Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/780

e-BinaAnak edisi 780 (21-11-2018)

Tokoh Alkitab: Hagai

e-BinaAnak -- Edisi 780/November/2018
 

Logo: Bina AnakTokoh Alkitab: Hagai

e-BinaAnak -- Edisi 780/November/2018

Kitab Hagai

Salam kasih,

Setiap November, redaksi e-BinaAnak menyajikan topik khusus mengenai tokoh-tokoh Alkitab. Pada edisi kali ini, kami menyajikan tokoh Hagai. Mungkin, kisah tentang Hagai tidak sering diceritakan dalam kelas sekolah minggu. Oleh karena itu, kami tertarik untuk mengupas tentang tokoh ini sehingga para pelayan anak dapat mengetahui latar belakang tentang Hagai dan apa tugas yang Allah berikan kepadanya. Sebelum menjelaskan tentang tokoh ini kepada anak, kita harus fokus untuk mencari apa pesan Allah untuk umat-Nya melalui Hagai.

Mengajarkan tentang tokoh Alkitab itu penting, tetapi jangan sampai kita fokus kepada sang tokoh itu. Bagaimanapun, setiap tokoh dalam Alkitab adalah alat yang Tuhan pakai untuk menyampaikan firman-Nya kepada kita. Pesan ini pula yang harus sampai kepada anak-anak. Apa saja pesan Allah melalui Hagai? Mari kita simak edisi ini dari awal sampai selesai. Kiranya menjadi berkat bagi Rekan-rekan sekalian. Tuhan Yesus memberkati.

Davida

Redaksi e-BinaAnak,
Davida

 
Anak dan Alkitab
 

ARTIKEL

Intisari Alkitab: Hagai

Sang Nabi

Gambar: Tokoh Hagai

Hagai hanya sedikit sekali muncul dalam Alkitab. Selain dari kitab yang mencatat pesan-pesannya, hanya Ezra yang menyebut namanya, yaitu dalam Ezra 5:1, 6:14, yang dengan sekilas menghargai pengaruh baik dari nubuat nabi itu. Namanya mengandung arti bahwa ia dilahirkan pada hari perayaan keagamaan. Wajar jika ada dugaan bahwa ia seorang imam, tetapi kita tidak dapat memastikannya. Yang jelas adalah bahwa hubungannya dengan Allah dekat sekali. Sukar untuk menentukan pada umur berapa ia mulai berkhotbah. Pesannya mengenai Rumah Tuhan yang sudah tua (Hagai 2:3), yang dihancurkan pada 587 SM, membuat sebagian orang percaya bahwa ia, pada waktu itu, sudah tua dan ia teringat tentang Rumah Tuhan itu. Berdasarkan ayat yang sama, ada pula yang berpendapat bahwa mungkin pada waktu itu, Hagai adalah seorang pemuda yang pergi ke Yerusalem untuk pertama kalinya bersama-sama dengan orang-orang lain yang baru kembali dari pembuangan dalam 538 SM. Ia berkhotbah pada waktu yang hampir bersamaan dengan Zakharia.

Situasi

Hagai mencatat tanggal khotbah-khotbah yang dibawakannya antara Agustus dan November 520 SM. Pada waktu itu, Yerusalem merupakan suatu masyarakat kecil yang miskin dengan penduduk kurang lebih 20.000 jiwa. Mereka telah mengalami masa panen yang buruk dan sebagian hasil panen mengalami kegagalan. Oleh karena itu, sesungguhnya waktu dan tenaga mereka terpakai untuk mempertahankan hidup mereka. Keadaan di Yerusalem tidak banyak dibantu dengan adanya kekacauan di dunia internasional. Oleh karenanya, ketika Hagai mulai menyampaikan khotbahnya, rakyat sedang berada dalam keadaan tidak bersemangat.

