Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-doa/148

e-Doa edisi 148 (14-6-2018)

Mengatur Kehidupan Doa

Mengatur Kehidupan Doa -- Edisi Juni 2018, Vol. 10 No. 148
 
Gambar: Situs Doa

Publikasi Elektronik Doa
Mengatur Kehidupan Doa

Edisi Juni 2018, Vol. 10 No. 148
 

Salam kasih,

Sering kali, kita mengalami kesulitan untuk berdoa dengan berbagai kesibukan serta aneka permasalahan hidup. Kemudian, kita menjadi frustrasi dengan kehidupan doa kita. Jika hal ini tidak diselesaikan dengan baik, kita malah akan merasa kekeringan dengan aktivitas ini. Jika itu terjadi, mungkin kita harus mengevaluasi kembali cara serta metode kita dalam berdoa. Satu hal harus diingat, bahwa kehidupan doa pun sesekali akan mengalami kejenuhan, terutama jika kita melakukannya sebagai rutinitas belaka. Allah ingin kita berelasi dengan-Nya melalui doa dalam cara-cara yang akan mengungkapkan betapa besar hasrat dan kebutuhan kita akan Dia. Jika kita rindu untuk mengalami kemajuan dalam kehidupan doa, pertama-tama kita harus menyadari bahwa kehidupan doa adalah anugerah Allah yang senantiasa mesti kita pelihara dan usahakan pertumbuhannya. Artikel dari Tim Challies yang berisi metode untuk mengatur kehidupan doa dalam edisi ini kiranya akan menjadi berkat bagi aktivitas doa kita. Simak pula kolom kesaksian doa kami yang memberikan satu cerita kepada kita tentang bagaimana relasi yang indah bersama Allah sungguh akan berdampak pada relasi dengan sesama. Karena itu, mari kita terus berdoa dan mengalami relasi yang indah bersama Allah. Amin.

N. Risanti

Pemimpin Redaksi e-Doa,
N. Risanti


ARTIKEL Empat Metode untuk Mengatur Kehidupan Doa Anda

Belum lama berselang, saya berbincang dengan seorang teman yang berkeluh-kesah tentang bagaimana dia menggunakan waktunya pada hari sebelumnya. Dia mendapati bahwa kehidupan doanya menjadi kendor dan itu akan bisa diatasi dengan baik jika dilakukan sebuah pengaturan. Beberapa jam kemudian, dia melanjutkan beberapa kegiatan lain dan menyadari bahwa dia menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan tentang doa dan mengatur doa, tetapi sedikit waktu yang digunakan untuk benar-benar berdoa. Pernahkah Anda mengalami hal yang sama?

Gambar: Kekeringan

Saya berusaha untuk meringankan beban teman saya hari itu. Saya menjelaskan bahwa terkadang kunci untuk membuat kehidupan doa Anda menjadi bersinar adalah dengan memberikan waktu untuk berdoa, tetapi di lain waktu kuncinya adalah mengatur waktu yang sudah Anda berikan. Saya menjelaskan bahwa waktu yang dia gunakan untuk mengatur kehidupan doanya membuktikan betapa dia menganggap doa sebagai hal yang penting. Bagaimanapun, meski ada waktu untuk spontanitas, banyak hal baik dalam hidup yang membutuhkan usaha, karenanya dibutuhkan pengaturan. Sebagian besar hal-hal penting dalam hidup membutuhkan tidak hanya tindakan itu sendiri, tetapi juga persiapan untuk itu. Ini berlaku untuk ibadah, hubungan, dan percintaan, jadi mengapa itu harus berbeda untuk doa? Kita dengan saksama merencanakan ibadah di gereja dengan memperhatikan kesatuan di antara bacaan Kitab Suci, khotbah, dan puji-pujian. Kita dengan teliti merencanakan acara-acara kita dengan memperhatikan pengantar, tema-tema, dan transisinya. Kita dengan hati-hati merencanakan kencan kita dengan memperhatikan pakaian, pemesanan tempat, dan percakapannya. Dalam semua kegiatan ini, kita mengerti bahwa usaha sebelumnya adalah penting untuk mendapatkan hasil yang baik. Hal yang baik membutuhkan usaha; hal terbaik membutuhkan lebih banyak usaha.

