Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/744

e-BinaAnak edisi 744 (16-12-2016)

Natal: Hadiah yang Sempurna

e-BinaAnak -- Edisi 744/Desember/I/2016
 
Natal: Hadiah yang Sempurna
e-BinaAnak -- Edisi 744/Desember/I/2016
 

e-BinaAnak

Salam kasih,

Bulan Desember penuh dengan keceriaan perayaan Natal. Anak-anak juga tidak ketinggalan merayakannya dengan penuh kemeriahan. Bahkan, mereka tidak sabar menantikan hadiah-hadiah Natal yang akan mereka terima dari gereja. Ketika mereka menantikan hadiah-hadiah Natal tersebut, mari kita juga terus membuka wawasan rohani mereka bahwa hadiah Natal yang terindah dan yang paling sempurna adalah Kristus Yesus yang lahir untuk menjadi Juru Selamat mereka. Bawa anak-anak ke dalam pemahaman yang paling mendasar tentang hadiah Natal. Hadiah yang mereka terima seharusnya mengingatkan mereka akan anugerah besar dari Allah dalam hidup mereka. Selamat menyimak seluruh sajian dalam edisi ini dan nikmatilah hadiah Natal yang sempurna, yaitu anugerah Allah dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Davida

Pemimpin Redaksi e-BinaAnak,
Davida

 

ARTIKEL Hadiah Natal yang Sempurna

Di Jepang, mulai dari bulan November hingga Desember, suasana kota langsung berubah. Jalan-jalan yang sebelumnya sepi mulai dipasangi lampu-lampu terang. Pohon-pohon yang daunnya sudah rontok dipasangi lampu kelap-kelip untuk menyemarakkan suasana. Mal-mal dan tempat-tempat umum lain berlomba-lomba menyulap diri dengan aneka aksesori Natal, pohon Natal dan hiasannya, Santa Claus, dan hadiah-hadiah yang dibagikan kepada para pengunjung. Ada juga sebuah iklan di televisi tentang sebuah toko yang memberikan hadiah Natal bagi yang datang ke tokonya pada hari Natal.

Natal sudah dipergunakan sedemikian rupa untuk mendukung kepentingan manusia. Natal sudah dikemas secara komersial untuk dapat memberikan keuntungan sebesar-besarnya. Sendunya Natal sudah diusir dengan lagu-lagu riuh yang diputar sepanjang jalan. Hadiah-hadiah Natal yang dibagikan begitu menawan menarik sehingga kadang kita justru melupakan makna Natal yang sesungguhnya.

Hadiah Natal: Allah Beserta Kita

Yohanes dengan bantuan Roh Kudus memahami betul apa tujuan Allah hadir di dalam dunia. Dia menuliskannya dalam perikop pertama dalam kitab Yohanes.

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita ...." (Yohanes 1:1,14)

Allah diam di antara kita, Allah beserta kita, inilah hadiah Natal yang sebenarnya itu. Sejak Adam jatuh ke dalam dosa, hubungan antara manusia dan Allah sudah terputus. Allah berada di tempat tersendiri dan tidak dapat bersatu dengan manusia. Allah itu kudus, manusia itu cemar dan berdosa. Tidak dapat bersama-sama. Akan tetapi, dalam keadaan seperti itu pun, Allah tidak membiarkan dan meninggalkan manusia begitu saja, Allah tetap ingin menuntun manusia dalam jalan-Nya. Allah tetap ingin manusia dekat dengan-Nya walaupun tetap ada jarak memisahkan.

Untuk itulah, Allah mempergunakan nabi-nabi dan para imam untuk menyampaikan firman dan ketetapan-ketetapan-Nya. Allah ingin agar umat-Nya yang dikasihi-Nya itu tetap berjalan dekat dengan-Nya dan tidak semakin jauh. Firman dan ketetapan-Nya yang disampaikan-Nya itu adalah ibarat tepi jalan, yang menjaga agar umat tidak berjalan keluar dari jalan.

Kelahiran Yesus

Namun, apa daya, umat-Nya bukannya berjalan sesuai petunjuk dan ketetapan yang diberikan Allah, malah setiap orang berjalan sesukanya sendiri. Pemandangan di sekeliling jalan tampaknya begitu menarik sehingga satu per satu keluar dari tepi jalan. Tidak ayal, ada yang tersandung batu, masuk ke semak-semak berduri, atau masuk ke dalam jurang. Itu karena mereka semua menyangkal dan tidak berjalan sesuai ketetapan Tuhan.

Meskipun umat-Nya berjalan keluar jalan, apakah lantas rencana Allah jadi gagal? TIDAK. Rencana Allah tidak pernah dapat gagal. Rencana Allah akan penyelamatan akan tetap tergenapi sesuai firman-Nya. Untuk itulah, Allah mengirimkan Anak-Nya ke dalam dunia. Bukan untuk menjadi tepi jalan lagi, tetapi untuk menjadi jalan itu sendiri. Yesus datang ke dunia untuk mencari dan menarik orang-orang yang telah tersesat ke samping jalan itu dan mengembalikannya ke jalan yang benar. Yesus menjadi jalan menuju kepada rencana Allah. Yesuslah jalan menuju kepada Allah Bapa. Tidak ada yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Yesus (Yohanes 14:6). Allah menjadi jalan yang diam di antara manusia.