Gaya

“Kuatkanlah hatimu ... dan bekerjalah.” (Hagai 2:5)

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Hagai bukanlah tipe seorang nabi yang menggebu-gebu. Walaupun ia berbicara tentang hal-hal yang besar, ia melakukannya dengan argumentasi yang biasa dan bukan dengan tuduhan yang berapi-api. Ia lebih sering dianggap sebagai seorang guru daripada seorang nabi. Ia memimpin para pendengarnya selangkah demi selangkah ke arah yang diingininya, kemudian ia berhasil memotivasi mereka untuk memberikan tanggapan yang benar.

Garis Besar

  1. Pengantar Hagai 1:1
  2. Pesan Pertama: Taruh Hal-Hal Utama di Muka Hagai 1:2-15
  3. Pesan Kedua: Lihat Masa Depan Hagai 2:1-9
  4. Pesan Ketiga: Mulai dari Sekarang Hagai 2:10-19
  5. Pesan Keempat: Keselamatan dalam Badai Hagai 2:20-23

Pesan

Hagai mengajar manusia tentang Allah:

  1. Dia adalah Tuhan semesta alam (Lih. Hagai 1:2,7,9,14, 2:6-9,11,23).
  2. Dia adalah Allah yang banyak menuntut (Lih. Hagai 1:2,3, 2:10-14).
  3. Dia mengendalikan keadaan ekonomi (Lih. Hagai 1:5-11).
  4. Dia menepati janji-janji-Nya (Lih. Hagai 2:5).
  5. Dia adalah Allah yang hidup (Lih. Hagai 2:3-9).
  6. Dia ingin memberkati umat-Nya (Lih. Hagai 2:10-19).
  7. Dia memelihara setiap orang (Lih. Hagai 2:20-23).

Penerapan

Nubuat ini merupakan pesan bagi orang-orang ateis, yaitu mereka yang mengatakan Allah itu ada, tetapi kemudian mereka hidup seakan-akan Allah tidak ada.

Jika Allah ada:

  • Mengikut Dia tidak boleh setengah-setengah.
  • Anda harus menempatkan kepentingan-Nya di atas kepentingan pribadi. Matius 6:33
  • Anda tidak boleh mencari-cari alasan untuk menunda melakukan pekerjaan Allah.
  • Anda harus menilik kembali kehidupan Anda untuk melihat bagaimana Allah mungkin sudah berbicara kepada Anda.
  • Anda tidak boleh terikat pada masa lampau.
  • Anda harus membuktikan pertobatan Anda dengan perbuatan, bukan kata-kata.
  • Anda tidak perlu berkecil hati -- dalam keadaan sukar sekalipun, Allah tetap berkuasa.

Tema-Tema Kunci

Nubuat pendek ini berisi banyak ucapan yang berkesan. Pakailah ayat-ayat berikut ini, atau pilihan Anda lainnya, sebagai dasar renungan Anda ....

1. Tentang uang: Hagai 1:4

2. Tentang prestasi dalam kehidupan: Hagai 1:5,7

3. Tentang sikap Anda terhadap Allah: Hagai 1:12

4. Tentang pelayanan kristiani: Hagai 2:5

5. Tentang sumber-sumber Allah: Hagai 2:9

6. Tentang hari depan pekerjaan Allah: Hagai 2:10

7. Tentang ketegaran manusia: Hagai 2:17

8. Tentang janji-janji Allah: Hagai 2:20

9. Tentang kasih dan rencana Allah: Hagai 2:23

Selengkapnya »

Diambil dari:
Nama situs : SABDAWeb
Alamat situs : http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/intro/?b=37&intro=pintisari
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 18 September 2018
 

TIP

Cara Membaca Kitab Hagai

Kitab Hagai

Membuat sebuah taman membutuhkan peralatan yang tepat. Demikian juga menafsirkan Alkitab. Bukan dengan sekop, penggaruk, dan alat pencabut rumput liar, melainkan kita menggunakan pengamatan, penafsiran, kontekstualisasi, dan penerapan.

