Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-binasiswa/111

e-BinaSiswa edisi 111 (10-12-2018)

Inkarnasi Kristus (2)

Inkarnasi Kristus (2) -- Edisi 111/II/Desember 2018
 
Inkarnasi Kristus (2)
Edisi 111/II/Desember 2018
 
e-BinaSiswa

Salam damai sejahtera,

Natal telah tiba! Seluruh jemaat Tuhan, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, hingga lanjut usia menyambut dan merayakan Natal dengan antusias. Namun, setiap perayaan yang kita lakukan akan menjadi sia-sia jika kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya bayi yang berada di palungan itu adalah Sang Putra yang kekal, yang turun ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia. Ada beberapa hal yang perlu kita sadari dan ketahui mengenai inkarnasi Yesus Kristus sebagai manusia. Pembahasan lebih mendalam mengenai hal ini dapat Anda baca dalam Kiat Pembina Sepuluh Hal yang Seharusnya Anda Ketahui tentang Inkarnasi. Kiranya melalui bahan ini, Anda akan menyadari dan merayakan Natal secara berbeda, dan tentunya merayakan Natal dengan esensi yang sejati.

Dalam edisi kali ini, Pembaca setia e-BinaSiswa dapat pula menggunakan bahan ajar yang disajikan khusus untuk momen Natal dengan judul “Mengajarkan kepada Anak-Anak tentang Pelajaran Inkarnasi (Yohanes 1:1-2 dan 14)”. Melalui bahan ajar ini, kita diajak untuk kembali mengingat bahwa Natal ada karena Kristus datang ke dunia (inkarnasi) untuk memulai karya besar, yaitu keselamatan manusia. Natal menuntun kita untuk melihat bahwa bayi yang di palungan itu adalah Raja di atas segala raja. Tidak lupa, segenap redaksi e-BinaSiswa mengucapkan Selamat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Kiranya kasih Tuhan melimpah dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Lena L.

Staf redaksi e-BinaSiswa,
Lena L.

 

KIAT PEMBINA Sepuluh Hal yang Seharusnya Anda Ketahui tentang Inkarnasi

Artikel ini adalah bagian dari Seri 10 Hal yang Seharusnya Anda Ketahui

1. Pribadi atau subjek aktif dari inkarnasi adalah Sang Putra yang kekal.

Yohanes 1:14 jelas menyatakan, “Firman itu telah menjadi daging.” Dengan perkataan lain, Putra dari kekekalan itulah yang berinkarnasi, bukan sifat ilahi. Sang Putra, yang memiliki relasi kekal dengan Bapa dan Roh Kudus, rela merendahkan diri-Nya sendiri dan memilih untuk menjadi sama dengan manusia dan taat kepada Bapa-Nya demi keselamatan kita (Filipi 2:6-8).

2. Sebagai Putra yang kekal, pribadi kedua Allah Tritunggal, Dia adalah gambar dan ekspresi Bapa yang utuh dan karena itu sepenuhnya adalah Allah.

Bersama dengan Bapa dan Roh Kudus, Sang Putra secara penuh dan setara sama-sama memiliki sifat ilahi. Sebagai gambar dan kesesuaian Bapa (Kolose 1:15; Ibrani 1:3), Putra adalah sepenuhnya Allah. Semua kesempurnaan dan sifat Allah adalah kesempurnaan dan sifat-Nya juga karena Kristus adalah Allah Putra (Kolose 2:9). Sebagai Putra, Dia berbagian dalam aturan ilahi, menerima penyembahan ilahi, dan melakukan pekerjaan ilahi sebagai Putra (Mazmur 110:1; Efesus 1:22; Filipi 2:9-11; Kolose 1:15-17; Ibrani 1:2-3; Wahyu 5:11-12).

3. Sebagai Allah Putra, Dia selalu ada dalam relasi kekal dengan Bapa dan Roh Kudus, yang sekarang ditunjukkan secara mulia dalam inkarnasi.

