Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-binasiswa/84

e-BinaSiswa edisi 84 (11-9-2017)

Komunitas Remaja Kristen (2)

Komunitas Remaja Kristen (2) -- Edisi 84/II/September 2017
 
Komunitas Remaja Kristen (2)
Edisi 84/II/September 2017
 
e-BinaSiswa

Salam kasih dalam Kristus,

Jemaat Kristen mula-mula telah memberi teladan kepada jemaat Kristen masa kini tentang membangun sebuah komunitas Kristen yang sehat. Sebuah komunitas yang anggotanya terus bertekun dalam doa, hidup dalam kasih, dan setia pada pengajaran Alkitab. Ciri inilah yang seharusnya ada dalam komunitas Kristen masa kini, komunitas yang tidak hanya berkembang, tetapi masing-masing anggotanya juga dimotivasi untuk mengalami pertumbuhan rohani. Kisah Para Rasul 2:42-47 menjadi salah satu acuan untuk membangun karakteristik komunitas Kristen yang alkitabiah.

Apabila kita perhatikan, siswa-siswi dan remaja masa kini lebih mudah membangun komunitas berdasarkan pada kesamaan hobi, kesamaan kepentingan, dan hal-hal lainnya. Namun, penting bagi orangtua, guru, dan pembina siswa untuk mengarahkan anak-anak kita untuk meneladani komunitas jemaat Kristen mula-mula. Dalam komunitas, kita harus bertumbuh lebih dekat dengan Allah dan dibangun dalam iman untuk menjadi berkat bagi sesama kita. Selamat menikmati sajian kami. Tuhan beserta kita!

Amidya

Pemimpin Redaksi e-BinaSiswa,
Amidya

 

KIAT PEMBINA Apakah Kelompok Pemuda Anda Merupakan Komunitas Kristen Sejati?

Gambar: Fellowship

Tujuan bagi semua kelompok pemuda kita adalah bahwa mereka akan menjadi lebih dari sekadar sekelompok teman. Tujuannya adalah agar kelompok pemuda kita bisa menjadi komunitas Kristen yang berkembang. Apa perbedaannya? Dan, bagaimana kita membuat ini terjadi?

Hal baiknya adalah bahwa Alkitab benar-benar membantu kita di sini. (Bayangkan itu!) Alkitab memberi kita (setidaknya) tujuh karakteristik komunitas Kristen. Mari kita lihat lebih dekat.

Ini adalah dua bagian dalam Kitab Suci yang menunjukkan beberapa keunikan yang langka dari komunitas Kristen yang sejati, yaitu Kisah Para Rasul 2:42-47 dan Galatia 6:2. Mari kita lihat Kisah Para Rasul 2 terlebih dahulu dan lihatlah karakteristik apa yang muncul.

42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. 43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan, tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Apa yang dapat kita pelajari dari bagian ini tentang komunitas Kristen? Banyak.

1. Mereka yang berada dalam komunitas Kristen bertekun untuk berkembang dalam iman mereka.

Kisah Para Rasul 2:42 mengatakan, "Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul." Untuk melihat kelompok pemuda kita menjadi komunitas Kristen, para siswa kita perlu berkomitmen kuat terhadap tindakan dan perilaku yang akan membawa mereka lebih dekat kepada Allah: Membaca Alkitab, berdoa, beribadah, melayani, dan seterusnya.

2. Mereka yang berada dalam komunitas Kristen mengalami Allah bekerja melalui mereka dan teman-teman mereka.

Kisah Para Rasul 2:43 mengatakan, "Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mukjizat dan tanda." Ketika para siswa Anda bertindak sebagai komunitas Kristen yang kuat di kota dan sekolah mereka, mereka akan tercengang melihat pintu yang Allah bukakan bagi mereka. Mereka memiliki kesempatan untuk berbicara tentang Yesus dan perbedaan yang telah dibuat-Nya dalam kehidupan mereka. Mereka memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepada orang-orang betapa kuatnya Allah. Dan, Allah akan bekerja melalui mereka untuk membawa orang-orang kepada diri-Nya.

3. Mereka yang berada dalam komunitas Kristen melayani orang lain.

Kisah Para Rasul 2:44-45 berkata, "Dan, semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. (45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing." Termotivasi untuk mengasihi satu sama lain, orang-orang Kristen di Yerusalem tidak tega melihat saudara dan saudari mereka yang sedang membutuhkan. Jika kelompok pemuda Anda berniat untuk menjadi teladan dari komunitas Kristen yang sesungguhnya, siswa-siswa Anda harus memiliki hati yang berusaha melayani orang lain dan memenuhi kebutuhan mereka.

4. Mereka yang berada dalam komunitas Kristen berkomitmen untuk membuat teman-teman mereka bertumbuh.

Gambar: Jemaat mula-mula

Kisah Para Rasul 2:42 mengatakan, "Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan ...." Kisah Para Rasul 2:46 mengatakan, "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing ...." Persekutuan Kristen berbeda dari sekadar persahabatan. Roh Kudus memberdayakan dan Allah memerintah. Seorang teman yang juga memberikan kasih bagi Kristus adalah teman yang kuat! Siswa-siswa Anda perlu ditantang untuk berkomitmen agar semakin dekat dengan teman-temannya dalam kelompok mereka.

