Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-binasiswa/96

e-BinaSiswa edisi 96 (7-5-2018)

Pemuridan Kristen bagi Generasi Digital

Pemuridan Kristen bagi Generasi Digital -- Edisi 96/I/Mei 2018
 
Pemuridan Kristen bagi Generasi Digital
Edisi 96/I/Mei 2018
 
e-BinaSiswa

Salam damai sejahtera,

Teknologi digital terus berkembang dan sangat cepat diadaptasi oleh anak-anak muda saat ini, yaitu anak-anak muda dari generasi yang sering disebut sebagai digital natives. Jika saat ini gereja tanggap dengan teknologi digital, hal ini menjadi peluang besar bagi gereja untuk melakukan pemuridan secara digital. Gereja dapat memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan Injil sehingga para pengikut Kristus dapat bertumbuh dalam iman mereka untuk mengenal Allah.

Kiranya melalui artikel e-BinaSiswa edisi 96 ini, kita semua bisa belajar dan berani untuk memuridkan generasi digital. Selamat menikmati sajian kami, dan mari kita bersama-sama belajar untuk melayani digital natives.

Lena

Redaksi Tamu e-BinaSiswa,
Lena

 

ARTIKEL Pemuridan: Jalan Menuju Kedewasaan Penuh dalam Kristus

Pemuridan merupakan suatu proses pelipatgandaan secara dinamis yang dapat menjangkau generasi penerus, bahkan berpengaruh pada abad yang akan datang. Mengambil teladan seorang yang bernama Edward Kimball, seorang guru sekolah minggu pada tahun 1800-an, yang memulai pelayanan pemuridan dalam kelasnya. Hasilnya begitu nyata, dan bahkan mungkin saudara pun merupakan hasil langsung dari pelipatgandaan rohani yang dilakukan Kimball.

Gambar: Pemuridan digital

Dimulai dengan beban Kimball untuk menjangkau setiap anak yang terhilang untuk dibawa kepada Kristus. Salah satunya adalah seorang pemuda miskin yang bekerja di sebuah toko sepatu. Tidak ada harapan sedikit pun bahwa pemuda tersebut bakal berguna bagi masyarakat. Akan tetapi, pemuda ini, yaitu Dwight L. Moody, kemudian menjadi terkenal sebagai perintis teknik-teknik modern di bidang pengabaran Injil massa. Selama pelayanannya, seorang pendeta yang bernama F.B. Meyer diperbarui oleh Roh Kudus. Dari pengajaran F.B. Meyer, seorang pendeta muda yang bernama J. Wilbur Chapman mengalami perubahan.

Meskipun J.W. Chapman dipakai Tuhan di seluruh dunia untuk membawa orang kepada Kristus, seorang pembantu dalam kampanye kebangunan rohani Chapman, seorang bekas juru tulis dari MCA, itulah yang meneruskan rantai pelipatgandaan Kimball. Namanya ialah Billy Sunday.

Billy Sunday berkhotbah melintasi seluruh Amerika Utara dengan hasil yang menakjubkan. Kebangunan rohaninya di Charlotte, North Carolina menghasilkan beberapa petobat yang mengorganisir sebuah kelompok doa agar Tuhan melanjutkan pelayanan penginjilan melalui orang-orang di Charlotte. Mereka mengundang Mordecai Ham untuk berbicara. Selama suatu pertemuan, beberapa remaja telah dimenangkan kepada Kristus, termasuk seorang pemuda yang bernama Billy Graham. Dan, rantai pelipatgandaan ini masih berlangsung hingga saat ini.

Kristus memanggil kita menjadi murid-murid yang secara rohani melipatgandakan dirinya, menjangkau orang lain ... menjangkau orang lain ... menjangkau orang lain.

Arti Pemuridan

Gambar: Mathetes

Kata Yunani untuk murid adalah mathetes, digunakan sebanyak 269 kali dalam kitab-kitab Injil dan Kisah Para Rasul. Kata itu berarti orang "yang diajar" atau "dilatih". Mereka bukan hanya seorang murid, melainkan seorang pengikut; mereka mencerminkan sebagai tiruan sang guru.

