : O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya (Roma 11:23)

DI BELAKANG LAYAR

Ketika sedang belajar menggunakan komputer baru, saya merasa terganggu oleh suara-suara halus yang menandakan bahwa komputer tersebut sedang bekerja, meskipun tak terjadi sesuatu pada layar monitor. Pihak pabrik yang dihubungi melalui telepon mengatakan, "Tidak apa-apa. Komputer itu mungkin sedang menjalankan program yang tak dapat Anda lihat dan bekerja di belakang layar."

Pada saat memikirkan ungkapan "bekerja di belakang layar," saya mulai menyadari betapa bergantungnya saya pada apa yang dapat saya lihat secara kasat mata dalam hubungan pribadi dengan Allah. Jika saya tidak dapat melihat sesuatu, saya beranggapan bahwa tidak terjadi apa-apa. Namun cara kerja Allah tidaklah demikian.

Saya melihat contoh yang sangat jelas tentang pekerjaan Allah "di belakang layar" dalam pertobatan Saulus. Pada saat orang-orang Kristen sedang menderita di bawah penganiayaan yang kejam (Kisah 8:1-3), Allah sedang bersiap-siap untuk mengubah ia menjadi seorang utusan Kristus yang berapi-api (Kisah Para Rasul 9:15).

Apakah saat ini Anda berada dalam situasi tidak dapat melihat Allah bekerja? Mungkin keadaan di sekitar Anda sepertinya sangat sulit diubah. Mungkin seseorang yang Anda kasihi menolak keras untuk membuka hati bagi Allah. Meskipun tampak tak terjadi sesuatu, Allah sedang bekerja -- di belakang layar, di balik semua itu, untuk memenuhi tujuan-Nya [DCM]


Behind my life the Weaver stands
And works His wondrous will;
I leave it in His all-wise hands
And trust His perfect skill. -- Anon.

DALAM DRAMA KEHIDUPAN
ALLAH ADALAH SUTRADARA DI BELAKANG LAYAR

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org