Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-doa/50

e-Doa edisi 50 (8-3-2012)

Para Pendoa Syafaat 1

_________________________________e-Doa________________________________
                       (Sekolah Doa Elektronik)

DAFTAR ISI
ARTIKEL DOA: PARA PENDOA SYAFAAT 1
STOP PRESS: KUMPULAN BAHAN PASKAH DARI YLSA

Shalom,

Doa syafaat adalah jenis doa yang tidak egois, karena doa ini
memusatkan berdoa untuk orang lain. Tapi apakah kemampuan untuk berdoa
syafaat adalah sebuah karunia? Ataukah setiap orang percaya memang
terpanggil untuk menjadi pendoa syafaat? Temukan jawabannya dengan
membaca artikel doa di edisi ini dan di edisi yang mendatang. Kiranya
artikel yang kami sajikan ini menjadi berkat bagi Anda. Tuhan Yesus
memberkati!

Redaksi Tamu e-Doa,
Yosua Setyo Yudo
< http://doa.sabda.org >

                  ARTIKEL DOA: PARA PENDOA SYAFAAT 1

Uilfredo Pareto, ekonom Italia, mendapatkan suatu penemuan yang
mengherankan sehubungan dengan kecenderungan pada abad ini. Ia
mendapatkan bahwa apa pun sistem perpajakan yang dipakai oleh suatu
negara, sekitar 20 persen orang memegang kendali atas 80 persen uang
yang beredar. Kemudian, "Prinsip Pareto" ini pun dicoba diterapkan
dalam berbagai hal, contohnya:

1. 20 persen penjual asuransi, menjual 80 persen asuransi.
2. 20 persen isi sebuah buku, memberi Anda 80 persen pengertian yang relevan.
3. 20 persen nelayan, menangkap 80 persen ikan.
4. 20 persen anggota gereja, memberikan 80 persen anggaran belanja.
5. 20 persen politisi, mendapatkan 80 persen suara.

Memang, perbandingan 20-80 ini tidak persis benar, namun prinsip
utamanya dapat kita pegang. Hal ini membantu kita untuk memahami
"hukum, bahwa yang sedikit itu penting dan yang banyak itu tidak
penting."

Yang Sedikit Itu Penting

Hukum 20-80 ini dapat diterapkan pula pada para pendoa syafaat di
suatu gereja lokal. Namun, penelitian saya menunjukkan bahwa biasanya
pendoa syafaat yang sedikit itu, hanya 5 persen, bukan 20 persen.
Dengan kata lain, 5 persen anggota gereja, memberikan 80 persen doa
syafaat yang berarti. Saya sesungguhnya sadar bahwa pernyataan seperti
ini akan menjengkelkan, karena beberapa alasan. Beberapa orang akan
mengatakan bahwa hal itu tentunya tidak benar, dan bahwa seharusnya
lebih banyak jumlah orang Kristen yang benar-benar berdoa. Saya setuju
dengan semua alasan tadi. Namun demikian, hal itu dapat disanggah,
sebab sedikit saja anggota gereja yang mengenal dirinya dan diakui
oleh orang lain sebagai pendoa yang menonjol.

Waymon Rodgers -- gembala sidang sebuah jemaat besar di Kentucky,
bercerita tentang seorang laki-laki di gerejanya yang datang dan
berkata padanya, "Saya ingin meminjam kunci gereja. Saya ingin berdoa
di gereja." Ketika Rodgers memberitahukan bahwa gereja setiap hari
dibuka pukul 08.00 pagi, orang itu menjawab, "Saya biasa bangun dan
berangkat kerja pukul 04.30 pagi. Setelah pensiun, Saya ingin
memberikan waktu saya untuk berdoa dan berpuasa." Ia mendapatkan kunci
itu, dan setiap hari ia datang ke gereja pukul 04.00 pagi dan berdoa
sampai pukul 07.00 pagi. Sebagai gembala jemaat, Anda pasti tahu,
bahwa tidak mungkin untuk mengatakan pada jemaat, "Kalau dia dapat
melakukannya, pasti setiap orang dapat melakukannya juga," dan
berusaha untuk memaksa setiap anggota jemaat untuk berdoa dari pukul
04.00 sampai pukul 07.00 setiap pagi. Jauh lebih realistis, untuk
mengakui orang itu sebagai satu di antara sedikit pendoa syafaat yang
penting dalam pelayanan doa jemaat. Siapakah mereka yang hanya sedikit
namun penting ini? Mereka adalah orang-orang yang memunyai karunia doa
syafaat.

