Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-leadership/187

e-Leadership edisi 187 (19-4-2016)

Pemimpin dan Pengorbanan (II)

============MILIS PUBLIKASI E-LEADERSHIP EDISI APRIL 2016=============
                     Pemimpin dan Pengorbanan (II)


e-Leadership -- Pemimpin dan Pengorbanan (II)
Edisi 187, 19 April 2016


Salam Kasih,

Setiap pemimpin Kristen berhak untuk memiliki keinginan, kesukaan, 
bahkan preferensi dalam hal tertentu. Namun, sebagai pemimpin Kristen 
yang sudah semakin dewasa dalam Kristus, apakah hak-hak tersebut masih 
akan menjadi fokus utama hidup kita? Seorang pemimpin Kristen 
seharusnya memiliki roh yang berkorban ketika ia memimpin orang lain. 
Pengorbanan pemimpin Kristen bukan hanya berkorban waktu, tenaga, dan 
pikiran, melainkan ia harus berani menyerahkan preferensi pribadinya 
demi preferensi Allah yang mapan. Bacalah e-Leadership kali ini dengan 
teliti dan ambillah pelajaran berharga untuk Anda terapkan dalam 
kepemimpinan Anda. Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa menuntun 
setiap pemimpin Kristen supaya mereka tidak menjadi undur dari Allah, 
melainkan semakin maju dan efektif dalam melayani Tuhan dan memimpin 
sesama. Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Leadership,
Santi T.
< santi(at)in-christ.net >
< http://lead.sabda.org >


"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang 
memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."
< http://alkitab.mobi/ayt/Yoh/15/13/ >


              TIP: PENGORBANAN SEORANG PEMIMPIN KRISTEN

Pengorbanan diri adalah menyerahkan preferensi Anda yang mapan dan 
Anda inginkan demi preferensi Allah yang mapan. Seorang pemimpin yang 
memiliki ciri seperti ini secara umum memahami konsep tentang menjadi 
seorang hamba Allah. Roma 6:22 mengatakannya dengan demikian:

"Akan tetapi, sekarang kamu sudah dibebaskan dari dosa dan telah 
menjadi budak Allah, sehingga sekarang hidupmu akan menuju kepada 
pengudusan, dan akhirnya adalah hidup yang kekal." (AYT)

Menjadi hamba Allah bukanlah sesuatu yang negatif, melainkan 
membebaskan. Saya tahu hal itu terdengar gila, tetapi ketika Anda 
melihat ke alternatif yang lain, hal ini adalah kebebasan yang luar 
biasa. Jika Anda telah mengikut Kristus cukup lama, Anda mungkin tidak 
ingat bagaimana rasanya menjadi seorang hamba dosa. Menjadi seorang 
hamba dosa merupakan penyakit mematikan yang pada akhirnya menuntun 
kepada kekekalan yang terpisah dari Kristus. Itulah alternatifnya. 
Tidak terlalu baik. Akan tetapi, berita baiknya adalah bahwa menjadi 
seorang hamba Allah menawarkan begitu banyak dan membutuhkan begitu 
banyak hal lagi. Saya senang mengibaratkan seorang hamba Allah sebagai 
seseorang yang menyerahkan preferensinya yang mapan dan dia inginkan 
demi preferensi Allah yang mapan. Kenyataannya, seorang pengikut 
Kristus seharusnya menjadi semakin dan semakin seperti Kristus, dan 
seharusnya mengorbankan apa pun untuk mengikut-Nya. Bagaimanakah hal 
ini diterapkan di dalam kepemimpinan? Seorang pemimpin yang juga 
merupakan seorang pengikut Kristus seharusnya menunjukkan roh yang 
berkorban ketika ia memimpin. Berikut ini adalah beberapa pemikiran 
tentang kepemimpinan yang berkorban.

