Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-leadership/200

e-Leadership edisi 200 (16-5-2017)

Berinvestasi dalam Diri Orang Lain (I)

Berinvestasi dalam Diri Orang Lain (I) -- Edisi 200/Mei 2017
 
Berinvestasi dalam Diri Orang Lain (I)
Edisi 200, 16 Mei 2017
 
e-Leadership

Salam kasih,

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berkomitmen membantu orang-orang yang dipimpinnya untuk meraih keberhasilan dan sasaran yang telah ditetapkan. Bahkan, pemimpin yang baik tidak berfokus untuk membuat pengikut, tetapi menghasilkan pemimpin-pemimpin baru dari orang-orang yang telah dipimpinnya. Dalam hal ini, Yesus Kristus telah melakukannya--Ia memimpin para murid-Nya hingga mereka menjadi murid-murid yang diubahkan. Untuk itu, bacalah artikel berikut ini dengan saksama supaya kita bisa mempelajari pola kepemimpinan Kristus terhadap para murid-Nya untuk kita terapkan pada kepemimpinan kita. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Santi T.

Pemimpin Redaksi e-Leadership,
Santi T.

 
"Sebab, Aku telah memberikan contoh kepadamu supaya kamu juga melakukan seperti yang Aku lakukan kepadamu." (Yohanes 13:15, AYT)
 

ARTIKEL Prinsip Satu Langkah untuk Mengembangkan Para Pemimpin

Yesus Kristus menunjukkan satu pola kepemimpinan yang sederhana dan dapat direproduksi. Dia berkonsentrasi pada hal-hal yang kecil untuk mendapatkan hasil-hasil yang maksimal. Yesus memfokuskan pelayanan-Nya di dunia pada sekelompok kecil para pengikut terpilih yang berdoa dengan sungguh-sungguh. Dimuridkan oleh Anak Allah dan diberi kuasa oleh Roh Kudus, maka individu-individu ini mengubah dunia sementara mereka menyebarkan kabar baik tentang pengampunan, harapan, dan hidup yang kekal.

Bagaimana Yesus melatih sekelompok kecil para pemimpin masa depan ini? Dia melakukannya langkah demi langkah:

  1. Meneladani -- Aku melakukannya. "Datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah" (Markus 1:14).
  2. Membimbing -- Aku melakukannya; engkau bersama-Ku. "Mari, ikutlah Aku" (Markus 1:17).
  3. Mengawasi -- Engkau melakukannya, Aku besertamu. "Kamu akan Kujadikan penjala manusia" (Markus 1:17b).
  4. Memberi kuasa -- Engkau melakukannya. "Ia menetapkan dua belas orang untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan" (Markus 3:14-15).
  5. Melipatgandakan -- Engkau melakukannya, dan orang lain bersama engkau. "Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat" (Markus 6:7).

Penerapan untuk hari ini jelas: Bangunlah para pemimpin, dan mereka akan membangun pelayanan. Bila Anda mau mengikuti pola Yesus, gereja Anda akan mengikuti jalan yang menghasilkan buah dan keefektifan. Seperti yang dikatakan John Maxwell, "Untuk menjadi efektif, kita harus menumbuhkan semuanya, memperlengkapi banyak orang, dan mengembangkan sedikit orang."

Penuh Maksud

Perkembangan kepemimpinan tidak terjadi secara kebetulan. Anda harus merencanakannya. Hampir dari 200 pelayanan di Gereja New Hope Community ditumbuhkan oleh para pemimpin yang dengan penuh maksud kami kembangkan.

Dalam pikiran saya, saya secara rutin melihat serangkaian anak tangga yang disebut perkembangan kepemimpinan. "Bagaimana saya menggerakkan orang yang sedang saya kembangkan dari satu langkah ke langkah berikutnya?" Pertanyaan ini membentuk segala sesuatu yang saya lakukan, baik dengan para pemimpin awam maupun staf yang digaji.

Sepertinya, Yesus menghabiskan 75 sampai 80 persen waktu-Nya dengan melatih para pemimpin kunci dengan cara ini. Tujuan saya sebagai seorang pendeta adalah mengikuti pola itu.

Mulailah Sejak Awal

Apa rencana utama Anda untuk mengembangkan para pemimpin di gereja Anda? Dalam menjawab pertanyaan itu, apakah Anda menemukan diri Anda hanya berpikir tentang mereka yang saat ini sedang memegang peran kepemimpinan?

Banyak pendeta memperhatikan jemaat yang mereka layani, kemudian meratap, "Kami hanya tidak memiliki tipe pemimpin yang dimiliki jemaat lain." Sering kali, masalahnya terletak pada para pendeta yang membatasi pandangan mereka kepada orang-orang yang sudah dikembangkan sebagai para pemimpin. Itu adalah konsepsi yang keliru. Ketimbang memerhatikan tipe pemimpin apa mereka, tanyalah Tuhan pemimpin seperti apa yang dapat mereka wujudkan! Bawalah mereka ke anak tangga perkembangan kepemimpinan dan lihatlah apa yang akan terjadi.