Memahami Karunia-Karunia Rohani

Untuk dapat memahami karunia doa syafaat, kita perlu belajar untuk
memahami pengajaran yang alkitabiah mengenai karunia-karunia rohani.
Seperti kata Paulus, "Sekarang tentang karunia-karunia Roh, Aku mau
saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya." (1 Korintus
12:1) 
Alkitab mengatakan bahwa jemaat adalah satu tubuh, yaitu Tubuh
Kristus (Efesus 1:22-23). Tubuh Kristus memiliki berbagai fungsi
sebagaimana halnya tubuh manusia. Paulus berkata, "Sebab sama seperti
pada satu tubuh kita (maksudnya tubuh manusia) memunyai banyak
anggota, tetapi tidak semua anggota itu memunyai tugas yang sama."
(Roma 12:4-5) Ayat ini memberikan kunci penting bagi kita untuk
memahami karunia-karunia rohani dan fungsinya. Kalau kita semua adalah
anggota-anggota suatu tubuh, bagaimana kita tahu kalau kita adalah
hidung atau ibu jari atau hati atau kelopak mata? Kita mengetahuinya
dengan menemukan karunia atau karunia-karunia rohani yang kita miliki.
"Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang
diperoleh oleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih
karunia Allah." (1 Petrus 4:10)

Allah memberikan satu atau beberapa karunia rohani kepada setiap orang
percaya. Tidak ada yang terkecuali. Dalam dunia pendidikan, ada
sekolah khusus untuk "anak-anak berbakat". Namun, dalam jemaat kita,
semua program disediakan bagi anak-anak Allah yang berbakat, karena
kita semua berbakat (berkarunia). Memang karunia kita berbeda-beda.
Beberapa orang adalah telinga dan beberapa orang adalah mata, dan
telinga tidak perlu berkata "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk
tubuh," (1 Korintus 12:16) Kalau kita memahami karunia kita, kita akan
dapat melayani Allah dengan lebih baik lagi dalam jemaat. Tubuh
Kristus begitu kompleks, sehingga Allah dengan bijaksana tidak
membiarkan kita memilih sendiri karunia-karunia kita. Kalau dibiarkan,
banyak orang yang akan memilih menjadi mata. Bagaimanapun, siapa yang
akan memilih menjadi hati kalau ia dapat menjadi mata? Padahal
sebenarnya tubuh bisa hidup tanpa mata, namun tidak mungkin tanpa
hati. "Justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah,
itulah yang paling dibutuhkan." (1 Korintus 12:22)

Allah Menentukan Karunia

Hanya Allah yang kenal kita dengan pasti, sehingga menentukan kita ini
bagian tubuh yang mana seharusnya. Roh Kudus "memberikan karunia
kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya."
(1 Korintus 12:11) Allah telah memberikan kepada anggota suatu tempat
pada tubuh "seperti yang dikehendaki-Nya" (1 Korintus 12:18). Karunia
yang kita terima, bergantung sepenuhnya pada wewenang Allah dan
anugerah-Nya. Kata yang digunakan dalam Alkitab untuk karunia rohani
adalah "charisma" ( Yunani "charis" = anugerah). Kita tidak bekerja
untuk mendapatkan karunia kita dan kemudian menerimanya sebagai upah.
Allah, menurut anugerah dan hikmat-Nya, memberikannya pada kita. Jadi,
bagaimana pertanggungjawaban pribadi kita? Sebagai orang percaya,
salah satu prioritas utama kita adalah menemukan karunia mana yang
diberikan Allah pada kita. Kemudian, kita bertanggung jawab untuk
menjadi "pengurus yang baik" atas karunia-karunia itu (1 Petrus 4:10).
Kita dapat menjadi pengurus yang baik, dengan mengembangkan karunia-
karunia yang kita miliki, dan kemudian menggunakannya dalam pelayanan
untuk kemuliaan Allah.