Doa adalah hal baik yang maju pesat dengan usaha, bukan hanya dengan tindakan berdoa, melainkan juga dengan pengaturannya. Dan, saya pun bertanya-tanya hari ini: Apakah ini waktunya bagi Anda untuk mengatur kehidupan doa Anda? Apakah ini waktunya bagi Anda untuk menginvestasikan beberapa usaha bukan hanya dalam doa, melainkan juga mempersiapkan diri Anda untuk berdoa?

Berikut beberapa ide yang kiranya bermanfaat:

Integrasikan metode John Piper tentang berdoa dalam lingkaran konsentrasi. Beginilah Piper pernah menantang gerejanya: "Pelajari berdoa dalam lingkaran konsentrasi mulai dari jiwa Anda sendiri keluar ke seluruh dunia. Ini saya lakukan secara teratur. Saya berdoa untuk jiwa saya dahulu. Bukan karena saya lebih layak daripada yang lain, melainkan karena jika Allah tidak membangkitkan dan menguatkan serta merendahkan hati dan memenuhi jiwa saya, saya tidak bisa berdoa untuk orang lain. Jadi, saya memohon kepada Tuhan setiap pagi agar jiwa saya sendiri tekun dan murni serta kuat. Lalu, saya melanjutkan ke lingkaran konsentrasi berikutnya, keluarga saya, dan saya berdoa untuk mereka masing-masing dengan menyebutkan nama: Noel, Karsten/Shelly/Millie, Benjamin, Abraham, Barnabas, Talitha, dan beberapa dari keluarga besar saya. Kemudian, saya melanjutkan ke lingkaran konsentrasi berikutnya, staf dan penatua-penatua di Betlehem. Saya menyebutkan nama-nama mereka." Dan, itu berlanjut ke luar sampai dia mendoakan kotanya, negaranya, dan dunia. Ini adalah sebuah metode yang sudah lama saya integrasikan ke dalam kehidupan doa saya sendiri. Mungkin Anda ingin membaca lebih lanjut tentang ini.

Gunakan PrayerMate atau app doa lainnya. Saya sudah lama menjadi pengguna PrayerMate dan merasakan banyak sekali manfaat dari app yang sederhana ini. PrayerMate meminjam dari dunia fisik dan meniru sebuah kumpulan kartu indeks yang teratur. Bayangkan sebuah file kartu: masing-masing pemisah menandai kategori yang baru, masing-masing kategori berisi beberapa kartu, dan masing-masing kartu bertuliskan seseorang atau satu pokok doa. Nah, ambil saja paradigmanya dan terjemahkan itu ke dalam app. Anda menciptakan kategori-kategori dan kartu-kartu Anda, dan setiap hari app memberi Anda sebuah kumpulan pokok-pokok doa. Sesederhana itu! Lingkaran konsentrasi Piper sangat sesuai dengan metodologi PrayerMate dan menjadi cara yang saya gunakan untuk berdoa selama beberapa tahun ini. Anda bisa membaca lebih lanjut tentang bagaimana saya merancangnya dan menggunakannya. Bahkan, jika Anda tidak mengikuti contohnya dengan persis, setidaknya itu akan menjadi awal bagi Anda untuk memulai.

Gunakan metode D.A. Carson tentang kartu-kartu doa. Dalam bukunya A Call to Spiritual Reformation, D.A. Carson menguraikan metode yang dia gunakan. Hampir mirip dengan dua metode tadi, tetapi ini di atas kertas, bukan di app. "Selain dari panduan cetak yang mungkin saya gunakan, saya menyimpan map manila untuk studi saya, di mana saya berdoa, dan biasanya membawanya ketika saya bepergian. Lembar pertama di map itu adalah daftar orang-orang yang harus saya doakan setiap hari: mereka memiliki hubungan dengan saya, dengan siapa diri saya. Istri saya ada di urutan teratas dalam daftar, diikuti dengan anak-anak saya dan sejumlah saudara, kemudian ada beberapa teman dekat di berbagai belahan dunia. Lembar kedua di map saya adalah daftar tentang kepedulian dengan skala pendek dan menengah yang tidak akan terus ada di situ untuk jangka waktu tidak terbatas. Hal-hal itu termasuk tanggung jawab yang akan datang dalam pelayanan dan berbagai krisis atau peluang yang saya ketahui, sering kali di antara orang-orang Kristen yang kurang begitu saya kenal ...." Anda bisa membaca lebih lanjut tentang metode ini di dalam kutipan dari bukunya.