Jadikanlah kebiasaan Anda dengan berkata, "Susan, maukah kamu menelepon untuk mengundang orang ini ke dalam kelompok?" dan "Bob, saya lihat kamu senang berdoa; maukah kamu memimpin kami dalam doa penutup?" Dengan berbagi pelayanan seperti ini, Anda sedang mengembangkan orang-orang, sekalipun mereka tidak menyadarinya.

Di salah satu gereja yang saya rintis, saya menuliskan 12 nama orang, kemudian bertanya pada masing-masing, "Maukah kamu bertemu dengan saya setiap Kamis malam? Saya ingin memuridkanmu dan mengembangkanmu untuk menjadi seorang pemimpin." Sebagian besar dari mereka adalah orang yang baru menjadi orang Kristen. Setiap kali saya pergi ke rumah sakit atau mengadakan kunjungan sosial kepada seorang anggota gereja, saya mengajak salah satu dari orang-orang ini bersama saya. Memang itu membutuhkan waktu tambahan, tetapi sekaligus melipatgandakan pelayanan. Kemudian, ketika gereja bertumbuh, saya menggunakan pelayanan kelompok kecil itu untuk mengembangkan lebih banyak pemimpin.

Anda dapat mengembangkan para pemimpin dengan cara ini di setiap gereja ukuran apa pun. Ketika Anda menggembalai perkembangan mereka, perhatikanlah tiga lingkup berikut: formasi spiritual, melakukan pelayanan, dan menjadi manusia yang sehat dan utuh.

Isilah Langkah-Langkahnya

Dalam satu kelompok kecil yang pernah saya pimpin, ada seorang pria yang memiliki potensi bernama Rich. Saya memberinya berbagai tanggung jawab. Suatu minggu, ketika saya berhalangan hadir, dia memimpin diskusi. Pada saat saya kembali, orang-orang berkata, "Kami mengadakan diskusi yang lebih baik dengan Rich dibanding denganmu." Saya sangat senang.

Saya bekerja dengan Rich, dan tak lama kemudian dia memulai kelompoknya sendiri. Kemudian dia menjadi staf paruh waktu gereja kami dalam penginjilan. Dia akhirnya menjadi seorang pendeta untuk orang-orang dewasa lajang, memimpin satu pelayanan yang terdiri dari 800 orang.

Rich menjadi dewasa dalam pelayanannya dengan maju selangkah demi selangkah. Dalam gereja Perjanjian Baru yang dinamis, Anda seharusnya menempatkan orang-orang di setiap "langkah" perkembangan kepemimpinan. Tidak ada seorang pun yang memulai dari puncak. Akan tetapi, orang mencapai potensi penuh mereka selangkah demi selangkah. Itu membutuhkan rencana yang matang, atau hal tersebut tidak akan terjadi dalam kebanyakan kasus.

Faktanya, bila anggota gereja hanya melihat kaum elite di langkah puncak, mereka tidak akan tahu bagaimana mereka bisa sampai ke sana. Salah satu rintangan besar untuk menetapkan mobilisasi adalah kompleksitas kaum elite. Bila pemimpin awam merasa bahwa hanya seorang profesional yang dapat melakukan tipe pelayanan tertentu, mereka mungkin tidak pernah terpacu untuk mencapainya atau mencoba mencapai puncak.

Teruslah Bertumbuh

Apakah Anda sedang bertumbuh sebagai seorang pemimpin? Apakah Allah merentangkan Anda (atau memangkas Anda), mengajarkan Anda hal-hal baru, mendorong Anda untuk melangkah dari zona nyaman Anda, dan menekan Anda untuk mengenal dan memercayai-Nya lebih dari yang sebelumnya? Alkitab berkata, "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah" (1 Timotius 3:1).

David Durey, seorang pendeta staf di Gereja New Hope Community berkata, "Kita dapat membuat orang-orang terkesan dari kejauhan sekalipun kita hanya dapat memengaruhi mereka dari dekat." Semakin sering Anda mengalami pertumbuhan pribadi, semakin besar pengaruh potensi Anda terhadap orang-orang yang Anda bimbing. Pertumbuhan Anda akan memengaruhi keinginan mereka untuk merasakan pengaruh pelayanan yang berlipat ganda dalam hidup mereka.