5. Mereka yang berada dalam komunitas Kristen akan secara aktif memuji Allah bersama.

Kisah Para Rasul 2:46-47 mengatakan, "(46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah ... (47) sambil memuji Tuhan." Ini adalah wilayah yang dijalani dengan benar pada sebagian besar kelompok pemuda kita. Tujuan Anda hanyalah terus mendorong dan memberdayakan hal itu untuk terjadi.

6. Mereka yang berada dalam komunitas Kristen berkomitmen untuk mengembangkan komunitas mereka.

Kisah Para Rasul 2:46-47 mengatakan, "Dan, tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan." Komunitas Kristen tidaklah tertutup. Mereka bersemangat untuk menambahkan orang ke dalam kelompok mereka. Hal ini terjadi dengan membagikan Injil dengan kata maupun perbuatan, baik di sekolah mereka maupun di komunitas mereka. Tujuannya adalah untuk membawa orang-orang yang tidak percaya untuk memiliki iman kepada Kristus, dan untuk membangkitkan iman dari orang-orang yang mungkin sudah mengenal Yesus.

7. Mereka yang berada dalam komunitas Kristen "saling menolong dalam menanggung beban."

Karakteristik ini berasal dari Galatia 6:2 (AYT), "Saling menolonglah dalam menanggung beban supaya kamu menaati hukum Kristus."

Murid-murid kita terbebani oleh begitu banyak hal. Pada akhirnya, Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang mampu menghapus dengan sempurna beban yang kita perjuangkan. Akan tetapi, bagian dari rencana Allah untuk membantu kita mengatasi perjuangan adalah para pengikut Kristus yang berada dalam komunitas bersama dengan pengikut Kristus lainnya. Siswa Anda dapat berperan untuk saling membantu dengan yang lain dalam menghadapi cobaan yang mereka hadapi.

Jadi, inilah suatu gambaran dari komunitas Kristen.

Apakah itu hal mudah untuk diupayakan oleh Anda dan kelompok Anda? Tidak. Hal itu membutuhkan komitmen, transparansi, sikap tidak mementingkan diri sendiri, dan kemauan untuk mengandalkan karya pengudusan dari Roh Kudus. Akan tetapi, inilah cara Allah merancang kita untuk berinteraksi satu sama lain. Dia ingin kita berada dalam komunitas bersama yang lain. Dan, kelompok pemuda Anda adalah lahan yang subur untuk memunculkan jenis komunitas seperti ini. (t/N. Risanti)

Unduh Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Youth Ministry 360
Alamat situs : http://youthministry360.com/blog/is-your-youth-group-a-real-christian-community/
Judul asli artikel : Is Your Youth Group a Real Christian Community?
Penulis artikel : Andy Blanks
Tanggal akses : 21 Agustus 2017
 

BAHAN AJAR Pelajaran Kelompok Pemuda dalam Komunitas

Alkitab: Kisah Para Rasul 2:42-43

Gambar: Komunitas

Permainan Pembuka

Yang harus disiapkan:

  • Balon air
  • Akses ke air (wastafel atau selang)
  • Handuk (opsional, sehingga siswa bisa mengeringkan diri setelah permainan jika diperlukan)

Cara bermain:

Sebelum pertandingan dimulai, isilah balon air. Pilih tiga (atau lebih, tergantung pada jumlah kelompok Anda) siswa untuk menjadi orang yang melempar balon air.

Bariskan sisa anggota dan hitung mundur, "Satu, dua, satu, dua, satu, dua."

Mintalah tim berpisah menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari dua orang dengan orang yang berdiri di samping mereka. Jelaskan bahwa jika mereka nomor satu, tujuan mereka adalah tidak terkena balon air. Jika mereka nomor dua, tujuan mereka adalah melindungi pasangan mereka agar tidak terkena balon air.

Pada hitungan tiga, mintalah siswa yang terpilih mulai melempar balon air. Intinya adalah agar siswa-siswa nomor dua dapat melindungi pasangan mereka dengan melompat di depan mereka, dengan menggunakan tangan mereka, atau apa pun yang lain untuk memastikan agar pasangan mereka tidak terkena. Jika nomor satu terkena balon air, tim mereka keluar dari permainan.

Tim terakhir yang tersisa di mana rekan tim nomor satunya masih kering adalah pemenangnya!

Setelah pertandingan, diskusikan pertanyaan ini:

  1. Apakah menurutmu lebih menyenangkan untuk menjadi orang nomor satu dalam kelompok atau orang nomor dua dalam kelompok?
  2. Apakah lebih mudah menghindari balon air saat dirimu memiliki seseorang yang melindungimu?
  3. Apakah kamu bekerja sama dengan baik sebagai rekan satu tim?