Inkarnasi Kristus

Adalah tepat bahwa Putra itu sendiri, yang berasal dari Bapa oleh Roh Kudus, berinkarnasi dan bukan pribadi ilahi lainnya (Yoh. 1:1-2, 14, 18). Dalam inkarnasi, Sang Putra menunjukkan kebergantungan ilahi-Nya kepada Bapa dan selalu bertindak dalam relasi dengan Bapa oleh Roh Kudus (Yohanes 5:19-30; Markus 1:12; Lukas 4:1-21). Sejak kekekalan dan dalam inkarnasi, Sang Putra tidak pernah bertindak semau-Nya sendiri atau tidak bergantung, melainkan selalu ada dalam relasi dengan dan tidak terpisahkan dari Bapa-Nya dan Roh Kudus.

4. Inkarnasi adalah tindakan menambah, bukan mengurangi.

Dalam inkarnasi, Putra yang kekal yang selalu memiliki natur ilahi tidak berubah atau menanggalkan ketuhanan-Nya. Sebaliknya, Dia menambahkan kepada diri-Nya natur kedua, yaitu natur manusia yang terdiri dari tubuh dan jiwa manusia (Filipi 2:6-8). Karena itu, individu Yesus adalah satu pribadi -- Sang Putra -- yang sekarang hidup dalam dua natur, maka Dia adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia.

5. Natur manusia yang dikenakan oleh Putra ilahi adalah sepenuhnya manusia dan sama sekali tidak berdosa.

Natur manusia Kristus tidak terjatuh ke dalam dosa dan bebas dari akibat dosa. Pembawaan sejak lahir dari kecenderungan kita untuk memberontak kepada Allah bukanlah bagian dari perubahan manusiawi Yesus. Yesus sepenuhnya mengalami akibat dari tinggal dalam dunia yang jatuh dalam dosa, tetapi Dia tidak ikut bersalah atau menjadi bagian dari dosa Adam yang diturunkan kepada umat manusia. Bahkan, Yesus tidak pernah berbuat dosa, dan Dia tidak mungkin melakukan dosa (Matius 3:15; Yohanes 8:46; Ibrani 4:15; 7:26; 1 Petrus 1:19). Meskipun Dia dicobai seperti kita, Dia dengan sempurna taat kepada Bapa, bahkan sampai mati, sebagai perantara perjanjian kita, sampai menggenapi keselamatan kita sebagai manusia Kristus Yesus (1 Timotius 2:5; Ibrani 5:5-10).

6. Kehamilan perawan merupakan alat mulia yang melaluinya, inkarnasi terjadi.

Inkarnasi sepenuhnya bersifat supernatural dan merupakan demonstrasi kedaulatan Allah Tritunggal dan inisiatif yang penuh anugerah untuk menebus umat-Nya (Matius 1:18-25; Lukas 1:26-38). Kehamilan perawan adalah waktu dan alat yang dengannya, Putra ilahi menambahkan natur manusia kepada diri-Nya. Dengan kehamilan perawan, Allah Tritunggal menciptakan natur manusia untuk Putra, dan sebagai hasilnya, dalam Yesus, kita benar-benar berjumpa dengan Allah secara langsung, bukan daging manusia yang ditinggali atau dibayang-bayangi, tetapi dalam kepenuhan kemuliaan yang tidak kurang. Meskipun kita melihat Yesus sebagai manusia, Dia jauh lebih daripada itu; Dia adalah Tuhan, Putra ilahi yang merendahkan diri-Nya sendiri dan menyelubungi kemuliaan-Nya dengan menjadi satu dengan kita.

7. Sejak dikandung, Sang Putra membatasi kehidupan ilahi-Nya sedemikian rupa sehingga Dia tidak menolak keterbatasan natur manusia-Nya.

Sebagai hasil dari inkarnasi, Putra ilahi hidup sebagai seorang yang benar-benar manusia dengan fisik, mental, kemauan, dan sifat-sifat psikologis dan kemampuan normal manusia yang asli. Sebagai Putra yang berinkarnasi, Dia mengalami rasa kagum dan kelemahan dari kehidupan manusia seutuhnya. Dia bertumbuh semakin besar dan semakin bijaksana (Lukas 2:52), mengalami air mata dan sukacita, lalu mati dan mengalami kebangkitan yang penuh kemuliaan demi umat-Nya dan untuk keselamatan mereka (Yohanes 11:33, 35, 19:30; 1 Korintus 15:3-4).