Berapa Jumlah Karunia Itu?

Sebuah buku teks anatomi menyebutkan berapa jumlah bagian-bagian
anggota tubuh manusia. Sayang sekali, tidak demikian halnya dengan
Tubuh Kristus. Sangat banyak perbedaan pendapat mengenai jumlah
karunia rohani ini. Berdasarkan hasil penelitian yang saya lakukan,
saya menemukan ada 27 karunia rohani. Saya sama sekali tidak berusaha
memancing perdebatan dengan orang-orang yang berpendapat lain.
Bagaimana saya dapat menyimpulkan adanya 27 karunia ini? Pertama, saya
mendapatkan 3 daftar utama karunia-karunia rohani dalam Perjanjian
Baru di Roma 12; 1 Korintus 12, dan Efesus 4. Ketiga daftar itu tidak
ada yang lengkap -- banyak karunia yang disebutkan tumpang tindih.
Beberapa karunia disebutkan hanya dalam satu daftar, beberapa dalam
dua daftar, dan beberapa lagi dalam ketiga-tiganya. Gabungan ketiga
daftar itu menghasilkan 20 karunia: bernubuat, melayani, mengajar,
menasihati, memberi, memimpin, menunjukkan kemurahan, hikmat,
pengetahuan, iman, penyembuhan, mukjizat, membeda-bedakan roh,
berbahasa roh, menafsirkan bahasa roh, rasul, menolong, administrasi,
penginjil, dan gembala.

Beberapa karunia juga disebutkan di luar ketiga daftar utama tadi.
Jumlahnya ada lima yaitu: selibat (1 Korintus 7:7), hidup miskin
secara sukarela (1 Korintus 13:3), martir (1 Korintus 13:3), memberi
tumpangan (1 Petrus 4:9-10), dan utusan Injil (Efesus 3:6,9). Jadi,
seluruhnya ada 25 karunia yang disebutkan dalam Perjanjian Baru. Nah,
masalah berikut ini sangat penting untuk dapat memahami adanya karunia
berdoa syafaat. Kalau ketiga daftar utama karunia rohani itu tidak ada
yang lengkap, dan kalau gabungan ketiganya juga tidak lengkap,
mungkinkah ke-25 karunia yang terdapat dalam Perjanjian Baru itu,
hanya suatu daftar yang terbuka dan masih dapat ditambahi lagi? Saya
rasa bisa, namun harus terlebih dahulu diakui bahwa saya tidak dapat
berdebat dengan mantap untuk membuktikan dugaannya. Saya memberanikan
diri, karena beberapa sarjana dan pengarang lain juga telah menarik
kesimpulan yang sama. Hal ini alkitabiah, karena Alkitab tidak
mengatakan bahwa daftar itu tertutup; memperdebatkannya tidak
mendatangkan banyak manfaat. Namun, kami juga melakukannya berdasarkan
pengamatan yang mendalam, mengenai bagaimana orang-orang Kristen
berfungsi sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus.

Beberapa orang yang berpola pikir seperti ini menyarankan 4 karunia
lain, yang tidak termasuk dalam daftar saya. Bagi saya tidak ada
masalah. Keempat karunia itu adalah bertukang, berkhotbah, menulis,
dan bermain musik. Beberapa kali saya diminta untuk memasukkan karunia
bermain musik di dalam daftar saya, sehingga menjadi 28. Dua karunia
yang saya tambahkan dalam daftar itu adalah mengusir setan (yang bisa
juga disebut pelepasan) dan berdoa syafaat. Alasan utamanya adalah
karena saya telah melihat karunia-karunia ini bekerja dalam jemaat.