Pemuridan adalah proses pendewasaan rohani seseorang yang baru saja "lahir baru" sehingga tercapai:

Menjadi Kristen tanpa pernah menjadi murid akan membuatnya hanya sebagai "bayi-bayi rohani". Seorang bayi hanya mengonsumsi susu, dan demikian juga bayi rohani. Mereka tidak dapat mengonsumsi makanan keras. "Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa." (Ibrani 5:11-14; 1 Korintus 3:2) Bahkan, banyak terjadi orang yang baru saja menerima Tuhan Yesus meninggalkan imannya kepada Tuhan. Hal itu terjadi karena yang bersangkutan tidak segera dimuridkan.

Pemuridan itu merupakan hal yang penting untuk dilakukan bukan hanya karena alasan-alasan di atas, melainkan lebih dari itu, karena pemuridan merupakan Amanat Agung Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke surga; "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku ..." (Matius 28:19). Mengakui Kristus sebagai Tuhan, berarti mengakui bahwa perintah-Nya mutlak untuk dilakukan.

Unduh Audio

Diambil dari:
Judul buletin : Empowering
Judul artikel : Pemuridan: Jalan Menuju Kedewasaan Penuh dalam Kristus
Edisi buletin : Mei -- Juni 2001
Penulis artikel : Lydia CSES
Halaman : 11
 

KIAT PEMBINA Pemuridan Digital: Cara Membuat Strategi Yang Efektif + Sebelas Ide

Jumlah pengguna aktif Facebook setiap bulannya di seluruh dunia adalah 1,44 milyar. Dengan semakin bertambahnya jumlah waktu yang orang-orang gunakan secara daring, gereja seharusnya memberi pengaruh ke ruang ini untuk melakukan pemuridan. Yesus memerintahkan gereja-Nya untuk melakukan pemuridan, dan jika orang-orang menggunakan waktu mereka secara daring, gereja seharusnya ada di sana untuk menjadikan mereka murid.

Apa Itu Pemuridan Digital?

Gambar: Pemuridan digital

Pemuridan digital adalah pemuridan yang terjadi secara digital. Itu adalah posisi di mana gereja memengaruhi teknologi demi menyebarkan Injil dan menolong para pengikut Yesus bertumbuh dalam iman mereka dan pengenalan mereka akan firman Allah.

Sebagian besar gereja, setidaknya, merekam audio khotbah-khotbah mereka, lalu memasangnya secara daring di platform-platform podcast yang tersedia, seperti iTunes. Jika Anda tidak sedang melakukannya dan ingin mengetahui bagaimana caranya, bacalah artikel Nate Smoyer. Akan tetapi, itu hanyalah satu bagian kecil dari pemuridan digital. Sebenarnya, itu mungkin hanya permukaan dari seluruh kemungkinan yang ada.

Meski saya akan memberi Anda sejumlah ide mengenai bagaimana melakukan pemuridan digital, kuncinya adalah memiliki strategi. Sebab, tanpa itu, Anda akan berakhir dengan kekacauan.

Tiga Pertanyaan untuk Membentuk Strategi Anda

Kita sering menyusun tujuan di seputar seri khotbah, atau bahkan satu khotbah, dengan mengajukan beberapa variasi pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apa yang saya inginkan supaya mereka ketahui?
  • Apa yang saya inginkan supaya mereka lakukan?
  • Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat langkah selanjutnya?

Pertanyaan-pertanyaan yang sama dapat digunakan untuk membuat kerangka strategi pemuridan digital Anda. Saat Anda membuat konten, kebenaran teologis atau kebenaran-kebenaran apa yang Anda inginkan supaya didapatkan oleh orang-orang dari perangkat pintar mereka? Apa yang Anda inginkan supaya mereka lakukan? Apa yang mungkin akan menjadi langkah selanjutnya begitu mereka mendapatkan pengalaman khusus ini?

Dalam The Crossing (program pemuridan - Red.), kami memiliki model pemuridan yang berhubungan dengan masa peredaran atau putaran (yang menjelaskan strategi pemuridan digital kami dengan baik) yang difokuskan pada tujuan menghubungkan semua orang ke dalam relasi dengan Yesus. Kami melakukan ini dengan berfokus pada tiga hal:

  • Membawa orang masuk
  • Membuat orang bertumbuh
  • Mengutus orang keluar

Jadi, saat orang-orang ada dalam perjalanan pemuridan, mereka akan dibawa, ditumbuhkan, dan diutus. Ketika ini terjadi, mereka akan mulai membawa orang lain, menumbuhkan orang lain, dan mengutus orang lain.

