Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/196

e-Penulis edisi 196 (7-12-2017)

Kreatif Menulis tentang Natal (II)

e-Penulis -- Edisi 196, 7 Desember 2017
 
Kreatif Menulis tentang Natal (II)
e-Penulis -- Edisi 196, 7 Desember 2017
 
e-Penulis

DARI REDAKSI Sensasi Surat Ucapan Natal

Ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah umum, tradisi mengirim kartu Natal/surat Natal masih cukup banyak dilakukan. Menyenangkan sekali ketika mendapat surat Natal, sebab dalam surat itu saya dapat merasakan adanya harapan-harapan, doa, kesaksian tentang kasih Allah, dan tentunya ucapan selamat Natal yang sesekali disertai gambar-gambar lucu buah karya lukisan tangan. Meski itu pengalaman dahulu, tidak ada salahnya jika kita kembali menilik sensasi sebuah surat ucapan Natal.

Pada edisi ini, kita akan belajar bagaimana menulis surat Natal yang autentik. Pada era ini, sepertinya surat Natal terkesan kuno atau ketinggalan, tetapi keautentikan isi surat Natal bisa menjadi ucapan Natal yang tidak terlupakan bagi pembacanya. Mengapa bisa demikian? Mari membaca edisi ini selengkapnya.

Tidak lupa, segenap redaksi e-Penulis mengucapkan Selamat Natal kepada Sahabat e-Penulis. Kiranya kasih Allah senantiasa menyertai kita semua. Terima kasih pula atas kebersamaan kita dalam setiap sajian e-Penulis selama setahun ini. Kiranya sajian kami dapat menjadi berkat bagi Sahabat. Sampai jumpa pada 2018 ya. Tuhan Yesus memberkati.

Santi T.

Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Santi T.

 

RENUNGAN Menyebarkan Sukacita

Ketika Janet pergi ke luar negeri untuk mengajar Bahasa Inggris di suatu sekolah, ia merasakan suasana di sana begitu suram dan tertekan. Orang-orang memang bekerja, tetapi tidak terlihat bahagia. Mereka tidak saling menolong atau mendorong satu sama lain. Namun, karena bersyukur atas semua yang telah Allah perbuat baginya, Janet mengungkapkan rasa syukur itu dalam segala hal yang dilakukannya. Ia tersenyum dan bersikap ramah. Ia berusaha menolong siapa saja semampunya. Ia menyenandungkan lagu-lagu dan pujian-pujian rohani.

Gambar: Sukacita

Sedikit demi sedikit, setelah Janet membagikan sukacitanya, suasana di sekolah itu berubah. Satu demi satu, orang-orang mulai tersenyum dan mau saling menolong. Pada suatu waktu, seorang guru tamu bertanya kepada kepala sekolah tentang suasana sekolah yang terasa sangat berbeda. Sang kepala sekolah yang bukan Kristen itu menjawab, "Yesus mendatangkan sukacita!" Hidup Janet begitu dipenuhi sukacita dari Tuhan sehingga itu meluap dan dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Injil Lukas menceritakan bahwa Allah mengutus malaikat untuk memberitakan peristiwa kelahiran yang luar biasa kepada para gembala sederhana. Sang malaikat menyampaikan kabar mengejutkan bahwa bayi yang baru dilahirkan akan mendatangkan "kesukaan besar untuk seluruh bangsa" (Lukas 2:10). Dan, memang itulah yang terjadi.

Sejak saat itu, kabar tersebut telah tersebar dari abad ke abad hingga sampai kepada kita, dan sekarang kitalah pembawa berita sukacita Kristus kepada dunia. Melalui Roh Kudus yang berdiam dalam diri kita, marilah terus menyebarkan sukacita dari Yesus Kristus dengan mengikuti teladan-Nya dan melayani sesama.

