Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/410

e-Konsel edisi 410 (10-7-2018)

Membimbing Generasi Alfa

e-Konsel -- Membimbing Generasi Alfa -- Edisi 410/Juli 2018
 
Gambar: Situs Christian Counseling Center Indonesia (C3I)

Publikasi Elektronik Konseling Kristen
Membimbing Generasi Alfa

Edisi 410/Juli 2018
 

Salam konseling,

Ketika melakukan pelayanan konseling, konseli bisa saja berasal dari segala usia, termasuk dari golongan anak-anak. Tidak jarang, kita merasa tidak siap mengemban pelayanan untuk membimbing anak-anak. Mungkin, salah satu faktor ketidaksiapan kita dikarenakan kita tidak mengenal dengan baik perkembangan umum seorang anak. Berbicara tentang perkembangan anak pada era digital ini, perkembangan anak tidak lagi hanya dilihat dari segi fisik, emosi, jiwa, dan mental. Tidak dapat dimungkiri, tumbuh kembang anak pada era digital ini akan dipengaruhi pula oleh perkembangan teknologi. Oleh karena itu, kita pun perlu belajar lebih banyak mengenai para digital native ini agar ketika berhadapan dengan anak-anak tersebut, kita siap untuk membimbing mereka kepada Tuhan dengan cara yang relevan dengan era digital ini.

Jika dahulu kita mengenal tentang Generasi Z, yang disebut sebagai digital native angkatan pertama, kali ini kita akan mengenal generasi digital native angkatan kedua, yaitu Generasi Alfa. Ketika menghadapi Generasi Z masih menjadi PR yang besar bagi gereja dan orang tua, kita sudah harus membimbing Generasi Alfa ini. Kiranya sajian dalam edisi ini menjadi berkat bagi Pembaca sekalian, dan kita dapat segera mengambil langkah awal untuk membimbing Generasi Alfa. Jika Saudara memiliki kisah, pertanyaan, atau pengalaman dalam membimbing Generasi Alfa, silakan membagikannya dengan kami melalui email ke konsel@sabda.org. Terima kasih.

Davida

Pemimpin Redaksi e-Konsel,
Davida


CAKRAWALA Generasi Alfa Datang: Bersiaplah!

Saya sekarang menjadi ibu bagi dua anak laki-laki Generasi Alfa! Wah! Bahkan, karena hadirnya Gen Alfa terbaru dalam keluarga kami, saya pun menjadi sedikit kurang tidur. Sebab, dia baru saja lahir 10 minggu yang lalu. Meski demikian, dia telah membuat saya berpikir dan berdoa, bagaimana generasinya akan berbeda dari Generasi Z. Selalu akan ada semacam "transisi generasi" ketika seseorang, yang secara tradisional tergolong ke dalam tahun kelahiran dari satu generasi, tetapi karena keadaan yang terkait dengan usia orang tua atau saudara-saudara kandungnya, mereka BERPERILAKU lebih seperti generasi sebelum atau sesudah mereka pada saat-saat tertentu.

Gen Z adalah generasi yang ada dalam pelayanan siswa/anak kita pada saat ini. Dalam beberapa tahun, Anda akan melihat bahwa mereka yang tertua yang memiliki karakteristik Gen Z berusia sekitar 22 tahun. Saya mulai memperhatikan Gen Z untuk pertama kalinya ketika senior saya yang sekarang sudah lulus masih yunior. Saya sedih karena saya tidak memperhatikan peralihan (usia) dari Generasi Milenial ke Gen Z sampai pada waktu itu. Saya tidak ingin menjadi lengah kali ini.

Meskipun saat ini saya menikmati mencari tahu lebih banyak dan lebih banyak lagi tentang memperlengkapi Generasi Z, mau tidak mau saya tergelitik oleh Gen Alfa karena saya benar-benar tenggelam dalamnya sebagai seorang ibu bagi anak berusia 5 tahun dan 10 minggu.

Tren penelitian saat ini menyatakan bahwa Gen Alfa muncul bersamaan dengan iPad pada tahun 2010. Itu berarti bahwa kita akan melihat keberadaan mereka dalam pelayanan kita kira-kira dalam 5 tahun mendatang.

Jadi, apa yang akan terjadi jika kita, sebagai gereja, mulai meningkatkan doa untuk generasi yang akan datang ke dalam pelayanan siswa/anak kita? Bagaimana jika kita sedang bersiap untuk kedatangan mereka?