Gambar: Berdoa

Gunakan metode Paul Miller tentang kartu-kartu doa. Dalam A Praying Life, Paul Miller menguraikan sebuah metode berdasarkan kartu indeks. Dia berkata, "Kartu doa memiliki beberapa keuntungan lebih daripada sebuah daftar. Sebuah daftar sering kali adalah kumpulan permohonan doa yang terserak, sedangkan kartu doa fokus pada satu orang atau bidang hidup Anda sehingga memungkinkan Anda untuk melihat orang itu atau situasi dari berbagai perspektif. Selain itu, membantu Anda untuk merenungkan apa yang Allah lakukan sebagai jawaban dari doa-doa Anda. Anda mulai melihat pola-pola, dan secara perlahan kisah akan dibukakan sehingga Anda menemukan diri Anda sendiri ada di dalamnya. Sebuah daftar cenderung menjadi lebih mekanis. Kita bisa kewalahan dengan jumlah hal-hal yang didoakan. Karena pokok-pokok doa di dalam daftar tidak berkaitan, sulit untuk tetap disiplin dalam berdoa. Saat saya berdoa, saya hanya memiliki satu kartu di depan saya setiap kali, yang menolong saya berkonsentrasi pada orang atau kebutuhan itu." Sekali lagi, Anda bisa membaca lebih lanjut tentang metode ini dan mempertimbangkan untuk melakukannya.

Kehidupan doa yang sehat bukan hanya terdiri dari berdoa, tetapi juga dalam persiapan.

Ada banyak lagi metode yang bisa Anda gunakan untuk mengatur kehidupan doa Anda. Akan tetapi, prinsipnya jelas: Berikan waktu dan usaha untuk kehidupan doa Anda, bukan hanya berdoa, tetapi mempersiapkan diri Anda untuk berdoa. Kehidupan doa yang sehat bukan hanya terdiri dari berdoa, tetapi juga persiapan. Sejak lama saya mengetahui bahwa motivator terbaik mutlak dalam doa adalah mengetahui apa yang akan saya doakan. Pemahaman yang tidak jelas tentang doa menghasilkan doa-doa yang tidak jelas. Metode yang tidak diatur menghasilkan doa-doa yang tidak teratur. Metode untuk berdoa menghasilkan doa-doa yang bermakna. Mengapa Anda tidak meluangkan waktu hari ini untuk mengatur kehidupan doa Anda? (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Challies
URL : https://www.challies.com/articles/4-methods-to-organize-your-prayer-life/
Judul asli artikel : Four Methods to Organize Your Prayer Life
Penulis artikel : Tim Challies
Tanggal akses : 26 September 2017

KESAKSIAN DOA: Relasi dengan Allah

Gambar: Relasi dengan Allah

Rencana Allah yang pertama dan terutama bagi Anda adalah memiliki relasi dengan Dia. Dia ingin Anda mengenali kehendak dan karya-Nya dalam dunia ini, tetapi pertama-tama Dia menginginkan Anda mengenal Dia. Dia mengundang Anda untuk diampuni dan menikmati hidup-Nya di dalam diri Anda. Dia ingin menjadi Bapa Anda dan menginginkan Anda untuk menjadi anak-Nya. Relasi dengan Allah ini bisa terwujud hanya jika Anda menyadari bahwa Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya di dalam Kristus (2 Korintus 5:19). Pendamaian ini bisa diterima hanya jika Anda menyadari bahwa dosa-dosa Anda memisahkan Anda dari Allah. Hanya kematian Kristus yang menggantikan Anda itulah yang dapat memulihkannya. Ketika Anda percaya bahwa Allah bisa membenarkan Anda dengan diri-Nya, ketika Anda menyesali dosa-dosa Anda dan memohon pengampunan-Nya, maka Dia menganugerahkan Roh Kudus-Nya. Saat itu, relasi Anda dengan Allah dimulai. Perhatikan saya tidak mengatakan "agama" dimulai.

