Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-doa/141

e-Doa edisi 141 (9-11-2017)

Rumah Doa

Rumah Doa -- Edisi November 2017, Vol. 09 No. 141
 
Gambar: Situs Doa

Publikasi Elektronik Doa
Rumah Doa

Edisi November 2017, Vol. 09 No. 141
 

Shalom,

Yesus acap kali menyatakan hal-hal yang tidak mudah kita mengerti. Salah satu pernyataan-Nya yang ditujukan bagi kita adalah bahwa kita akan disebut sebagai "rumah doa". Meski sulit untuk dipahami, tetapi ketika Ia menyebutkannya, pastilah ada suatu makna penting yang tersirat di belakang hal tersebut. Menjadi rumah doa berarti menjadi media bagi terjadinya kehendak Allah di bumi, melalui relasi yang senantiasa kita lakukan dengan-Nya dalam doa. Tanpa doa, kuasa dan kehendak Allah akan sulit dinyatakan melalui kehidupan yang kita bawa. Karena itu, melalui edisi e-Doa November ini, kita akan membaca sebuah artikel yang akan mengupas lebih dalam mengenai peranan kita sebagai rumah doa. Selain itu, simak pula artikel yang sangat menarik mengenai tokoh Dietrich Bonhoeffer yang menuliskan sebuah doa yang menyentuh mengenai kerinduannya untuk selalu berfokus kepada Tuhan setiap pagi. Kiranya setelah membaca sajian kali ini, kerinduan kita untuk selalu menjadi rumah doa akan semakin mendalam, dan kehadiran Kristus akan semakin terpancar melalui kita. Amin.

N. Risanti

Pemimpin Redaksi e-Doa,
N. Risanti


ARTIKEL "Kamu akan Disebut Rumah Doa"

Menurut Yesus, Anda disebut rumah doa.

Rumah Doa

Apakah Anda tahu identitas dan tujuan kekal Anda? Apakah Anda siap untuk itu? Dalam satu kalimat singkat, Yesus menyatakan identitas dan tujuan kekal umat-Nya. Dia berkata, "Kamu akan disebut rumah doa" (lihat Mat. 21:13). Yesus sedang mengutip nubuatan Yesaya atas Israel: "Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa" (Yes. 56:7).

Saat Allah menyebut kita dengan sebuah sebutan khusus, hal itu menunjukkan karakter kita dan bagaimana kita seharusnya berfungsi dalam Roh Kudus. Nubuat Yesaya dan pernyataan Yesus memberitahukan kepada kita bahwa umat Tuhan harus berfungsi sebagai rumah doa, baik sekarang maupun pada masa yang akan datang. Otoritas, kehormatan, dan martabat tertinggi kita terdapat dalam doa -- yaitu, dalam interaksi dan kemitraan yang dalam dengan Yesus.

Apa artinya menjadi atau berfungsi sebagai rumah doa? Hal itu artinya Allah berbicara kepada kita dan menggerakkan hati kita. Lalu, kita memperkatakan Firman-Nya kembali kepada Dia dan hal itu menggerakkan hati-Nya. Hasilnya adalah bahwa sumber Allah dicurahkan di bumi -- kuasa, kekayaan, hikmat, ide kreatif, kesatuan, dan kesukaan-Nya. Beginilah orang yang ditebus akan bekerja selamanya dalam keluarga Allah, digerakkan oleh Allah untuk memohon kepada-Nya hal-hal yang ada dalam hati-Nya sehingga Dia akan mengabulkan hal-hal itu di atas bumi.

Penting untuk memahami bahwa "rumah doa" dalam sebuah kota adalah seluruh tubuh Kristus di dalam kota itu atau daerah itu. Bukan hanya pelayanan doa di kota itu. Saya memberi tahu murid-murid sekolah Alkitab saya bahwa rumah doa di Kansas City bukan dibuat hanya dari organisasi kami, International House of Prayer. Kami hanyalah "stasiun bahan bakar bensin" yang kecil -- hal itu adalah seperti ketika kita mengambil "sedikit bensin" dan menuangkannya pada api doa yang membakar dalam semua rumah doa di Kansas City, yaitu seluruh tubuh Kristus ?- lebih dari seribu jemaat.

Roh Kudus ingin menciptakan sebuah budaya doa yang diintegrasikan dengan ibadah di dalam gereja. Sesungguhnya, Dia akhir-akhir ini membangkitkan gerakan doa dan ibadah terbesar dalam sejarah. Mengapa? Karena ikut serta dalam ibadah dan doa syafaat adalah panggilan tertinggi orang yang telah ditebus pada masa yang akan datang, dan merupakan sarana utama yang dengan itu Dia mencurahkan kuasa-Nya melalui mereka ke atas bumi. Ibadah dan doa syafaat adalah sedikit hal di antara hal-hal lain yang kita lakukan, baik sekarang maupun selamanya.