Saya baru-baru ini didorong oleh beberapa teman lain yang merupakan orang tua baru dari Gen Alfa untuk mulai secara harfiah berdoa dari ujung kepala hingga ujung kaki bagi para Gen Alfa yang tinggal di rumah kami.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda doakan untuk Generasi Alfa ini:

"Mereka adalah generasi yang paling terberkati secara material dan paling melek teknologi yang pernah ada di planet ini!" - Mccrindle.com.au

Untuk Generasi Z, saya berdoa agar mereka memahami ketuhanan Kristus dan kesanggupan untuk menyerahkan hidup mereka kepada-Nya. Saya bertanya-tanya, apakah Gen Alfa, yang terus-menerus didorong pada keterhubungan digital akan mau berusaha keras untuk memahami cara hidup secara rohani dalam relasi dengan Kristus. Saya ragu-ragu tentang hal itu, tetapi itu membentuk sebagian dari apa yang saya doakan untuk para Gen Alfa saya. Bahkan, Skylar adalah nama anak bungsu kami. Skylar berasal dari etimologi Scholar. Kami ingin dia mengetahui siapakah Kristus itu dan menjadi seorang ahli Alkitab ... dan nama tengahnya adalah Jude. Saya berdoa baginya untuk berjuang demi iman sebagaimana dinyatakan dalam Yudas 1:3.

"Saudara-saudara terkasih, sementara aku berusaha keras menulis kepadamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa perlu menulis kepadamu dan memintamu supaya kamu berjuang sungguh-sungguh untuk iman yang disampaikan sekali untuk selamanya kepada orang-orang kudus."

Dan, kerinduan saya adalah bahwa Generasi Alfa ini akan berjuang demi iman DALAM KASIH.

Saya percaya bahwa generasi yang akan datang ini perlu diajarkan tentang KOMUNITAS dan tentang bagaimana mengekspresikan KASIH Kristus di dalam dan melalui komunitas. Saya pikir mereka akan sangat merindukannya. Kami sudah melihat pengikisan komunitas yang autentik dari margin kehidupan Generasi Z. Jadi, bagaimana kita dapat terus menyediakan dan memperlengkapi generasi berikutnya ini untuk mengalami komunitas yang alkitabiah dan mengalami hubungan yang nyata dengan Kristus?

Karena itu, meskipun saya tidak memiliki banyak "penelitian" untuk disampaikan mengenai Gen Alfa saat ini, mungkin hadiah terbesar yang dapat saya berikan hari ini adalah dengan mengingatkan kita bahwa mereka hadir, dan dalam waktu 5 tahun ke depan, kita akan melayani mereka. Jadi, mari kita mulai berdoa sekarang! (t/N. Risanti).

Audio: Generasi Alfa Datang: Bersiaplah!

Diterjemahkan dari:
Nama situs : GirlsMinister.Com
Alamat situs : http://girlsminister.com/generation-alpha-get-ready/
Judul asli artikel : Generation Alpha: Get Ready!
Penulis artikel : Amy-Jo Girardier
Tanggal akses : 8 Juni 2018

CAKRAWALA Generasi Terdidik, Generasi Alfa

Sejak tercetusnya teori generasi oleh sosiolog asal Hungaria bernama Karl Mannheim, kini orang banyak membicarakan mengenai status generasi seperti Baby Boomers, X, Y, dan Z. Teori ini kemudian dikembangkan pula oleh Strauss-Howe, sejarawan Amerika, di negaranya. Hingga kini, status generasi ini terus berkembang dan telah sampailah kepada Generasi Alfa, yaitu mereka yang terlahir pasca-2010. Banyak tenaga ahli hingga praktisi yang berkecimpung dalam dunia anak meramalkan bahwa Generasi Alfa merupakan generasi yang terdidik. Beberapa alasan seperti orang tua Generasi Alfa yang merupakan generasi milenial, kemudahan akses informasi, hingga berada dalam era digital menjadi penyebabnya. Era ketika Generasi Alfa tumbuh dan berkembang merupakan era yang serba cepat dan mudah. Oleh karena itu, generasi ini disebut sebagai generasi terdidik.

Mari memahami lebih dalam mengenai Generasi Alfa dan Generasi Z, yaitu generasi sebelum Alfa, melalui hasil wawancara singkat kami bersama para praktisi pemuridan anak dan anak muda berikut ini.

