Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-humor/440

e-Humor edisi 440 (17-9-2002)

NILAI NOL

Dear,
Kalau ingin anak kita pintar, sebagai ortu, kita tidak boleh
membelanya kalau nilai ulangannya jelek, apalagi kalau sampai marah-
marah kepada gurunya.

NILAI NOL
=========

Dengan wajah merah padam, nyonya Santi menyerbu masuk ke ruang Kepala
Sekolah. "Saya ingin tahu," katanya dengan gigi gemeletuk, "Mengapa
anak saya, Susi, diberi nilai nol untuk ujian bahasa?!"

"Tenang, tenang, Ibu," kata Kepala Sekolah. "Biar kita panggil guru
bahasanya. Ia tentu punya alasan."

Beberapa saat kemudian datanglah guru yang dimaksud.

"Mengapa kau berikan nilai nol untuk ujian bahasa kepada Susi anakku?"
tanya nyonya Santi sambil meremas-remas tangannya.

"Tidak ada pilihan lain," kata guru itu. "Ia memberikan kertas putih,
tak satu pun yang ditulisnya di sana."

"Itu bukan alasan," potong nyonya Santi dengan kasarnya.
"Setidak-tidaknya Anda 'kan bisa memberikan angka tujuh untuk
kebersihannya itu."

---------------------------------------------------------------------
         "karena orang yang sesat adalah kekejian bagi Tuhan,
       tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat." (Amsal 3:32)
            < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Ams+3:32 >
---------------------------------------------------------------------
Sumber: Banyolan Anak Raja 2, p. 23

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org