8. Namun, Sang Putra tidak terbatas pada natur manusia-Nya saja karena Dia terus bertindak dalam dan melalui natur ilahi-Nya.

Manusia Yesus

Kebenaran ini paling nyata terlihat dalam pemeliharaan alam semesta secara terus-menerus oleh Putra yang berinkarnasi (Kolose 1:16-17; Ibrani 1:3), bersamaan dengan tindakan ilahi Kristus yang lain selama hidup dan pelayanan-Nya. Dalam Kristus, ada dua natur yang tetap berbeda dan memakai sifat-sifat dan integritas mereka sendiri, tetapi Sang Putra mampu bertindak melalui kedua natur itu. Karenanya, Sang Putra sama sekali tidak dibatasi oleh natur manusia-Nya; Dia juga mampu bertindak di luar natur manusia-Nya itu dalam natur ilahi-Nya.

Dengan menguraikan ringkasan sistematik tentang Kristologi dari perspektif filosofis, alkitabiah, dan historis, buku ini menuntun kepada kesimpulan mutlak bahwa Kristus adalah Allah Putra yang berinkarnasi.

Kapan dan bagaimana Putra bertindak melalui kedua natur dijelaskan dengan baik sekali dalam relasi Allah Tritunggal yang dikerjakan dalam sejarah penebusan demi keselamatan kita. Sang Putra, yang selalu bertindak secara tidak terpisahkan dari Bapa dan oleh Roh Kudus, terus berbuat demikian, tetapi sekarang, sebagai Putra yang taat, bertindak sebagai perwakilan perjanjian kita dan pengganti kita. Dalam inkarnasi, tidak ada yang berkurang, baik keilahian Putra maupun kemanusiaan-Nya.

9. Dengan mengenakan natur manusia, Sang Putra menjadi manusia ciptaan baru yang pertama, perantara kita yang agung dan kepala perjanjian baru.

Sebagai Sang Putra yang berinkarnasi, Tuhan kita, Yesus Kristus, dalam hidup-Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya, membalikkan apa yang dilakukan oleh Adam pertama, dan menempa ke depan sebagai Adam terakhir, perintis dan pemenang kita yang agung (Ibrani 2:10). Sebagai hasil dari inkarnasi, Allah Putra memenuhi syarat dengan sempurna untuk memenuhi semua kebutuhan kita, terutama kebutuhan kita atas pengampunan dosa-dosa kita (Ibrani 2:5-18; 7:22-28; 9:15-10:18).

10. Allah Putra yang berinkarnasi adalah benar-benar Tuhan dan Juru Selamat yang unik dan satu-satunya.

Yesus sendiri sangat memenuhi semua kategori. Allah memberikan kepada-Nya segala kemuliaan dan kesempurnaan moral serta apa artinya dosa di hadapan Allah, terlepas dari inkarnasi Putra dan seluruh karya-Nya untuk kita, tidak ada keselamatan (Yohanes 14:6; Kisah Para Rasul 4:11). Sebagai Putra ilahi, Dia sendiri memuaskan penghukuman Allah terhadap kita dan tuntutan akan ketaatan yang sempurna (Roma 5:12-21). Sebagai Putra yang berinkarnasi, Dia sendiri bisa disamakan dengan kita sebagai perwakilan kita dan pengganti kita (Ibrani 5:1). Pengharapan keselamatan kita untuk pembayaran dosa kita dan pemulihan kita yang penuh sebagai ciptaan yang serupa dan segambar dengan Allah hanya digenapi dalam Yesus Kristus, Tuhan kita (Roma 3:21-26; Ibrani 2:5-18). (t/Jing-Jing)

Unduh Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Crossway
Alamat situs : https://www.crossway.org/articles/10-things-you-should-know-about-the-incarnation/
Judul asli artikel : 10 Things You Should Know about the Incarnation
Penulis artikel : Stephen J. Wellum
Tanggal akses : 5 November 2018
 