Karunia Mengusir Setan

Di kalangan teologis, kerasukan setan semakin dikenal sebagai suatu
masalah dalam jemaat. Bahkan di gereja-gereja yang sudah lama memiliki
pelayanan pelepasan, orang-orang tertentu secara teratur dipanggil
untuk menangani kasus-kasus yang sulit. Mereka memiliki karunia yang
lebih dibandingkan dengan orang lain, dalam kemampuan untuk berurusan
dengan roh jahat, meskipun saya percaya setiap orang Kristen diberi
kuasa untuk mengusir setan dalam nama Yesus.

Perbedaan Antara Karunia-Karunia Rohani dan Peranan Orang Kristen

Setiap karunia rohani, seperti halnya setiap anggota tubuh manusia,
secara terpisah adalah minoritas. Anggota tubuh yang bukan jari tidak
dapat menggantikan jari. Yang bukan paru-paru tidak dapat menggantikan
paru-paru. Demikian juga dalam jemaat. Yang bukan gembala tidak dapat
menggantikan gembala. Yang bukan pengajar tidak dapat menggantikan
pengajar. Yang tidak berkarunia menyembuhkan tidak dapat menggantikan
yang berkarunia menyembuhkan. Demikian pula dengan karunia-karunia
yang lain. Meskipun secara relatif hanya sedikit orang Kristen yang
memiliki suatu karunia rohani, semua orang Kristen, tanpa kecuali,
memiliki peranan yang sejajar dengan sebagian besar karunia-karunia
itu. Misalnya, tidak semua orang Kristen memiliki karunia penginjil,
namun semuanya memiliki peran untuk menjadi saksi bagi Kristus dan
membawa orang kepada Tuhan. Tidak semua orang memunyai karunia
memberi, namun semuanya memunyai peran untuk memberi persepuluhan dan
persembahan secara murah hati. Tidak semua orang memunyai karunia
penyembuhan, namun semua orang memunyai peran berdoa untuk orang
sakit. Demikian seterusnya untuk karunia-karunia yang lain. Perbedaan
ini benar-benar sangat penting. Kita semua melakukan berbagai hal
dalam jemaat kita, dengan menggunakan berbagai peran yang Allah
berikan. Namun, biasanya hanya sedikit hal yang kita lakukan dengan
tingkat kuasa dan efektivitas yang lebih tinggi dan lebih konsisten,
karena kita menerima urapan khusus dari Roh Kudus melalui karunia
(karunia) rohani kita.

Doa Syafaat sebagai Suatu Peran bagi Orang Kristen

Syafaat adalah salah satu jenis doa. Syafaat ini sangat penting,
sehingga Yesus sendiri disebut sebagai pendoa syafaat. Yesus Kristus,
yang duduk di sebelah kanan Allah, "juga berdoa syafaat bagi kita"
(Roma 8:34, NKJV). Demikian juga, Roh Kudus "sesuai dengan kehendak
Allah, berdoa syafaat untuk orang-orang kudus." (Roma 8:27) Bapa,
tentu saja tidak disebutkan sebagai pendoa syafaat, karena hanya
kepada Dialah doa syafaat ini dinaikkan. Dalam tataran manusia, Paulus
menandai dirinya sebagai seorang pendoa syafaat, ketika dia berkata
kepada orang-orang di Roma, "dalam doa aku selalu mengingat kamu."
(Roma 1:9) Sebelum mengembangkan gagasan mengenai doa syafaat sebagai
suatu karunia rohani, saya ingin menegaskan, bahwa syafaat adalah
suatu peran yang selayaknya dilakukan oleh setiap orang Kristen yang
setia. Dalam kenyataan, saya tidak pernah menjumpai orang Kristen yang
tidak dengan agak teratur, berdoa bagi orang lain. Paulus berkata
kepada Timotius, "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah
permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang."
(1 Timotius 2:1) Yakobus mengatakan, "Hendaklah kamu saling mengakui
dosamu dan saling mendoakan supaya kamu sembuh." (Yakobus 5:16)