Pemimpin Mengorbankan Waktu Mereka

Pertama-tama, seorang pemimpin mengorbankan waktu mereka. Mereka 
menyerahkan waktu mereka di dalam sehari untuk berinvestasi di dalam 
tim mereka. Tidak ada kekuatan seorang pemimpin yang lebih kuat 
daripada timnya. Ketika seorang pemimpin gagal berinvestasi dengan 
cara ini, tim mereka akan gagal mendapatkan identitas tunggal. Dengan 
kata lain, semakin sedikit waktu yang dihabiskan seorang pemimpin 
bersama dengan timnya, semakin kecil kemungkinan tim tersebut untuk 
memiliki identitas yang diharapkan dari pemimpin tersebut. Meskipun 
terdapat banyak tugas penting yang harus dikerjakan oleh seorang 
pemimpin, salah satu tugas yang paling berharga dan paling bertahan 
lama adalah untuk menghabiskan waktu mengenal dan menumbuhkan tim 
kepemimpinan mereka. Kepemimpinan semacam ini dapat memberikan dampak 
secara langsung. Tidak ada kekuatan seorang pemimpin yang lebih besar 
daripada tim mereka.

Akan tetapi, pengorbanan semacam ini bisa menjadi salah ketika seorang 
pemimpin menggantikan waktu mereka bersama dengan keluarga demi 
sesuatu yang mereka kira memiliki nilai yang lebih berharga ... 
pekerjaan mereka. Ini merupakan cara yang salah untuk berkorban. Pete 
Wilson, di dalam bukunya yang berjudul "Empty Promises" (Janji-Janji 
Kosong - Red.), mengatakan bahwa nilai yang salah ditempatkan ini 
sering kali merupakan hasil dari rayuan prestasi. Dia melanjutkan 
dengan berkata, "Allah menciptakan `umat manusia`, bukan `perbuatan 
manusia` (Wilson, 2012, h. 30). Ketika saya membacanya, kalimat itu 
benar-benar menyentuh saya dengan cara yang tidak pernah saya pikirkan 
sebelumnya. Seorang pemimpin tidak seharusnya mendapati identitas 
mereka dalam apa yang mereka kerjakan atau apa yang mampu mereka 
kerjakan, tetapi seharusnya mereka mengerti identitas mereka karena 
siapa diri mereka di dalam Kristus. Seorang pemimpin tidak seharusnya 
mengorbankan waktu yang berharga bersama keluarga mereka demi 
organisasi. Ketika mereka melakukannya, mereka menjadi termakan oleh 
pekerjaan dan terpisah dari beberapa relasi yang paling penting ... 
pasangan mereka, anak-anak, anjing peliharaan, kucing peliharaan, dan 
para anggota keluarga mereka yang lain. Saya tidak bercanda! Setiap 
orang memerlukan beberapa waktu khusus bersama-sama dengan anjing 
keluarga!

Seorang Pemimpin Mengorbankan Preferensi Mereka

Kedua, seorang pemimpin mengorbankan preferensi mereka. Pemimpin yang 
kuat tidak melulu adalah pemimpin yang baik. Pemimpin yang kuat sering 
kali gagal mendengarkan tim-tim bawahan mereka karena mereka merasa 
tidak akan dapat berbuat salah. Anda pernah berada di posisi itu. 
Terkadang, Anda bekerja dengan seorang pemimpin yang mengerti segala 
sesuatu dan tidak pernah memberikan Anda kesempatan untuk memberikan 
masukan di dalam suatu perbincangan. Terkadang, Anda bekerja dengan 
seorang pemimpin yang mengizinkan Anda memberikan masukan, tetapi 
mereka tidak pernah terlihat berubah pikiran. Inilah yang ingin saya 
sampaikan. Seorang pemimpin perlu mengorbankan preferensi mereka 
karena mereka tidak mungkin akan selalu benar. Woodrow Wilson, 
Presiden Amerika Serikat yang ke-28, berkata, "Saya tidak hanya 
menggunakan seluruh kemampuan otak yang saya miliki, tetapi juga semua 
yang dapat saya pinjam." Pemimpin pada masa sekarang ini akan sangat 
baik jika mereka mengikuti teladan yang telah diberikannya dan memakai 
tim-tim yang mereka bentuk di sekitar mereka. Pinjamlah dari kemampuan 
dan pengetahuan mereka. Izinkan tim Anda berinvestasi di dalam 
kepemimpinan Anda sendiri dengan memberikan mereka kesempatan untuk 
benar-benar berkontribusi kepada organisasi.