Jadikanlah Pemimpin, Bukan Pengikut

Beberapa pemimpin ingin membuat pengikut; saya ingin membuat pemimpin. Teman saya Rick Warren, dalam bukunya The Purpose-Driven Church, menghadirkan satu tantangan besar kepada para pendeta ketika dia berkata, "Satu komitmen besar terhadap Perintah Besar dan Amanat Agung akan menumbuhkan satu gereja yang besar." (102)

Orang-Orang Biasa Berhasil Melakukan Hal-Hal Besar dengan Roh Kudus

Apakah itu yang menjadi panggilan Allah untuk Anda lakukan? Apa pun yang dipikirkan dan Anda memiliki iman untuk memercayainya, dengan pertolongan Tuhan Anda pasti dapat mencapainya. Orang-orang biasa berhasil melakukan hal-hal besar dengan Roh Kudus. Jemaat dan komunitas Anda penuh dengan orang-orang seperti itu. Apa yang akan Anda lakukan selanjutnya untuk mengisi anak tangga yang disebut dengan "pengembangan kepemimpinan"?

Audio Prinsip Satu Langkah

Diambil dari:
Judul asli buku : On Purpose Leadership
Judul buku terjemahan : Kepemimpinan yang Efektif
Judul bab : Menggunakan Prinsip Satu Langkah untuk Mengembangkan Para Pemimpin
Penulis : Dale Galloway dan Warren Bird
Penerjemah : Meiliana Purnama/Indriyanti Soebandi
Penerbit : Harvest Publication House, tahun 1987
Halaman : 69--73
 

KUTIPAN

"Jika Anda ingin tahu mengapa orang-orang Anda tidak berprestasi dengan baik, bercerminlah." - Ken Blanchard -
 

INSPIRASI Tugas Utama Seorang Pemimpin

Menurut saya, salah satu konsep terburuk dalam sejarah teori kepemimpinan adalah "Prinsip Peter". Menurut Prinsip Peter, orang-orang dalam organisasi cenderung semakin tidak mampu. Dengan kata lain, mereka akan terus dipromosikan hingga mereka menjadi pecundang. Saya rasa konsep ini membuat para manajer keenakan.

Para pemimpin yang baik berkomitmen untuk membantu orang-orangnya meraih kemenangan. Jika ada yang gagal, merekalah yang menerima tanggung jawab atas kegagalan itu. Saya rasa setiap kali Anda memecat seseorang yang bekerja untuk Anda, atau setiap kali Anda mencari tempat untuk menyembunyikan seseorang yang bekerja untuk Anda (Laurence Peter menyebut hal ini "gaya menyamping"), becerminlah. Dalam kebanyakan kasus, penyebab terbesar dari persoalannya adalah Anda sendiri.

Tugas utama seorang pemimpin adalah membantu orang-orangnya sukses mencapai sasaran-sasaran mereka. Dan, jika orang mencapai sasaran-sasarannya dan menang, semua orang menang.

Diambil dari:
Judul asli buku : The Heart of A Leader
Judul buku terjemahan : Hati Seorang Pemimpin
Penulis : Ken Blanchard
Penerjemah : Drs. Arvin Saputra/Dr. Lyndon Saputra
Penerbit : Interaksara, 2001
Halaman : 36-37
 
Stop Press! PUBLIKASI E-REFORMED

Publikasi e-Reformed

Reformasi gereja membawa perubahan besar bagi kehidupan bergereja. Melalui para reformator seperti Marthin Luther, John Calvin, dan Ulrich Zwingli, lahirlah satu ajaran yang kita kenal hari ini dengan "Teologi Reformed". Teologia Reformed membawa api reformasi bagi kekristenan dan semangat baru untuk terus mereformasi gereja supaya gereja semakin setia pada kebenaran Alkitab dan mendasarkan iman Kristen kepadanya.

Untuk mengenal ajaran Reformed lebih dalam, YLSA menerbitkan publikasi elektronik e-Reformed yang menyajikan tulisan-tulisan Kristen bercorak pengajaran teologi Reformed. Melalui publikasi ini, kami berharap banyak orang Kristen yang semakin bertumbuh dan berkembang dalam mempertajam konsep dan pemahamannya terhadap kebenaran Alkitab, dan menolong kita sekalian semakin beriman dalam Kristus.

Untuk membaca berbagai bahan berbasis ajaran Reformed, berkunjunglah ke http://reformed.sabda.org/. Untuk berlangganan publikasi e-Reformed, silakan kirim email ke < subscribe-i-kan-untuk-Reformed@hub.xc.org >.

Tak lupa, kami juga mengundang Anda untuk bergabung dengan komunitas e-Reformed di:
email reformed@sabda.org
situs reformed.sabda.org
facebook e-Reformed
twitter @sabdareformed
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-Leadership.
leadership@sabda.org
e-Leadership
@sabdaleadership
Redaksi: Santi T., Aji, dan Ariel
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org