Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-konsel/391

e-Konsel edisi 391 (13-12-2016)

Refleksi Natal

e-Konsel -- Refleksi Natal -- Edisi 391/Desember 2016
 
Gambar: Situs Christian Counseling Center Indonesia (C3I)

Publikasi Elektronik Konseling Kristen
Refleksi Natal

Edisi 391/Desember 2016
 

Salam konseling,

Desember telah kita masuki dan Natal akan segera menjelang. Meskipun sebagian besar dari kita telah mengetahui makna sejati dari Natal, tetapi seringkali kita menafikannya karena berbagai kesibukan pada bulan Desember. Natal akhirnya berlalu tanpa makna, dan pada tahun berikutnya kita akan kembali mengulang pola yang sama. Tak heran jika kemudian Natal hanya sekadar menjadi rutinitas akhir tahun yang kita lalui tanpa kesan, tanpa makna. Ironis sekali, karena dalam momen-momen ini seharusnya kita bisa merayakan Natal dengan kegembiraan dan sukacita yang sejati.

Untuk kembali menemukan sukacita dan pengharapan yang tersimpan dalam Natal, publikasi e-Konsel pada bulan Desember ini akan mengajak Anda untuk sejenak merefleksikan makna Natal dan mengapa kita sungguh-sungguh memerlukannya. Baca pula kolom Cakrawala mengenai bagaimana kita dapat merayakan Natal dalam sukacita, terlepas dari kondisi atau situasi yang sedang kita alami. Yesus adalah anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada kita. Karena itu, mari kita menyambut Natal kali ini dengan sukacita sejati yang berasal dari Allah sendiri.

Akhirnya, seluruh staf redaksi e-Konsel mengucapkan Selamat Natal 2016 kepada Anda. Cinta kasih Allah yang nyata melalui peristiwa Natal kiranya akan selalu hidup di hati Anda. Maranatha!

N. Risanti

Pemimpin Redaksi e-Konsel,
N. Risanti


RENUNGAN MENGAPA NATAL ADALAH TENTANG PASKAH

"Di daerah yang sama, ada beberapa gembala yang tinggal di padang untuk menjaga kawanan domba mereka pada waktu malam. Tiba-tiba, malaikat Tuhan berdiri di depan mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar di sekeliling mereka sehingga mereka sangat ketakutan. Akan tetapi, malaikat itu berkata kepada mereka, 'Jangan takut sebab dengarlah, Aku memberitakan kepadamu kabar baik tentang sukacita besar yang diperuntukkan bagi semua bangsa. Pada hari ini, telah lahir bagimu seorang Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.'" (Lukas 2:8-11, AYT ).

Saya merasakan sensasi pada masa-masa Natal setiap tahun. Ya, saya menyukai lampu-lampu, pohon-pohon Natal, dan waktu untuk bersama keluarga dan teman-teman terkasih. Dan, saya menyukai hadiah-hadiah, baik dalam mendapatkan atau memberikan! Saya terjebak dalam nuansa kehijauan tumbuh-tumbuhan hijau, perjalanan, dan senyum yang lebar. Tentu, ada sisi negatifnya juga. Saya terjebak dalam ketegangan dan ketergesaan.

Bagaimanapun juga, hal yang benar-benar saya cintai tentang Natal adalah bagian yang tampaknya semakin menghilang pergi. Saya menyukai cerita Maria dan Yusuf. Betlehem dan palungan. Gembala dan orang-orang Majus. Malaikat. Bayi. Tuhan beserta kita!

Toko dan agen iklan telah mencuri cerita tersebut. Penulis telah mencurinya, Acara televisi spesial -- ketika salah satunya saya lihat dipromosikan semalam sebagai "televisi keluarga yang hebat" --, menyusun kembali "mengungkapkan arti sebenarnya dari Natal -- yakni kebersamaan keluarga". Omong kosong!

Sama-sama berharganya kedua hal tersebut, Natal bukanlah tentang keluarga. Itu adalah tentang Paskah.

Itu adalah tentang misi penyelamatan Allah yang datang ke tengah-tengah kita! Tidak, saya tidak dibingungkan dengan perbedaan antara musim dingin dengan musim semi. Saya hanya mengingatkan kita yang percaya pada Bayi yang lahir untuk menjadi Anak Manusia dan Anak Allah, bahwa "arti sebenarnya" dari cerita Natal tidak muncul di Betlehem. Bahkan, di bukit mengerikan bernama Golgota -- "Tempat tengkorak". Hanya pada kubur yang kosong.

Kelahiran setiap bayi yang sehat untuk keluarga yang penuh kasih masih membawa sukacita dan harapan. Segala sesuatu yang lain ditangguhkan dalam waktu sementara saat hati dihangatkan oleh cahaya lembut cinta. Wajah yang cantik. Tubuh yang rapuh. Pelukan hangat. Mimpi untuk apa yang akan terjadi. Dari hati orang-orang percaya, timbul pujian dan doa. Kasih menjadi daging.