Gambar: Haggai.

Kitab Hagai menceritakan kisah tentang kembalinya orang-orang buangan Israel dan pembangunan kembali Bait Suci. Kitab itu menunjukkan bahwa ketaatan kita adalah bagian dari cara Allah untuk melaksanakan tujuan-tujuan-Nya di dunia. Video dari The Bible Project ini memberikan sebuah tinjauan luas/gambaran dari kitab itu. Tujuan dari artikel ini bukan untuk menggantikan studi Alkitab pribadi Anda. Melainkan, untuk menolong Anda menyusuri kisah di Hagai, menemukan apa yang diajarkan, menyelami bagaimana itu selaras dengan seluruh bagian Alkitab lainnya, dan melihat bagaimana itu diterapkan dalam kehidupan Anda. Gunakan pertanyaan-pertanyaan di bawah sebagai panduan saat Anda menyaksikan video ini.

Setelah Anda mendapatkan gambaran tentang Hagai, Anda bisa menerapkan apa yang Anda ketahui untuk menafsirkan bagian-bagian khusus di Hagai. Bacalah tentang bagaimana Bait Suci pada masa mendatang akan menjadi lebih megah daripada Bait Suci sebelumnya dalam Hagai 2:1-9. Gunakan pengamatan, penafsiran, kontekstualisasi, dan penerapan untuk membedah arti dari bagian ini. Gunakan gagasan dari video-video sebagai informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut mengenai Hagai 2:1-9.

Kemegahan Bait Suci yang Kemudian

Pengamatan mengajukan pertanyaan dasar: siapa, apa, di mana, dan kapan. Memeriksa bacaan dari apa yang terlihat di permukaan -- tokoh, peristiwa, tema, budaya, dan genre. Pengamatan mungkin terlihat jelas awalnya, tetapi itu membuka pintu kepada arti dari setiap bagian di Alkitab. Hati-hatilah, jangan melompat dalam menafsirkan pengamatan, atau menetapkan itu menjadi arti. Sebutkan saja apa yang ada.

Contoh: Kemegahan Bait suci yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula.

Gambar: Mengamati.

Mengamati: Saat Anda membaca bagian itu, apa yang Anda amati tentang Hagai 2:1-9? (Perhatikan tokoh-tokoh utama, titik-titik alur, lokasi, kota, kejadian penting, waktu, latar belakang informasi, aspek budaya, genre, tema, dan perbuatan tokoh-tokohnya. Juga, perhatikan setiap informasi yang ditayangkan di video.)

Pengamatan menentukan apa yang dikatakan bacaan, sedangkan penafsiran melakukan langkah berikutnya, yaitu untuk mencari tahu apa arti bacaan. Kita menanyakan apa yang dikatakan bacaan tentang Allah dan manusia, dan sekarang kita menanyakan apa artinya. Lihatlah temanya dan ajukan pertanyaan apa artinya juga.

Contoh: (Pengamatan) Kemegahan Bait Suci yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula. (Penafsiran) Di Kerajaan yang akan datang, Bait Suci Allah yang baru kemegahannya akan melebihi semua Bait Suci yang pernah ada sebelumnya. Bait Suci-Bait Suci sebelumnya hanyalah bayang-bayang Bait Suci terakhir yang akan datang.

Menafsirkan: Apa yang penting pada masing-masing pengamatan Anda di atas? Apa pesan utama di Hagai 2:1-9? Bagaimana pesannya berkaitan dengan pesan yang paling utama di Hagai? (Pikirkan tentang apa yang diajarkan kitab ini tentang Allah dan manusia, dan apa arti pengajarannya, serta arti dari temanya. Perhatikan pengertian dari video juga.)

“Kitab Hagai menunjukkan bahwa ketaatan kita adalah bagian dari cara Allah untuk melaksanakan tujuan-tujuan-Nya di dunia.”