Bacaan hari ini: Yohanes 16:16-24
Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 1-3 dan Wahyu 11

Diambil dari:
Judul buku : Santapan Rohani
Judul renungan : Menyebarkan Sukacita (20 Desember)
Penulis renungan : Julie Ackerman Link
 

ARTIKEL Bagaimana Menulis Surat Natal yang Lebih Autentik

Seberapa sering Anda membuka surat Anda selama masa Natal sampai menemukan sebuah kartu Natal dengan foto orang-orang yang Anda kenal, yang disertai dengan surat tahunan yang memuat hal seperti ini:

"Selamat hari Natal semuanya! Setahun terakhir ini merupakan masa penuh berkat yang luar biasa bagi keluarga kami. John memenangkan sebuah penghargaan di perusahaannya untuk pekerjaan hebat yang dia lakukan di sana, yang membuatnya mendapatkan promosi serta dibarengi dengan kenaikan gaji. Susan terus bekerja keras untuk memimpin studi Alkitab di gereja (di situ, dia menjadi teladan bagi banyak wanita yang ingin bertumbuh dalam kekudusan) dan menjadi relawan di rumah sakit setempat (kami bersyukur tidak ada yang sakit pada tahun ini). Namun, terlepas dari semua itu, dia masih bisa meluangkan waktu untuk membantu Susie dan Johnnie dengan aktivitas mereka yang banyak. Kedua anak itu selalu mendapatkan nilai tertinggi di sekolah, Susie memenangkan kompetisi piano regional kami, Johnnie memimpin tim sepak bolanya hingga memenangkan pertandingan kejuaraan, dan mereka berdua masih bersenang-senang mengajar banyak trik untuk Golden Retriever (salah satu jenis anjing - Red.) kami ...."

Gambar: Kartu Natal

Semua orang senang mendengar (kabar) dari teman dan anggota keluarga besar yang cukup peduli untuk mengirim ucapan Natal. Namun, jenis surat Natal yang banyak orang kirim terlampau dipermanis sehingga bisa juga menjadi cookie (serangkaian teks yang disimpan dalam komputer oleh situs web yang dikunjungi - Red.) bukanlah cara terbaik untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang berharap mendapat inspirasi saat Natal. Terlalu banyak surat Natal yang terbaca seperti rangkuman-rangkuman prestasi yang dirancang untuk membuat orang lain terkesan, dengan deskripsi yang memukau yang membuat keluarga tampak sempurna. Keluarga-keluarga mengirimkan surat-surat semacam itu setiap tahun sebagai usaha dengan niat yang baik guna mendorong orang-orang agar mendapatkan semangat Natal. Namun, penerima surat-surat itu seringnya malah berkecil hati karena merasa seolah-olah kehidupan mereka yang tidak sempurna tidak akan pernah bisa sama dengan deskripsi tidak realistis yang mereka baca.

Jika Anda berani untuk secara autentik menggambarkan momen-momen, baik momen yang baik maupun buruk pada tahun lalu -- dan bagaimana Anda memercayai Allah terlepas dari tantangan -- surat-surat Natal Anda memiliki potensi besar untuk mendorong pembaca mencari Allah dan bergantung kepada Dia dalam kehidupan mereka sendiri. Inilah cara bagaimana Anda dapat menulis surat Natal yang lebih autentik tahun ini:

Berfokuslah pada pembaca Anda, bukan pada diri Anda dan keluarga Anda. Sewaktu Anda mempersiapkan diri untuk menulis surat Natal Anda, bayangkan beragam orang yang akan menerimanya. Pikirkan apa yang akan mereka sukai saat mereka membuka surat itu. Apa yang paling menarik perhatian mereka, dan mengapa? Apa yang akan menginspirasi mereka, mendorong mereka, membantu mereka, atau membuat mereka tertawa? Apa yang akan memperkaya hubungan mereka dengan Anda dan keluarga Anda? Mengalihkan fokus Anda ke luar akan membantu Anda menghindari kecenderungan membual yang berasal dari hanya berfokus pada kehidupan Anda sendiri. Ingatlah bahwa inti dari surat Natal Anda bukan untuk meyakinkan orang bagaimana Allah telah memberkati Anda, melainkan untuk memotivasi mereka untuk mencari Allah, yang juga ingin memberkati mereka.