Kematian setiap jiwa tercinta masih membawa kesedihan dan kebingungan. Dalam minggu ini, saya menyaksikan kesedihan tersirat di wajah seorang janda muda. Kematian adalah musuh kita. Hal ini jelek dan tak henti-hentinya. Dingin. Sebuah perusak mimpi. Bahkan, bagi mereka yang percaya bahwa hidup akan memunculkan kemenangan, kesedihan, dan air mata membanjiri mereka.

Hanya kebangkitan yang membuat hal tersebut masuk akal, baik kedatangan Kristus sebagai Anak Domba Allah untuk menghapus dosa dunia atau hidup Anda dan saya sebagai pengalaman campuran dari suka dan duka, kemenangan yang terjadi sesekali dan terlalu sering gagal. Kubur Kosonglah yang memberi makna Natal pada masa lalu atau sekarang.

Gambar:Natal membawa kabar baik

Jadi bersukacitalah. Seorang Anak lahir di Betlehem! Namun, ingatlah bahwa cerita Natal bukan tentang bayi, kebersamaan keluarga, dan perasaan yang lembut. Itu juga bukan tentang bandara yang ramai, iPads baru, dan makan berlebihan. Itu adalah tentang misi penyelamatan Allah yang hadir di tengah-tengah kita. Cinta untuk anak laki-laki dan anak perempuan nakal yang suka melawan yang tidak bisa ditaklukkan. Korban sekali untuk selamanya bagi dosa-dosa kita. Dan, kehidupan. Kehidupan yang baru dan kekal.

Allah datang ke dunia yang penuh dosa dan penderitaan, mengambil semua kejahatannya pada diri-Nya sendiri, dan menang. Dalam kemenangan-Nya atas dosa dan kematian, Anda dan saya menemukan pengharapan.

Jika Anda merindukan kedamaian surgawi, terimalah Pangeran Raja yang Bangkit dan Jaya Mulia itu.

"Mengapa kamu mencari orang yang hidup di antara orang-orang mati? Yesus tidak ada di sini, Ia sudah bangkit." (Lukas 24:5-6, AYT). (t/N. Risanti)

Sumber asli:
Nama situs : Heart Light
Alamat URL : http://www.heartlight.org/articles/201212/20121221_christmasabouteaster.html
Judul asli artikel : Why Christmas Is about Easter
Penulis artikel : Rubel Shelly
Tanggal akses : 14 Januari 2016
Diambil dari:
Nama situs : Christian Counseling Center Indonesia
Alamat URL : http://c3i.sabda.org/mengapa_natal_adalah_tentang_paskah
Judul artikel : Mengapa Natal adalah Tentang Paskah
Tanggal akses : 20 Juni 2016

 

CAKRAWALA KETIKA NATAL JAUH DARI SUKACITA

Natal telah lama menjadi peristiwa yang mewakili pertemuan keluarga yang menyenangkan serta berbagi tradisi liburan secara turun-temurun. Iklan televisi, papan iklan di jalan raya, dan bahkan acara hiburan tahunan menggambarkan kebahagiaan sebagai keluarga utuh yang merayakan kedamaian dan keharmonisan. Duka memiliki cara untuk menyeret emosi selama masa-masa ini. Natal, terutama dapat membawa duka yang bersembunyi jauh di lubuk hati ke permukaan setelah mengalami peristiwa kehilangan yang signifikan. Kita memohon kepada Allah untuk mempercepat waktu untuk melalui hari-hari pada bulan Desember. Meskipun memiliki iman yang mendalam, banyak dari kita yang secara emosional menjadi lesu di sepanjang bulan November dan Desember, dan bernapas lega saat kalender menyambut bulan Januari. Januari memberi kita izin untuk kembali ke kehidupan, lalai terhadap rasa sakit kita, dan kebutuhan mendesak kita untuk Satu Pribadi yang lahir untuk menebus hati kita yang memar dan babak belur. Seiring dengan Natal yang dengan cepat mendekat, mari kita tidak membiarkan kesedihan mengalihkan perhatian kita dari karunia kenyamanan dan kasih sayang Allah yang disediakan Allah dengan sangat melimpah.

Gambar: Kristus pembawa harapan

Lukas pasal 2 menjelaskan bagaimana setelah kelahiran Yesus, suatu kumpulan besar penghuni surga muncul dengan para malaikat, memuji Allah, berkata, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai di bumi untuk manusia yang berkenan kepada-Nya." Tuhan kita menjanjikan kepada kita kedamaian, bahkan selama musim kesedihan. Selama masa-masa ini, mendekatlah pada kedamaian yang melampaui segala akal. Ketenangan batin bukanlah sesuatu yang harus kita kejar. Perdamaian bersandar pada mereka yang Tuhan perkenan. Damai ada di hati semua orang yang mengakui Yesus sebagai Tuhan. Kita dianugerahi kedamaian, bahkan ketika hati kita merindukan orang-orang terkasih yang telah meninggal, pernikahan yang gagal, atau hubungan yang menjadi asing. Natal ini, terimalah dan beristirahatlah dalam karunia kedamaian yang Tuhan berikan dengan murah hati.