Ketika Anda memikirkan strategi pemuridan digital, Anda seharusnya mengajukan pertanyaan kepada diri Anda sendiri, apa yang sedang kita usahakan untuk dicapai sebagai sebuah gereja, dan bagaimana itu dapat dipengaruhi secara digital?

Sebelas Ide untuk Diterapkan dalam Strategi Anda

Begitu Anda memiliki strategi yang sudah diputuskan dan Anda tahu tujuan-tujuan Anda, maka Anda bisa mulai membuat konten atau mendaur ulang konten yang sudah ada untuk digunakan dalam pelayanan pemuridan digital Anda.

1. Pasang Audio Khotbah Anda secara Daring

Gambar: Khotbah audio

Jika Anda menggunakan WordPress untuk situs web gereja Anda, sebuah alat gratis untuk membuat khotbah audio menjadi podcast yang bisa dikirimkan ke iTunes, Stitcher, dan platform lainnya adalah Blubrry. Itu adalah sebuah plugin yang mudah digunakan dan diatur.

2. Pasang Video Khotbah Anda secara Daring

Ini akan membutuhkan biaya, tetapi sepadan dengan hasilnya. Anda akan perlu memilih kamera video yang tepat, mengedit video, dan memublikasikannya secara daring. Jika Anda tidak terbiasa dengan cara-cara mengedit video, lihatlah video belakang layar tentang mengedit ini.

3. Pasang Audio Kelas secara Daring

Jika gereja Anda memiliki kelas-kelas pembinaan, gunakan konten itu secara daring sebagai tambahan selain pertemuan secara tatap muka. Anda akan perlu mengedit audio secara tepat dan memiliki alat rekaman audio yang baik. Berikut adalah audio bagus yang terhubung ke iPhone Anda.

4. Mulailah Sebuah Blog untuk Gereja Anda

Adakah seorang staf yang bisa menulis? Adakah seorang relawan di gereja Anda yang bisa menulis? Saya yakin ada. Pekerjakan tim yang terdiri dari orang-orang untuk membuat postingan blog bermanfaat yang membuat strategi Anda lebih maju. Ingin contoh bagus tentang blog gereja yang memberi manfaat secara rutin? Lihatlah blog NewSpring.

5. Doronglah Staf untuk Memulai Blog Mereka sendiri

Orang-orang lebih banyak terhubung kepada orang daripada kepada label. Entah Anda menyukainya atau tidak, gereja Anda bisa diterima sebagai sebuah label meskipun ada orang-orang di balik kontennya. Jika Anda berada di lingkungan dengan banyak staf, doronglah anggota staf lainnya untuk memulai blog mereka sendiri.

6. Mulai Vlog Minggu Pagi Sehubungan dengan Khotbah

Jika Anda bukan seorang pengkhotbah, saya ingin memberi tahu Anda sebuah rahasia kecil: sering kali, apa yang dikatakan dalam khotbah bukanlah segala hal yang mungkin bisa disampaikan. Maksud saya adalah mungkin ada cerita, ilustrasi, atau segi yang bisa dimasukkan pendeta Anda ke dalam pesan khotbahnya, tetapi tidak cukup waktunya. Gunakan konten yang tidak terpakai itu dalam vlog untuk memberikan harapan yang menguatkan pada Minggu pagi.

7. Mulailah "Tantangan 30 Hari" Melalui Email Otomatis

Email memiliki pengaruh yang besar. Orang-orang memperhatikan apa yang masuk ke kotak masuk mereka. Jadi, mengapa tidak meningkatkan hal itu untuk menolong iman orang-orang agar bertumbuh? Buatlah 30 email singkat dan langsung yang dimaksudkan untuk menantang jemaat Anda dengan cara khusus, lalu beri tahu orang-orang apa yang sedang berlangsung. Beri mereka kesempatan untuk mendaftar (baik secara daring maupun secara tatap muka) dan gunakan email marketing otomatis dengan MailChimp (gratis untuk maksimal 2.000 subscriber) untuk mengirim 30 email selama 30 hari. Email otomatis dikenakan biaya 10 dollar/bulan. Beginilah cara sebuah gereja melakukannya dengan baik!