Sebutkan hal yang buruk dan juga yang baik. Yesus mengatakan bahwa setiap orang akan mengalami masalah di dunia yang telah jatuh ini, jadi tidaklah perlu merasa malu dengan keadaan buruk yang Anda hadapi selama tahun lalu. Jangan ragu untuk menyebutkan situasi sulit yang telah menyulitkan Anda dan keluarga Anda akhir-akhir ini -- mulai dari penyakit dan kematian, sampai kehilangan pekerjaan, dan perpisahan hubungan. Anda dapat tidak menyebutkan rincian yang tidak ingin Anda ceritakan secara keseluruhan, tetapi penting untuk mengetahui bahwa seluruh (keluarga) Anda telah menderita di samping bersenang-senang selama setahun terakhir. Alkitab mendorong orang-orang percaya dalam Roma 12:15 untuk "bersukacitalah dengan yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis". Penting untuk mencapai keseimbangan yang realistis antara hal yang baik dan buruk saat menggambarkan kehidupan keluarga Anda secara bersamaan sehingga penerima surat Anda dapat bersukacita dan juga menangis bersama Anda.

Gambar: Natal Adalah Kristus

Gambarkan bagaimana Anda berpaling kepada Allah sepanjang tahun lalu. Biarkan orang tahu bahwa di tengah segala hal yang telah Anda alami akhir-akhir ini, kehadiran tetap Allah yang terus ada bersama Anda telah membuat dampak yang nyata dan signifikan terhadap kehidupan Anda. Saat menggambarkan berkat-berkat Anda, lakukanlah dengan cara yang mengungkapkan rasa syukur Anda kepada Allah. Akui bahwa bahkan pencapaian pribadi Anda pada akhirnya adalah karena anugerah dan kemurahan Allah kepada Anda; Allahlah yang memberi Anda kesempatan yang Anda dapatkan hingga berhasil. Saat menjelaskan beban Anda, jelaskan bahwa Anda telah mengandalkan Allah untuk membantu Anda menghadapinya. Sebutkan pelajaran berharga yang Allah telah ajarkan kepada Anda melalui krisis dan kesalahan Anda. Mintalah orang-orang yang menerima surat Natal Anda untuk mendoakan Anda dalam berbagai situasi kesulitan secara spesifik. Jelaskan beberapa cara, yang Anda dapati, bagaimana Allah bekerja di tengah-tengah masalah Anda, serta bagaimana iman telah memberi Anda dan keluarga Anda harapan bahwa masalah Anda akan diselesaikan dengan cara yang tepat, pada saat yang tepat, dengan pertolongan Allah. Ketika penerima surat Anda membaca tentang bagaimana Anda semua memercayai Allah, mereka akan terinspirasi untuk lebih memercayai Allah dalam kehidupan mereka sendiri.

Ceritakan mengenai cerita-cerita lucu. Orang-orang secara alami tertarik pada cerita (Yesus sering berkomunikasi melalui cerita selama Ia berada di bumi), dan mereka terutama menyukai cerita lucu, karena humor menghancurkan pemisah di antara manusia. Jika Anda menceritakan beberapa cerita lucu tentang apa yang terjadi dalam kehidupan keluarga Anda akhir-akhir ini, orang-orang yang membaca surat Anda akan dapat terhubung dengan Anda sehingga mereka akan lebih mudah menerima apa yang Anda katakan tentang iman dibanding jika mereka tidak mendapatkannya.

Gunakan format yang kreatif untuk melibatkan pembaca Anda. Orang mungkin menerima banyak surat Natal yang berbeda selama musim Natal yang sibuk, dan kemungkinan besar mereka tidak akan terlalu memperhatikan surat-surat yang tampak membosankan. Orang-orang mungkin tidak akan membaca keseluruhan surat Anda jika itu tidak menonjol dari semua surat lain yang mereka terima. Jadi, gunakan kreativitas yang diberikan Allah untuk membuat surat Natal Anda menyenangkan untuk dibaca oleh orang-orang. Masukkan foto dan dekorasi untuk membuat surat Anda lebih menarik secara visual. Cobalah menulis dalam format yang berbeda, seperti dalam bentuk puisi, lagu, teka-teki silang, atau pertanyaan pilihan ganda. Sertakan kutipan inspirasional dari Alkitab dan orang-orang yang Anda kagumi. Pertimbangkan agar setiap orang di rumah Anda menulis sebagian dari surat, untuk menyajikan perspektif dari setiap orang dengan kata-kata mereka sendiri.