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Kontekstualisasi melihat pada bagaimana bacaan selaras dengan semua kitab lainnya dan kisah di Alkitab. Menghubungkan tema-tema yang muncul di seluruh kisah dalam Kitab Suci dan melihat bagaimana kitab itu cocok dengan cerita di Alkitab.

Contoh: Allah menciptakan dunia yang sempurna, utuh, dipenuhi kedamaian, dan berdiam bersama dengan umat-Nya di Taman Eden. Setelah dosa merusak relasi Allah dengan umat-Nya, Allah menemui umat-Nya di gunung, yang turun di tengah asap dan api. Allah memberikan perintah untuk membuat Tabernakel, tempat Dia berdiam di tengah umat-Nya saat mereka mengembara di padang gurun. Daud ingin membangun Bait Suci untuk Tuhan. Anak Daud, Salomo, membangun Bait Suci, tempat tinggal Allah. Setelah pembuangan, orang-orang membangun kembali Bait Suci, yang tidak menyamai kemegahan sebelumnya. Nabi-nabi memberi tahu tentang Bait Suci pada masa yang akan datang, penuh dengan kemuliaan, tempat semua bangsa akan menyembah dan memanggil nama Tuhan. Yesus yang bangkit, adalah Allah yang kekal yang tinggal diam bersama dengan kita. Tidak akan ada bait suci di Yerusalem yang baru karena Allah sendiri dan Anak Domba adalah Bait Sucinya, lebih megah daripada semua bangunan atau perwujudan kehadiran Allah pada masa sebelumnya.

Menempatkan dalam konteks: Apa tema yang ada di Hagai 2:1-9? Bagaimana tema-tema ini berkaitan dengan kisah di seluruh kitab Hagai? Apa tema yang menurut Anda memiliki kemungkinan untuk terus ada dalam kitab-kitab lain di Alkitab? Apa tema yang berkaitan dengan kitab-kitab sebelumnya?

Gambar: Bible Project -- Haggai

Penerapan menanyakan, "Bagaimana selanjutnya?" Itu memikirkan bagaimana arti dari bacaan diterapkan ke dalam hidup kita sehari-hari. Maksud dari membaca Kitab Suci bukanlah memiliki banyak pengetahuan, tetapi untuk diubahkan. Mintalah kepada Allah untuk menunjukkan bagaimana Anda bisa secara khusus melakukan kebenaran dari kitab ini. Pikirkan ide-ide tentang apa yang bisa Anda lakukan di sepanjang hari dari apa yang telah Anda pelajari.

Contoh: Sebelum Kristus datang ke dunia, umat Allah pergi ke Bait Suci untuk menyembah dan bertemu dengan Allah. Kehadiran Allah diwujudkan di tempat yang ditunjuk-Nya. Dia datang berdiam di tengah umat-Nya di dalam Bait Suci. Dalam Kristus, Allah datang untuk berdiam di tengah kita dalam rupa manusia. Sekarang, karena Yesus dan Roh Kudus-Nya berdiam dalam diri saya, saya bisa mengalami Kehadiran Allah di mana saja dan kapan saja. Saya memiliki akses penuh kepada Allah dan bisa dengan bebas menghampiri Dia dalam doa dan penyembahan. Saya juga bisa mengingatkan diri saya sendiri tentang kesetiaan Allah kepada janji-janji-Nya. Dia benar-benar akan mendatangkan Bait Suci yang baru, Anak-Nya, ketika Kerajaan-Nya akan datang secara penuh. Saya bisa berharap dan bersukacita akan datangnya Kerajaan itu pada hari ini.

Menerapkan: Bagaimana kebenaran dari Hagai 2:1-9 berdampak kepada Anda dan relasi Anda dengan Allah dan orang lain? Tindakan khusus apa yang bisa Anda lakukan untuk menghidupi kebenaran yang terdapat di kitab ini dalam minggu ini? Jika Anda mengalami kesulitan dalam menerapkan bacaan ini, bagaimana Anda akan menerapkan pesan utama dari Hagai di hidup Anda dalam minggu ini?