Bagaimana hal ini dapat menjadi salah? Seorang pemimpin harus mau 
mengorbankan preferensi mereka akan kedaulatan dan mendengarkan 
timnya. Akan tetapi, jika seorang pemimpin melepaskan keyakinan 
pribadinya hanya untuk mengizinkan timnya turut merasakan bagian dari 
proses, hal itu bisa menjadi sangat salah. Sesungguhnya, kebanyakan 
pemimpin meraih banyak hal baik karena mereka cerdas dan memiliki tim 
yang baik di sekitar mereka. Mendapatkan suatu keseimbangan di area 
ini sangatlah penting. Pendekatan terhadap pengambilan keputusan yang 
tidak seimbang dapat menghasilkan kesalahan-kesalahan yang fatal.

Apa kesimpulannya?

Seorang pemimpin seharusnya tidak pernah mengorbankan keluarga mereka 
demi organisasi. Jika hal ini terjadi, pergumulan pribadi terhadap 
kehidupan rumah tangga pada akhirnya akan merambah kepada kehidupan 
bisnis. Seorang pemimpin juga perlu mengorbankan preferensi pribadi 
dan mencari bimbingan Allah dan hikmat sesama di dalam tim mereka 
ketika mereka mengambil keputusan. Apakah Anda berada di posisi untuk 
mengorbankan preferensi Anda? Jika tidak, barangkali Anda memikirkan 
tentang diri Anda lebih tinggi daripada yang seharusnya. (t/Odysius)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Tommy Spotts
Alamat URL: http://tommyspotts.com/you-cannot-lead-others-until-you-first-learn-to-sacrifice/
Judul asli artikel: You Cannot Lead Others Until You First Learn to Sacrifice
Penulis artikel: Dr. Tommy Spotts
Tanggal akses: 2 Februari 2016


                               KUTIPAN

"Pemimpin Kristen ialah seorang yang memperkaya kepribadian orang-
orang yang dipimpinnya." (P. Octavianus)


               JELAJAH SITUS: BIBLICAL LEADERSHIP BLOG

Biblical Leadership Blog merupakan situs yang berisi bahan-bahan 
kepemimpinan (biblikal) yang ditulis oleh Christopher L. Scott. Situs 
ini memiliki tampilan yang sederhana dan mudah dieksplorasi. 
Penempatan bahan tersusun secara sistematis dengan bahan terbaru 
berada di paling atas. Setiap bahan diberi gambar yang mendukung 
setiap konten sehingga semakin menguatkan inti bahan yang disajikan. 
Setiap bahan kepemimpinan yang disajikan selalu berdasar pada Alkitab 
sehingga bahan-bahan ini layak untuk Anda gunakan sebagai bahan 
pembelajaran ataupun referensi. Selain bahan kepemimpinan, situs ini 
juga memberikan informasi berharga bagi Anda mengenai bahan-
bahan/strategi menjadi pemimpin sukarelawan, disertai dengan beberapa 
buku yang direkomendasikan bagi Anda untuk dibaca. Selamat berkunjung 
ke situs ini dan perluas wawasan kepemimpinan Anda. (Margaretha I.)

http://christopherscottblog.com/
Tanggal akses: 25 Februari 2016


STOP PRESS: IKUTILAH KELAS DISKUSI PEMBINAAN IMAN REMAJA (PIR) MEI/JUNI

Remaja adalah masa depan gereja dan bangsa. Remaja Kristen harus 
dibina dalam iman untuk takut akan Allah, mengasihi sesama dan menjadi 
terang di mana saja mereka berada. 

Anda seorang orangtua, pelayan pemuda-remaja, guru, dan lain 
sebagainya? Bergabunglah dalam kelas Pembinaan Iman Remaja bersama 
PESTA pada bulan Mei/Juni. Dapatkan materi menarik pembinaan iman bagi 
remaja, masalah remaja, pengendalian diri remaja dan remaja yang 
menjadi terang. Daftar segera ke <kusuma@in-christ.net> atau ke 
Facebook Kusuma Ks dengan subjek [Daftar Kelas PIR]. 

Formulir Pendaftaran Kelas PIR dapat Anda dapatkan di alamat URL 
berikut ini: http://pesta.org/formulir_pendaftaran_kelas_pesta.

Informasi selengkapnya:
Situs: pesta.sabda.org
Email: kusuma@in-christ.net
Facebook: https://www.facebook.com/sabdapesta/


Kontak: leadership(at)sabda.org
Redaksi: Santi T., Margaretha I., N. Risanti, dan Odysius
Berlangganan: subscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-leadership/arsip
BCA Ps. Legi Solo; No. 0790266579 a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2016 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org