Secara terbuka, ucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu Anda secara signifikan. Tunjukkan kepada pembaca Anda tentang contoh kasih orang percaya dalam tindakan dengan menjelaskan beberapa cara yang telah dilakukan teman-teman dan keluarga Anda untuk membantu Anda selama setahun terakhir. Penerima surat yang mengenali diri mereka disebutkan dalam surat Anda akan merasa dihargai, dan yang lainnya akan terinspirasi untuk membaca tentang bagaimana Allah telah bekerja melalui orang-orang beriman yang telah mendukung keluarga Anda melalui doa, perkataan yang mendorong, serta berbagai tindakan praktis. (t/N. Risanti)

Audio Menulis Surat Natal

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Crosswalk
Alamat situs : http://www.crosswalk.com/faith/women/how-to-write-a-more-authentic-christmas-letter.html
Judul asli artikel : How to Write a More Authentic Christmas Letter
Penulis artikel : Whitney Hopler
Tanggal akses : 15 September 2016
 

RESENSI BUKU Bagaimana Kita Patut Berdoa

Gambar: Patut Berdoa
Judul buku
:
Bagaimana Kita Patut Berdoa
Judul asli
:
How To Pray
Penulis/​Penyusun
:
R.A. Torrey
Penerjemah
:
R.G. Yohanes
Penyunting
:
--
Editor
:
--
Penerbit
:
YAKIN
Ukuran buku
:
12 x 18,5 cm
Tebal
:
103 halaman
ISBN
:
--
Buku online
:
--
Download
:
--

Tugas paling dasar bagi seorang Kristen adalah berdoa. Doa merupakan hak dan tanggung jawab terbesar bagi anak-anak Tuhan, dan merupakan bagian penting dalam kehidupan Tuhan Yesus selama Dia tinggal di dunia. Doa juga memegang peranan penting bagi pertumbuhan rohani ataupun pertumbuhan jemaat.

Penulis buku Bagaimana Kita Patut Berdoa, R.A. Torrey, mengajak setiap pembaca untuk memulai berdoa dengan benar melalui sajian 12 bab yang diawali dengan pengantar [atau eksposisi] dari Efesus 6:18. Isi tiap babnya dapat dengan mudah dipahami karena apa yang ditulis dalam buku ini disampaikan secara sederhana dan jelas. Penulis juga menceritakan awal mula kehidupan doanya, dan memberikan beberapa contoh tokoh-tokoh Kristen yang menjadi pendoa untuk kegerakan kebangunan rohani. Buku ini juga menjelaskan tentang halangan doa, yang terkadang masih disepelekan, yang sering dialami oleh setiap orang percaya. Dan, penulis juga memberikan penjelasan dengan detail dari ayat-ayat firman Tuhan yang dibahas dengan bahasa yang mudah dipahami, bahkan untuk kaum awam.

Dalam buku ini, dibahas pula perihal halangan doa, yang terkadang masih disepelekan, tetapi sering dialami oleh orang-orang percaya; beserta penjelasan dari ayat-ayat firman Tuhan yang dibahas dengan bahasa yang mudah dipahami, bahkan untuk kaum awam. Kiranya apa yang disampaikan oleh penulis dalam buku ini bisa menjadi referensi bagi Sahabat tentang cara berdoa menurut tuntunan Alkitab, dan membantu Sahabat semua untuk memiliki kehidupan doa yang lebih efektif/bermakna. Selamat membaca. Tuhan Yesus memberkati.

Peresensi: Indah

 
Stop Press! Publikasi e-JEMMi

Publikasi e-JEMMi

Keselamatan dari Tuhan Yesus bukan hanya untuk seseorang atau suatu bangsa, tetapi untuk semua orang. Oleh karena itu, sebagai murid Kristus, kita pun harus memberitakan Injil keselamatan kepada semua bangsa. Apakah Anda juga rindu menjadi duta Kristus untuk memberitakan Injil kepada mereka yang belum percaya kepada Yesus Kristus? Kami mengajak Anda berlangganan publikasi e-JEMMi yang hadir untuk memperlengkapi Anda dengan berbagai bahan penginjilan yang berupa artikel, kesaksian, profil suku-suku terasing serta sumber misi dalam dan luar negeri. Kami juga mengundang Anda untuk bergabung dalam komunitas penginjilan kami untuk berbagi informasi dan doa terkait dengan misi.

Untuk berlangganan, kirim email ke: subscribe-i-kan-misi@hub.xc.org

Situs e-MISI
e-JEMMi
@sabdamisi
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-Penulis.
penulis@sabda.org
e-Penulis
@sabdapenulis
Redaksi: Santi T., N. Risanti, dan Odysius
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org