Doa dan ibadah selalu merupakan pusat dari tujuan Allah. Berpusat pada pemerintahan Allah dan pencurahan kuasa-Nya adalah ibadah di altar kekal-Nya sebagaimana digambarkan dalam Wahyu 4-5.

Hari ini, Roh Kudus sedang membangkitkan apa yang akan menjadi gerakan ibadah yang paling penuh kuasa dalam sejarah, yang akan secara total mengalahkan gerakan ibadah Anti-Kristus di zaman akhir.

Tidak diragukan identitas gereja sebagai rumah doa adalah signifikan, dan Tuhan ingin kita menggunakan gereja yang berdoa sebagai alat-Nya untuk mencurahkan berkat kepada bangsa-bangsa. Kita bisa melihat Dia sedang bekerja untuk membawa perubahan pada gereja untuk mempersiapkannya agar berfungsi demikian saat ini dan pada waktu yang akan datang.

Namun, gereja di dunia Barat berada di titik waktu yang kritis. Bangsa-bangsa semakin menjadi-jadi dalam pelanggaran hukum dan kekacauan moral, dan mengalami konflik yang meluas, termasuk mereka yang diilhami oleh rasisme, terorisme, dan pelanggaran seksual. Terlebih lagi, kita sedang menghadapi ancaman krisis ekonomi global yang menghancurkan; rusaknya pernikahan dan keluarga; penerimaan agenda gay secara cepat dan besar-besaran; dan banyak tekanan lain. Pandangan umun yang didasarkan pada perasaan yang berlebihan di seluruh dunia adalah salah satu dari rasa takut, tidak percaya, dan kecurigaan yang semakin besar, saat dunia merasa ngeri di bawah beratnya dosa manusia yang bertambah-tambah (lihat Mzm. 2 dan Yes. 24).

Krisis paling signifikan di dunia hari ini adalah gereja itu sendiri, terutama di dunia Barat. Semakin banyak pemimpin gereja yang mempromosikan khotbah tentang anugerah yang diselewengkan, meremehkan perzinaan heteroseksual, memberkati pasangan homoseksual, mendukung aborsi, tidak mengakui otoritas Alkitab, menolak Yesus sebagai satu-satunya jalan keselamatan, membuang doktrin tentang neraka, dan bahkan menolak ketuhanan Kristus. Namun, beberapa dari jemaat ini terus bertumbuh.

Pelayanan Doa

Banyak pemimpin telah menggantikan metodologi dan seluk-beluk pertumbuhan gereja terhadap panggilan Allah bagi gereja untuk berfungsi sebagai "rumah doa bagi semua bangsa" (Yes. 56:7). Mereka menyembunyikan ketandusan mereka di belakang daun-daun relevansi budaya yang kelihatan daripada berusaha untuk melaksanakan Hukum Kasih -- untuk mengasihi Allah dan sesama (Mat. 22:37-40) -- dan menjalankan Amanat Agung dengan sungguh (Mat. 28:19).

Akan ada dua kecenderungan besar di dalam gereja saat kita semakin mendekati kedatangan Tuhan yang kedua: banyak yang akan mundur dari iman, dan pada saat yang bersamaan banyak yang akan bangkit dalam kesungguhan hati mengasihi Yesus untuk ikut ambil bagian dalam masa yang paling mulia dan penuh kuasa dalam sejarah gereja.

Di posisi mana Anda akan berada? Apakah Anda akan berkompromi atau bangkit dalam iman, berketetapan hati dengan sungguh-sungguh untuk memegang erat apa yang dikatakan oleh Allah dan kemudian melakukannya dengan segenap hati Anda?

Pilihan ada di tangan Anda. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Charisma Magazine
Alamat URL : https://www.charismamag.com/blogs/power-up/23107-you-shall-be-called-a-house-of-prayer
Judul asli artikel : 'You Shall Be Called a House of Prayer'
Penulis artikel : Mike Bickle
Tanggal akses : 4 Agustus 2017


TOKOH DOA Dietrich Bonhoeffer

Dietrich Bonhoeffer

Dietrich Bonhoeffer (1906 -- 1945) adalah seorang pendeta Lutheran yang tumbuh di Berlin selama kebangkitan partai Nazi. Semenjak masih muda, ia telah tertarik pada etika dan karakter moral. Bonhoeffer bertugas sebagai kurir dalam perlawanan rakyat Jerman, melatih pendeta-pendeta lainnya, dan membantu orang-orang Yahudi melarikan diri ke Swiss selama masa Holocaust (genosida terhadap orang Yahudi yang berlangsung secara sistematis, dan didukung oleh pemerintahan Nazi Jerman -- Red.). Ia dihukum mati tepat sesudah berakhirnya Perang Dunia II untuk peranannya dalam percobaan pembunuhan yang gagal terhadap Hitler.