Fakta bahwa Allah memanggil kita dalam sebuah relasi, bukan pada sebuah agama adalah kejutan yang menyenangkan bagi saya. Agama itu sendiri memiliki konotasi yang buruk dalam pikiran saya. Saya percaya bahwa agama akan menghalangi relasi saya. Bahkan, saya memiliki gagasan bahwa agama akan mengacaukan setiap relasi menyenangkan yang saya miliki!

Saya berusia delapan belas tahun waktu itu, sedang kuliah, dan dari luar tampaknya bersenang-senang. Akan tetapi, di dalam, saya tidak keruan karena hidup saya tergantung pada relasi-relasi saya. Jika relasi saya berjalan baik, saya pun baik. Namun, sebagian besar waktu, relasi-relasi tidak berjalan dengan baik, jadi saya tidak keruan. Agama tidak membuat saya tertarik sedikit pun, tetapi saya tertarik pada relasi.

Gambar: Relasi

Lalu, saya bertemu dengan seorang gadis, tepatnya bernama Grace. Jelas dia memiliki relasi dengan seseorang yang spesial -- saya yakin dengan hal itu. Dia memiliki senyuman kecil di mulutnya dan sinar di matanya yang membuat tampilannya seakan seseorang mencintai dia mati-matian. Sebenarnya, seseorang mengasihi dia .... Dia seorang Kristen, orang pertama yang saya ingat saya temui. Bayangkan kekecewaan saya ketika saya mendapati bahwa dia "religius"! Akan tetapi, dia tidak bertindak, berbicara, atau bersikap seperti orang-orang religius yang saya bayangkan. Bagaimana mungkin dia memiliki agama dan relasi dalam waktu bersamaan? Dia membuat saya berpikir.

Orang Kristen berikutnya yang saya jumpai adalah gadis yang mengatakan kepada saya bahwa saya membutuhkan sebuah relasi dengan Allah. Saya ingat mengira dia begitu mirip dengan Grace. Bahkan, saya yakin mereka bersaudara! Setelah dia menjelaskan Injil kepada saya, saya memutuskan untuk memercayainya dengan hati dan jiwa saya. Ini adalah relasi yang akan membuat semua relasi lain dalam hidup saya bermakna. Dosa saya diampuni, dan saya menyerahkan semua relasi duniawi saya ke dalam tangan Allah sejak saat itu. Dua gadis itu menunjukkan kepada saya apa artinya berelasi dengan Allah yang hidup, hanya Dia yang bisa memenuhi kerinduan dalam batin saya akan seseorang yang istimewa dalam hidup saya. (t/Jing-Jing)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Just Between Us
URL : http://justbetweenus.org/topics/relationship-with-god/
Judul asli artikel : Relationship with God
Penulis artikel : Jill Briscoe
Tanggal akses : 14 November 2017
 
Stop Press! Aplikasi Konseling Mobile - HE Cares

Kabar gembira! Yayasan Lembaga SABDA baru saja meluncurkan aplikasi Konseling untuk Android.

Aplikasi HE Cares

Tidak dapat dimungkiri bahwa kebutuhan akan konseling makin bertambah seiring dengan bertambah banyaknya masalah dalam kehidupan manusia. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, permasalahan manusia selalu ada sepanjang zaman, bahkan cenderung semakin banyak dan semakin kompleks. Sebagai orang percaya, kita mengerti bahwa solusi permasalahan manusia ada di dalam firman Tuhan. Firman Tuhanlah yang merupakan jawaban atas permasalahan kehidupan manusia, dan konseling alkitabiah membawa manusia yang bergumul dengan masalahnya kepada firman Tuhan.

Dalam konteks kebutuhan konseling, Yayasan Lembaga SABDA mengembangkan aplikasi konseling dengan nama HE Cares (DIA Peduli). Dengan satu praanggapan pemahaman bahwa Allah itu ada: Dia mendengar; Dia berbicara kepada kita melalui Firman-Nya; Dia peduli; kami mengumpulkan bahan-bahan alkitabiah seputar masalah konseling di dalam aplikasi HE Cares ini.

Anda bisa mengunduh aplikasi HE Cares melalui tautan berikut ini:

Download Aplikasi HE Cares

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-Doa.
doa@sabda.org
e-Doa
@sabdadoa
Redaksi: N. Risanti, Margaretha I., dan Rode
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2018 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org