8. Buat Video Singkat dari Khotbah Hari Minggu

Alih-alih hanya memasang video seluruh khotbah secara daring di situs web dan di media sosial, editlah menjadi sebuah klip singkat yang mengangkat satu ide Life.Church (dahulunya LifeChurch​.​tv) melakukan ini dengan sangat baik di halaman Facebook mereka. Kami baru-baru ini mulai melakukan hal ini juga di halaman YouTube dan Facebook kami.

9. Buatlah Grafik Visual yang Bermanfaat untuk Media Sosial

Gambar: Media sosial

Jangan pernah anggap remeh kekuatan dari sebuah gambar. Jangan pernah anggap remeh kekuatan dari sebuah kalimat pendek. Itu bisa saja menjadi kekuatan yang dibutuhkan seseorang untuk mendekat kepada Allah di tengah keadaan yang berat. Saya suka Canva untuk hal ini. Berikut ulasan yang bagus mengenai hal itu di ChurchMag. Ini merupakan salah satu dari 20 alat dan aplikasi bagus untuk pendeta.

10. Rekamlah Video tentang Seseorang yang Menceritakan Kisah Mereka

Orang-orang bertumbuh karena mendengar kisah hidup orang lain tentang bagaimana Allah sedang bekerja dalam kehidupan mereka. Kisah hidup begitu besar pengaruhnya, jadi pakailah itu. Anda perlu mencari peluang untuk melakukan ini, tetapi sepadan dengan hasilnya. Rekamlah video, unggah ke YouTube atau Vimeo, kemudian bagikan ke berbagai media sosial Anda dan di blog gereja Anda.

11. Tulis dan Publikasikan Lagu Penyembahan Asli/Orisinil

Saya tahu. Lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Namun, jika Anda punya orang-orang untuk melakukannya, mengapa tidak?

Pemuridan Digital Seharusnya Hanya Menjadi Satu Bagian dari Seluruh Strategi Anda

Pemuridan digital hanyalah satu hal karena orang-orang menggunakan waktu mereka di dunia digital. Meskipun demikian, hal bagusnya adalah orang-orang itu nyata, dan kita masih bisa mengadakan pemuridan secara tatap muka sebagai sarana normal kita untuk menumbuhkan iman orang-orang. Kuncinya adalah menciptakan sebuah strategi yang bekerja bersama-sama dengan seluruh strategi pemuridan Anda, kemudian membuat konten yang akan menolong orang-orang bergerak maju dalam perjalanan mereka bersama dengan Allah. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Rookie Preacher
Alamat situs : http://rookiepreacher.com/create-digital-discipleship-strategy/
Judul asli artikel : Digital Discipleship: How to Create an Effective Strategy + 11 Ideas
Penulis artikel : Brandon Kelley
Tanggal akses : 17 Januari 2018
 
Stop Press! Dapatkan Publikasi 40 Hari Doa, Mengasihi Bangsa dalam Doa!

Publikasi 40 Hari Doa

Yayasan Lembaga SABDA melalui publikasi 40 Hari Doa mengajak Anda bersatu hati untuk mendoakan saudara-saudara kita yang akan melaksanakan ibadah puasa pada Mei-Juni mendatang. Dengan bergabung dalam gerakan doa ini, kita akan bersama-sama memohon kuasa Tuhan dinyatakan bagi saudara-saudara kita sehingga mereka dapat beroleh jalan kepada Kristus, sang Kebenaran Sejati.

Jika Anda rindu untuk bergabung dalam gerakan doa ini, silakan kirimkan alamat e-mail Anda ke: subscribe-i-kan-buah-doa@hub.xc.org. Anda juga dapat mengajak teman-teman Anda untuk bergabung menjadi pendoa dengan mengirimkan alamat e-mail mereka ke Redaksi e-Doa di: doa@sabda.org. Setelah terdaftar menjadi pelanggan, Anda akan menerima kiriman publikasi kami melalui email.

Mari, kita bersatu hati dan berdoa supaya setiap suku bangsa memuliakan nama-Nya. Amin.

"... supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa." (Mazmur 67:2)

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-BinaSiswa.
binasiswa@sabda.org
e-BinaSiswa
@sabdabinasiswa
Redaksi: Amidya, Ariel, dan Davida
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2018 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org