Ketika kita tidak bersama dengan orang-orang terkasih pada saat Natal, mudah untuk tergelincir ke dalam keputusasaan. Media sosial memiliki aliran yang tidak pernah berakhir dengan foto-foto keluarga yang utuh dan bahagia, yang membuat kedukaan menjadi lebih jauh dari harapan. Ibrani 6:19 (AYT) mengingatkan kita, "Pengharapan yang kita miliki ini adalah jangkar bagi jiwa kita, kuat dan pasti, yang menembus masuk sampai ke balik tirai". Harapan kita ada di dalam Tuhan kita yang teguh, aman, dan tidak berubah. Alkitab mengingatkan bahwa Tuhan kita sama, baik kemarin, hari ini, dan selamanya. Sayangnya, orang-orang akan datang dan pergi dalam hidup kita. Satu-satunya hubungan yang hadir dari kelahiran kita ke dalam kekekalan adalah Dia yang menjadi satu dengan Bapa Surgawi kita. Ketika kesedihan mengganggu kehidupan kita, jangkar dari jiwa kita tidak akan pernah goyah. Harapan kita adalah kesetiaan Allah. Natal ini, terimalah janji dan kepercayaan-Nya dalam Satu Pribadi yang tidak pernah gagal atau meninggalkan kita.

Gambar: trauma

Hadiah yang paling menenangkan bagi jiwa berduka adalah kasih Allah yang tak pernah gagal. Ketika kesedihan menggoda kita dengan perasaan terasing, takut, dan kesepian, kebenaran Alkitab memadamkan kebohongan. Mazmur 119:76 mendorong kita, "Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu." Mazmur 119:50 membentengi iman kita, "Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku." Yesaya 41:10 meyakinkan kita, "Jadi jangan takut, sebab Aku menyertai kamu."

Jika Anda berada di musim keputusasaan, carilah harta Allah yang tak ternilai yang ditemukan dalam janji-Nya melalui firman-Nya. Karena bayi yang terlahir di palungan itu, kita dapat menerima warisan surgawi kita saat berada di bumi. Natal merupakan pemeliharaan Kudus Allah bagi umat-Nya -- untuk Anda dan saya. Natal ini, percayalah dalam pemeliharaan-Nya yang penuh dengan kasih dan belas kasih-Nya. Merenungkan kebaikan Tuhan dan pengabdian-Nya kepada umat-Nya memungkinkan kita untuk bersukacita, bahkan di tengah-tengah kesedihan, dan rayakanlah kelahiran Juru Selamat kita. (t/N. Risanti)

Sumber asli:
Nama situs : The Praying Woman
Alamat URL : http://theprayingwoman.com/when-christmas-is-far-from-joyful/
Judul asli artikel : When Christmas is Far From Joyful
Penulis artikel : Lanise Shortell
Tanggal akses : 27 Oktober 2016

 
Stop Press! ALKITAB YANG TERBUKA DALAM APLIKASI ANDROID

Puji Tuhan! Masyarakat Kristen Indonesia semakin diberkati dengan adanya versi Alkitab yang baru, yaitu Alkitab Yang Terbuka (AYT). AYT memiliki sifat "SETIA, JELAS, dan RELEVAN":

  • SETIA pada bahasa aslinya (Ibrani + Yunani), pada sejarah terjemahan Alkitab Indonesia dan Inggris, dan pada bahasa Indonesia modern.
  • JELAS karena AYT mudah dibaca, dimengerti, dan didengarkan.
  • RELEVAN dengan format digital, multimedia, dan sosial media.
Gambar: aplikasi AYT

Berbagai fitur dalam app AYT dapat membantu Anda untuk belajar firman Tuhan, seperti fitur Pop Up "Catatan Kaki/Ayat" yang memberikan catatan atau penjelasan tambahan untuk istilah atau lambang dalam konteks yang dibaca. Tujuannya adalah untuk membuka pengertian dan pemahaman pembaca mengenai kata/istilah yang sulit dimengerti. Sekarang, AYT sudah tersedia dalam aplikasi Android. Selain App AYT yang hanya memuat teks, ada pula App AYT yang disertai dengan ilustrasi (gambar), yaitu App AYT bergambar. Kedua app ini sudah dapat diunduh melalui Google Play store. Bergabunglah dalam komunitas di Facebook AYT maupun Twitter AYT untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan proyek AYT ini. Dukung dan doakanlah!

  
Komunitas AYT:
Alkitab Terbuka
@sabda_ayt
 
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-Konsel.
konsel@sabda.org
e-Konsel
@sabdakonsel
Redaksi: N. Risanti, Odysius, dan Davida
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2016 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org