"Generasi Z (1995 -- 2010) dan Generasi Alfa adalah masa depan yang penuh kreativitas! Generasi ini membuka Google jika mencari tahu tentang sesuatu, mencari video di YouTube untuk menemukan petunjuk mengenai berbagai hal, serta memiliki akses ke jutaan atau mungkin miliaran artikel dan video yang bebas diakses di internet. Mereka sudah terbiasa untuk mencari informasi secara mandiri, berpikir kritis, dan multitasking. Belum pernah ada generasi seperti ini sebelumnya." (Hartono Sugianto, CBN Indonesia Chief Operating Officer)

"Sebagai generasi dengan intelektual yang tinggi, Generasi Alfa lebih sulit bahagia karena hidup antisosial sedari dini. Oleh sebab itu, penting untuk membangun 'natural relationship', seperti nilai respect terhadap orang lain, dimulai dari Generasi Z." (Yoseph Tandian, Superbook Church Network Supervisor)

"Anak-anak Generasi Alfa sudah dapat mengakses informasi secara bebas. Jika informasi yang didapat adalah baik, mereka akan menjadi anak yang cerdas. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka akan mengakses informasi yang negatif, yang bisa merusak hidup anak itu sendiri. Pemberian gadget baiknya dibatasi setelah umur 14 tahun, pemakaian gadget juga dibatasi waktunya, orang tua penting mengikuti parenting agar kontekstual dengan anak mereka. Serta, hanya dengan takut akan Tuhanlah, mereka bisa menggunakan teknologi dengan benar." (Sandi Hutahaean, Church Network Superbook Indonesia)

"Tantangan Generasi Z dalam bersosialisasi sangatlah besar. Generasi ini dan setelahnya, yaitu Generasi Alfa, cenderung individualis karena segala sesuatu serba digital. Generasi Milenial yang merupakan generasi pendahulu mereka cenderung 'cuek', sedangkan sudah seharusnya mereka mempersiapkan Generasi Z dan Alfa. Terlebih, nantinya, Generasi Milenial ini beberapa di antaranya merupakan orang tua dari Generasi Alfa." (Stephen Emmanuel, Generasi Zeru Movement Coordinator)

Istimewanya Generasi Z dan Generasi Alfa merupakan salah satu perhatian CBN Indonesia terhadap mereka. Jika mereka tidak dimuridkan dengan baik dan benar, dunialah yang akan memuridkan mereka dengan kecanggihan teknologinya. Bahaya? Sudah tentu. Dapat Anda bayangkan akan menjadi seperti apa dunia ini jika para penghuninya hanya terfokus pada dunia digital.

Tahukah Anda tentang sukacita dari hubungan pribadi dengan Allah melalui Yesus Kristus? Jika Anda berbalik kepada Tuhan, Dia dapat mengambil kepahitan Anda dan memberi Anda roh rasa syukur yang sejati. (t/Davida)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Jawaban.Com
Alamat situs : https://www.jawaban.com/read/article/id/2018/01/01/471/171213113339/​generasi_terdidikgenerasi_alfa/
Judul asli artikel : Generasi Terdidik, Generasi Alfa
Penulis artikel : Official Writer Jawaban.Com
Tanggal akses : 25 Juni 2018

 
Stop Press! Informasi Lengkap Sejarah Alkitab di Indonesia dalam Situs Sejarah Alkitab Indonesia

Situs SAI

Tahukah Anda? Sejak awal abad ke-17 (tahun 1612 di Batavia) hingga saat ini, sudah ada paling sedikit 22 versi Alkitab yang pernah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Melayu-Indonesia. Anda ingin mendapatkan informasinya?

Dapatkan berbagai informasi seputar sejarah penerjemahan Alkitab di Indonesia dalam situs Sejarah Alkitab Indonesia (SAI). Situs SAI akan menolong masyarakat Kristen Indonesia mengenal versi-versi Alkitab yang telah ada -- kapan diterjemahkan, siapa penerjemahnya, mengapa dan bagaimana terjemahan Alkitab tersebut dilakukan, apa perbedaan dan bagaimana perkembangannya, dan apa manfaat dari melakukan studi sejarah Alkitab. Tunggu apa lagi? Kunjungi situsnya dan bagikan informasi ini kepada rekan-rekan Anda!

Berkunjunglah ke situs SAI di: http://sejarah.sabda.org/

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-Konsel.
konsel@sabda.org
e-Konsel
@sabdakonsel
Redaksi: Davida, Markus, dan N. Risanti
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2018 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org