Mengajar - Masyarakat/Komunitas

Setelah pertandingan, katakan:

Itu mungkin versi paling berisiko dari menghindar bola yang pernah Anda mainkan, bukan?

Dalam permainan, separuh dari tim Anda mencoba agar tidak menjadi basah, dan separuhnya lagi mencoba melindungi rekan satu timnya agar tidak terkena lemparan. Tanpa bekerja sama sebagai sebuah tim, Anda tidak memiliki kesempatan untuk menang! Anda harus saling bergantung sebagai rekan satu tim.

Kita juga memiliki rekan satu tim dalam kehidupan. Teman-teman yang Anda pilih, komunitas yang ada di sekitar Anda, itu adalah rekan satu tim Anda.

Bagaimana jika, dalam permainan ini, saya telah mengatakan kepada semua pemain nomor satu bahwa rekan satu tim mereka akan melindungi mereka, tetapi kemudian saya tidak pernah memberi tahu rekan dalam timnya tentang apa yang seharusnya mereka lakukan? Tidak ada gunanya, bukan? Semua orang pasti akan menjadi basah!

Sangatlah penting untuk memilih rekan satu tim dalam kehidupan, yang berada pada wilayah yang sama dengan kita.

Baca: Kisah Para Rasul 2:42-43

"Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan, dalam memecahkan roti, dan dalam berdoa. Dan, ketakutan datang ke atas setiap jiwa, dan banyak hal ajaib serta tanda-tanda yang terjadi melalui para rasul ...."

Ayat ini berbicara tentang apa yang orang Kristen lakukan selama masa itu. Mereka bertekun untuk belajar lebih banyak tentang Allah dan berdoa, dan mereka melakukannya bersama-sama. Dan, karena kepercayaan mereka kepada Yesus, mereka memiliki kesamaan.

Gambar: Komunitas dalam Kristus

Sangatlah penting untuk memiliki sebuah komunitas pertemanan Kristen yang memiliki hubungan dengan Yesus seperti Anda. Jika tidak, mereka bisa menjadi teman terbaik di dunia, tetapi hal itu tidak akan menjadikan mereka sebagai rekan satu tim yang baik bagi Anda karena Anda tidak akan pernah berada di wilayah yang sama.

Jika Anda tidak memiliki kepercayaan hidup yang sama dengan komunitas Anda di sekitar Anda, pastilah akan menjadi seperti jika saya tidak memberi tahu orang tentang apa yang harus dilakukan dalam permainan -- itu pasti akan menjadi kacau. Tidak ada yang dapat saling melindungi, bahkan jika mereka menginginkannya.

Sebagai seorang Kristen, hal terpenting dalam hidup Anda adalah hubungan Anda dengan Yesus.

Komunitas yang berada di sekeliling Anda harus menjadi komunitas yang bersamanya Anda dapat menjalani kehidupan bersama. Orang-orang yang Anda hubungi saat Anda membutuhkan bantuan, orang-orang yang membantu Anda saat Anda mengalami sesuatu yang sulit. Dan, bagaimana Anda dapat mengharapkan hal itu terjadi jika hal terpenting dalam hidup Anda tidak ada di sana?

Pertanyaan Diskusi Kelompok Kecil

  1. Apakah Anda setuju bahwa komunitas pertemanan yang ada di sekitar Anda seharusnya adalah orang-orang yang memiliki kepercayaan terhadap Yesus?
  2. Menurut Anda, sulitkah bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus untuk mendukung Anda dan berada di dekat Anda untuk membantu ketika terjadi masalah dalam kehidupan?
  3. Apakah Anda memiliki teman-teman seperti yang terdapat dalam Kisah Para Rasul 2, yang dapat berdoa dan bertekun bersama-sama Anda untuk mengenal Allah lebih banyak?
  4. Apakah Anda berpikir bahwa Anda akan lebih bertumbuh dalam iman jika Anda dikelilingi oleh teman-teman Kristen?

Penutup

Tolong jangan pergi dari sini dengan berpikir bahwa Anda seharusnya tidak berbicara dengan orang-orang yang bukan orang Kristen. Jika memang begitu, bagaimana Anda bisa menceritakan kasih Yesus pada seseorang?

Apa yang saya katakan adalah bahwa penting bagi orang-orang yang terdekat dengan Anda -- komunitas Anda -- juga memiliki hubungan dengan Yesus.

Jika Anda mengelilingi diri Anda dengan komunitas teman-teman pengikut Yesus, Anda menyiapkan diri Anda sebaik mungkin. Anda memberi diri Anda sebuah komunitas untuk bertumbuh lebih dekat kepada Allah dan untuk bertumbuh lebih kuat dalam iman Anda.

Itulah jenis komunitas terbaik yang Anda miliki! (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Ministry to Youth
Alamat situs : http://ministrytoyouth.com/youth-group-lessons-community/
Judul asli artikel : Youth Group Lessons Community
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 17 Juli 2017
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-BinaSiswa.
binasiswa@sabda.org
e-BinaSiswa
@sabdabinasiswa
Redaksi: Amidya dan Ariel
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org