BAHAN AJAR Mengajarkan kepada Anak-Anak tentang Pelajaran Inkarnasi (Yoh. 1:1-2 dan 14)

Kisah Natal sering kali begitu akrab bagi anak-anak di gereja kita (dan bagi kita) sehingga kita lupa tentang kemegahannya. Kita lupa bahwa Allah menjadi manusia dan tinggal di antara umat-Nya. Terutama ketika mengajar anak-anak, kita sering kali berfokus pada domba dan gembala, malaikat, dan bayi di dalam palungan, tanpa berfokus pada kebenaran, yaitu bahwa Bayi di dalam palungan itu adalah Raja atas segala raja. Kita mendengar kisah itu begitu sering dan dengan cara yang sama sehingga karena sudah terbiasa, kita sulit melihatnya sebagai sesuatu yang baru dan terkagum-kagum.

Kisah ini akan memungkinkan Anda untuk menceritakan kisah Natal dalam cara yang unik dan berfokus pada inkarnasi Kristus. Kisah ini ideal untuk waktu bercerita bagi anak-anak SD (usia 6 -- 11), tetapi bisa diadaptasi untuk mengikutsertakan anak-anak yang lebih kecil.

Pohon Natal

Untuk cerita ini, Anda akan memerlukan sebuah pohon Natal -- boleh pohon asli, atau gambar/tempelan berbentuk pohon di tembok -- dan kata-kata, gambar-gambar, atau hiasan-hiasan untuk digantung di pohon saat Anda bercerita. Hiasannya bisa berupa kata-kata sederhana yang dicetak di kertas atau kata-kata yang ditulis pada hiasan yang besar, atau gambar-gambar yang mewakili kata-katanya.

“Siapa yang punya pohon Natal atau hiasan di rumah? Sepertinya, di sini, kita punya pohon Natal tanpa hiasan, jadi pagi ini, kita akan menghiasnya. Akan tetapi, kita harus berhati-hati dan menghiasinya dengan benda-benda yang membantu kita untuk mengingat mengapa Yesus datang ke bumi, yaitu bahwa Dia datang untuk menanggung penghukuman yang seharusnya kita terima. Dan, kita akan menghias pohon ini dengan beberapa ayat yang saya yakin kalian semua sudah mengetahuinya (Yohanes 1:1-2 & Yohanes 1:14 -- tempel ayat-ayat itu di poster jika memungkinkan).

Gunakan poin-poin diskusi berikut saat Anda memasang “hiasan” di pohon dengan menggunakan pola yang disarankan ini.

Allah -- Yohanes 1:1 dimulai dengan dua kata yang sama karena seluruh Alkitab dimulai dengan “Pada mulanya …”. Jika kita kembali ke Kejadian 1:1, kita melihat bahwa kata selanjutnya adalah Allah, yang mengingatkan kita bahwa Allah tidak memiliki awal dan bahwa Dia selalu ada di sana ketika segala sesuatu mulai ada karena Dia menciptakan semua yang lain. Nah, sekarang kita melihat sesuatu yang lain.

Firman -- Pada mulanya adalah Firman. Firman ada di sana pada mulanya, sebelum penciptaan dunia. Jadi, siapakah Firman itu? Mari kita baca kelanjutan Yohanes 1:1-2 bersama-sama. “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah bersama-sama dengan Allah sejak semula.” Saya tahu kalian semua langsung melompat ke jawaban di sini karena kalian mengetahuinya, tetapi mari pastikan kita memahami kebenaran dari Alkitab ini. Ayat ini memberi tahu kita bahwa pada mulanya, sebelum ada yang lain, ketika hanya ada Allah, ada seseorang yang bersama dengan Allah, dan seseorang ini adalah Allah itu sendiri. Kita tahu bahwa ayat ini sedang berbicara tentang Yesus, dan ayat ini membantu kita mempelajari kebenaran yang sangat penting tentang Yesus. Yesus adalah Allah, dan Dia selalu ada di sana. Dia sepenuhnya adalah Allah. Ayo ucapkan kebenaran itu bersama dengan saya, “Yesus sepenuhnya adalah Allah.”