Bukan hanya setiap kita seharusnya berdoa syafaat untuk orang lain,
namun sebagian besar dari kita, seharusnya melakukannya lebih banyak
lagi. Saya mengakui bahwa meskipun saya bersyafaat untuk orang lain,
syafaat saya itu belum cukup. Saya perlu bersyafaat lebih banyak lagi
untuk pasangan hidup saya, anak-anak saya, keluarga besar saya,
rekan-rekan pelayanan saya, gembala saya, dan teman-teman saya, baik
yang sudah selamat maupun yang belum selamat. Suatu kehidupan Kristen
yang layak, seharusnya ditandai dengan suatu waktu khusus setiap hari
untuk berdoa. Peraturan itu bukan hanya untuk beberapa orang Kristen,
namun untuk semuanya. Bersyafaat adalah suatu peran universal untuk
orang Kristen.

Doa Syafaat sebagai Suatu Karunia Rohani

Doa syafaat tidak termasuk dalam ke-25 karunia rohani yang disebutkan
secara khusus dalam Perjanjian Baru. Namun, seperti karunia mengusir
setan, saya percaya, bahwa karunia doa syafaat dapat ditambahkan ke
dalam daftar ini. Ketika saya membicarakannya kepada para gembala,
mereka hampir tanpa kecuali mengatakan bahwa dalam jemaat mereka, ada
orang-orang tertentu yang secara terbuka, diakui memiliki suatu
pelayanan doa yang khusus, melebihi orang-orang pada umumnya. Inilah
kunci awal, bahwa mereka mungkin memiliki karunia bersyafaat. Berikut
ini definisi saya mengenai karunia berdoa syafaat: Karunia doa syafaat
yang diberikan oleh Allah kepada beberapa anggota Tubuh Kristus selama
waktu-waktu yang agak lama, dan sering melihat jawaban-jawaban khusus
untuk doa mereka dalam kadar yang lebih besar daripada yang diharapkan
dari orang Kristen biasa.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul asli buku: Prayer Shield
Judul buku: Perisai Doa
Judul asli artikel: Para pendoa Syafaat
Penulis: C. Peter Wagner
Penerjemah: Arie Saptadji
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta 1999 dan Metanoia Publishing, Jakarta 1999
Halaman: 29 -- 38

              STOP PRESS: KUMPULAN BAHAN PASKAH DARI YLSA

Apakah Anda sedang bingung mempersiapkan acara Paskah di gereja,
persekutuan, atau komunitas Anda? Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
< http://www.ylsa.org > menyediakan sejumlah sumber bahan Paskah
pilihan dan alkitabiah untuk membantu Anda menemukan pengetahuan
Alkitab dan inspirasi untuk menyambut Paskah.

Anda bisa berkunjung ke Situs Paskah Indonesia
< http://paskah.sabda.org/ > yang memuat segudang bahan menarik
seputar Paskah, antara lain artikel, drama, puisi, kesaksian, dan
buku. Anda juga bisa menyumbangkan bahan-bahan Paskah karya Anda di
situs ini dan membagikannya kepada orang lain. Jika waktu Anda
terbatas dan membutuhkan referensi tepercaya seputar bahan Paskah,
berbagai link dan daftar kategori di situs mini < http://paskah.co/ >
akan menolong Anda menyeleksi bahan-bahan yang Anda butuhkan.

YLSA juga menghadirkan kisah-kisah Paskah dalam bentuk video yang
memadukan unsur teks, audio, dan grafis menarik yang dapat diunduh
secara gratis di YouTube < http://youtube/user/sabdaalkitab >. Selain
itu, Anda juga kami undang untuk berinteraksi dengan anak-anak Tuhan
yang lain melalui "sharing" dan diskusi seputar perayaan Paskah di
Facebook Paskah < http://fb.sabda.org/paskah >. Paskah segera datang,
jangan menunda lagi. Segera kunjungi keempat pranala kami dan dapatkan
bahan-bahan Paskah dari YLSA!

Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org