Langkah terakhir dalam membaca Alkitab ini akan membantu kita menyempurnakan semuanya. Kita menyisihkan waktu untuk merangkum pesan utama dan implikasi dari kitab itu. Saat Anda merangkum apa yang Anda pelajari, itu memperkuat apa yang Allah ajarkan kepada Anda melalui video ini.

Bagikan: Nah, setelah Anda mempelajari Hagai, bagaimana Anda menjelaskan poin penting dari kitab ini kepada seorang teman? Jika Anda akan menjelaskan apa yang Anda pelajari kepada seorang teman, apa yang akan Anda katakan? Hal apa yang pasti akan Anda masukkan? Mengapa?

Membaca Alkitab tidak harus seperti menyiangi taman. Anda bisa mendapatkan kesenangan yang besar dalam mempelajari Allah melalui firman-Nya. Bacalah kitab Hagai dalam minggu ini. Saat Anda mempelajarinya, gunakan pengamatan, penafsiran, kontekstualisasi, dan penerapan sebagai panduan. Lakukan langkah selanjutnya dan praktikkan apa yang Anda pelajari. (t/Jing-Jing)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : rightnow MEDIA
Alamat situs : https://www.rightnowmedia.org/Training/Post/Preview/213771
Judul asli artikel : How To Read Haggai
Penulis artikel : Tim RightNow Team@RightNow Ministries
Tanggal akses : 18 September 2018
 

BAHAN MENGAJAR

Renungan: Siap Mendengar Firman Tuhan

.... pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda .... (Hagai 1:1)

Gambar: Nabi Hagai.

"Didi, Santi, kita sudah mau mendengarkan firman Tuhan, kok kalian masih bercanda-canda!" tegur Papa saat mereka sekeluarga akan membaca dan merenungkan firman Tuhan.

Adik-adik, Didi dan kakaknya, Santi, memang perlu diingatkan supaya mereka sungguh-sungguh menunjukkan sikap mau mendengarkan firman Tuhan, ya!

Mari Adik-adik, kita membaca kitab Hagai 1:1-4. Hagai adalah seorang manusia biasa seperti Adik-adik dan Kak Kiddy*. Dia dipilih Tuhan untuk menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa Israel yang kembali dari Kerajaan Babel ke Yerusalem setelah mereka selama 70 tahun dijajah oleh Kerajaan Babel. Kota Yerusalem dan Bait Allah dihancurkan oleh tentara Babel. Hagai dipilih Tuhan untuk menyampaikan firman Tuhan. Hagai pun sungguh-sungguh mau mendengar firman yang disampaikan Tuhan kepadanya agar diberitahukan kepada bangsa Israel. Oleh sebab itu, Hagai disebut sebagai nabi.

“Adik-adik, yuk kita pun selalu siap untuk mendengarkan firman Tuhan, kapan pun dan di mana pun, seperti Nabi Hagai!”

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Adik-adik, yuk kita pun selalu siap untuk mendengarkan firman Tuhan, kapan pun dan di mana pun, seperti Nabi Hagai!

Doa: Bapa Surgawi, aku ingin selalu siap mendengarkan firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.

*(Red: Kak Kiddy adalah tokoh pembawa renungan yang biasa dipakai dalam situs sumber.)

Diambil dari:
Nama situs : Yayasan Komunikasi Bersama
Alamat situs : https://www.ykb-wasiat.org/2018/03/15/siap-mendengar-firman-tuhan/
Judul asli artikel : Siap Mendengarkan Firman Tuhan
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 18 September 2018
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-BinaAnak.
binaanak@sabda.org
e-BinaAnak
@sabdabinaanak
Redaksi: Rostika, Ariel, dan Davida
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2018 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org