Mari melanjutkan dan melihat apa yang terjadi pada “Firman” dan bagaimana Dia yang tadinya adalah Allah pada mulanya sampai Dia datang ke bumi.

Daging -- Yohanes 1:14 berkata, “Firman itu telah menjadi daging.” Yesus, yang baru saja kita katakan sepenuhnya adalah Allah, menjadi manusia; Dia mengenakan tubuh seperti kalian dan saya. Ini adalah kata yang penting untuk kalian (balik hiasan Daging ini untuk menunjukkan kata yang selanjutnya: Inkarnasi).

Inkarnasi -- Kata ini artinya mengenakan tubuh. Yesus adalah satu-satunya di seluruh dunia yang disebutkan dengan kata ini. Yesus adalah satu-satunya yang menjadi orang.

Yesus lahir

Jadi, bisa kita katakan bahwa Yesus adalah Allah yang berinkarnasi atau Allah di dalam tubuh atau Allah di dalam daging. Namun, bagaimana ini terjadi? Apakah Yesus muncul begitu saja suatu hari berjalan-jalan di jalanan dengan tubuh manusia lengkap? Mari kita mendengar kata-kata yang sudah sering kita dengar dari Lukas 2:1-20 (Minta seseorang untuk membacakan teksnya dengan jelas sementara Anda menaruh hiasan berikutnya di pohon -- gembala, malam, malaikat, KABAR BAIK, sukacita, semua orang, JURU SELAMAT, pemandangan kelahiran Kristus. Anda akan kembali ke hal-hal itu saat Anda menyelesaikan kisahnya).

Yesus menjadi seorang manusia dan mengambil rupa daging dengan dilahirkan sebagai seorang bayi. Dia lahir sebagai bayi yang akan bertumbuh besar menjadi Juru Selamat, yaitu Dia yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan umat-Nya. Apakah kalian mengerti apa yang dikatakan malaikat kepada para gembala? “Aku membawa Kabar Baik ….” Kabar baik apa? Kabar baiknya adalah bahwa Allah telah mengutus Mesias, sang Juru Selamat, sang penolong/pembebas yang selama ini mereka nanti-nantikan. (Gambarlah tanda salib pada kata-kata Kabar Baik.) Itulah artinya Natal.

Nah, setelah kita melihat bagaimana Yesus menjadi manusia, mari kita kembali ke Yohanes 1:14 dan melihat apa lagi yang bisa kita pelajari tentang Dia.

Ayat ini ditutup dengan perkataan, “Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan Anak Tunggal Bapa, penuh dengan anugerah dan kebenaran.” Akhir dari ayat ini menyimpulkan apa yang telah kita bicarakan dengan mengingatkan kita bahwa Yesus adalah kemuliaan Allah; Dia adalah Allah itu sendiri. Itu mengingatkan kita bahwa Dia berasal dari Bapa, atau seperti yang dikatakan dalam Yohanes 3:16, “Ia diutus oleh Allah Bapa.” Dan, kita diingatkan bahwa Yesus adalah kebenaran. Seperti yang Dia katakan sendiri kepada kita dalam Yohanes 14:6, Yesus adalah Jalan kepada Bapa (karena Dia berasal dari Bapa), Dia adalah kebenaran, dan Dia adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan kehidupan bersama dengan Bapa.

Marilah kita berdoa dan bersyukur kepada Allah untuk hadiah Yesus dan untuk cara Yesus datang ke dunia untuk tinggal bersama dengan umat-Nya dan menyelamatkan mereka dari dosa dan kematian. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Ministry to Children
Alamat situs : https://ministry-to-children.com/teaching-the-incarnation/
Judul asli artikel : Teaching Kids About the Incarnation (John 1:1-2 and 14) Lesson
Penulis artikel : Bethany Tapp
Tanggal akses : 12 Oktober 2018
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-BinaSiswa.
binasiswa@sabda.org
e-BinaSiswa
@sabdabinasiswa
Redaksi: Ariel, Amidya, dan Lena L.
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2018 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org