Bukunya, The Cost of Discipleship (Harga Sebuah Pemuridan -- Red.) telah menjadi penting dalam pandangan saya, tidak hanya pada iman saya, tetapi juga pada bagaimana iman itu ditampilkan kepada dunia. Aslinya, buku ini diterbitkan pada tahun 1937, sebagai peringatan yang tajam terhadap gereja dalam masa Nazi di Jerman, tetapi setelah bertahun-tahun, buku itu telah menjadi eksposisi klasik dalam bagaimana arti mengikut Yesus dalam dunia modern. Dalam intinya, buku tersebut berdiri pada sebuah pandangan dari Khotbah di Bukit, tempat Yesus menuntut kepada murid-murid-Nya, dan bagaimana kehidupan sebagai murid itu dijalani.

Buku Doa Bonhoeffer

Booklet dari Bonhoeffer, Psalms: The Prayer Book of the Bible, mengajarkan bahwa sepanjang hari merupakan penerimaan perintah dan pengajaran ketika hal itu disatukan melalui doa pagi. Doa pagi menentukan hari. Waktu yang terbuang, godaan yang membuat kita jatuh, kelemahan dan kurangnya disiplin dalam pekerjaan, ketidakteraturan dalam pikiran kita dan dalam percakapan kita dengan orang lain, seringnya semuanya itu berasal karena mengabaikan doa pagi.

Dari beberapa doa pagi, doa ini menjadi favorit saya karena membantu saya untuk berfokus kepada Tuhan dan bukan diri sendiri.

Ya Allah, di awal pagi ini aku berseru kepada-Mu
Tolonglah aku untuk berdoa
Dan untuk memusatkan hatiku kepada-Mu
Aku tidak dapat melakukan ini sendiri
Di dalam diriku ada kegelapan
Tetapi bersama-Mu ada terang;
Aku seorang diri, tetapi Engkau tidak meninggalkanku;
Hatiku lemah, tetapi bersama-Mu ada pertolongan;
Aku gelisah, tetapi bersama-Mu ada kedamaian.
Di dalam diriku ada kepahitan, tetapi bersama-Mu ada kesabaran;
Aku tidak dapat memahami jalan-jalan-Mu,
Tetapi Engkau menunjukkan jalan bagiku.
Pulihkan aku ke dalam kebebasan
Dan mampukan aku untuk dapat hidup di saat ini
Sehingga aku dapat bertanggung jawab di hadapan-Mu dan kepada diriku.
Tuhan, apa pun yang terjadi hari ini,
biarlah nama-Mu dipuji.
—Dietrich Bonhoeffer

(t/N. Risanti)

Download Audio

Diambil dari:
Nama situs : Doa
Alamat URL : http://doa.sabda.org/dietrich_bonhoeffer_tentang_doa
Judul asli artikel : Dietrich Bonhoeffer: Tentang Doa
Penulis artikel : Jim Greensmith
Tanggal akses : 24 Agustus 2017
 
 
Stop Press! PUBLIKASI E-WANITA

Publikasi e-Wanita

Wanita adalah pribadi yang mulia dan berharga di mata Allah. Keberadaan dan peran wanita di setiap lini kehidupan tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam pendidikan Kristen, wanita adalah pribadi yang mampu mengajar dan mendidik anak-anak, jemaat, dan komunitasnya untuk semakin melengkapi masyarakat Kristen dengan bahan-bahan kekristenan. Dapatkan bahan-bahan pelayanan wanita Kristen secara gratis dengan berlangganan publikasi e-Wanita. Kirimkan email Anda ke < subscribe-i-kan-wanita@hub.xc.org > atau ke < wanita@sabda.org > dan Anda akan mendapatkan publikasi e-Wanita secara gratis melalui mailbox Anda setiap Kamis minggu ketiga.

Nah, tunggu apa lagi, mari kita semakin diperlengkapi untuk melayani melalui publikasi e-Wanita.

wanita@sabda.org
e-Wanita
Wanita Kristen
@sabdawanita
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-Doa.
doa@sabda.org
e-Doa
@sabdadoa
Redaksi: N. Risanti, Margaretha I., dan Rostika
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org