Immanuel

Allah diam di antara kita. Kalau pada zaman dahulu, manusia hanya dapat mendengarkan perintah Allah atau suara-Nya saja, kini Firman dan Suara itu menjadi nyata. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita (Yohanes 14:6). Sesuai dengan kasih karunia Allah, kita diizinkan untuk melihat pribadi Allah di dalam pribadi Yesus. Kita dapat melihat dan mendengarkan firman Allah dengan mata kepala sendiri. Allah sungguh nyata! Allah sungguh nyata diam di antara kita!

Yesuslah Firman itu sendiri. Apa yang dikatakan-Nya adalah benar firman Allah. Yesuslah jalan itu sendiri. Jika kita mengikuti-Nya, kita tidak akan pernah tersesat. Allah bukanlah Allah yang jauh di sana, duduk di takhta yang megah, dan tidak peduli pada manusia. Allah adalah Allah yang sungguh amat dekat, mau berdiam di antara manusia.

Allah diam di antara manusia. Hadiah yang sungguh indah dan tak ternilai! Jauh melebihi kue-kue Natal, hadiah Natal yang besar-besar, hadiah Natal yang mahal, dan seluruh hadiah Natal dalam dunia. Hadiah itu sesungguhnya sudah diberikan kepada kita, hadiah Natal tak ternilai. Yesus, Imanuel, Allah beserta kita.

Diambil dari:
Nama situs : Our Story
Alamat situs : http://www.danielnugroho.com/church/hadiah-natal-sebenarnya/
Penulis artikel : Daniel Nugroho
Tanggal akses : 10 Desember 2016
 

BAHAN MENGAJAR Naskah Drama: Hadiah Natal yang Sempurna

Aktor:

  1. Ibu Tiham (artinya 'tidak paham')
  2. Malaikat
  3. Maria
  4. Yusuf
  5. Orang Majus (setidaknya satu sampai empat orang)
  6. Gembala (setidaknya satu)
  7. Malaikat (setidaknya satu)

Perlengkapan:

  1. Palungan
  2. HP
  3. Laptop/Komputer (monitor, keyboard, mouse)
  4. Opsional:
    • Selotip
    • Jubah dan sayap malaikat
    • Mantel untuk penutup kotak kostum malaikat untuk menyangga alat peraga lainnya yang dilabeli dengan tulisan "Hadiah Sempurna" sehingga penonton dapat melihatnya
    • Tongkat gembala (terbuat dari PVC sehingga dapat diambil secara terpisah agar muat di dalam kotak dan dirakit selama drama komedi)
    • Mahkota orang Majus
    • Kain linen (untuk lampin)
    • Bagikan item pamflet "Selamat Natal" atau "Yesus -- Hadiah Natal Terbaik Sepanjang Masa", dll..

Naskah:

(Adegan dibuka dengan Ibu Tiham sedang berbicara dengan seorang teman di telepon)
Tiham : Halo, Tini .... Aku baik-baik saja .... Sudah selesai berbelanja? Tidak sulit! Kamu tahu betapa aku suuukaaaa belanja Natal. Hal-hal seputar Natal ini sangat menyusahkan. Aku tidak punya waktu untuk membuat semua dekorasi, kue, dan pesta-pesta, hadiah yang sempurna pada akhirnya akan ditemukan nanti! Aku berharap mereka akan membatalkan saja hari Natal! Yah, aku lebih baik kembali membuat daftar hadiahku dan memeriksanya dua kali. Selamat berlibur! (Menutup telepon)
(Berjalan ke komputer)
Tiham : Oke, komputer ... mari kita lihat apa yang dapat engkau lakukan untukku. Google dapat menemukan apa pun. Mari kita coba mencari "hadiah yang sempurna". Nah, lihatlah itu! (Tampilkan di layar LCD jika ada): "Biarkan kami membantu Anda menemukan Hadiah yang Sempurna -- Program Tersedia di Seluruh Dunia -- Tidak dijual di toko-toko -- Gratis untuk meminta -- Bertindaklah Sekarang -- Waktu Sangat Pendek -- Klik di sini untuk menyebutkan permintaan Anda hari ini! Batasi satu untuk tiap orang -- beri tahu teman-teman Anda sehingga mereka dapat menerimanya juga!"
Tiham : Wow ... ini terdengar seperti apa yang kubutuhkan untuk membuat liburan ini menjadi menyenangkan. (KLIK!)
(Malaikat yang sedang menyamar masuk dari belakang, membawa kotak bertuliskan "Hadiah Sempurna", diikuti oleh anak-anak yang berbaris seperti tentara mainan)
(Membaca layar) "Memproses permintaan .... Terima kasih atas pesanan Anda! Pesanan ini sedang dikirim untuk Anda sekarang ...."
Tiham : Tunggu sebentar ... bagaimana bisa sedang dikirimkan? Aku tidak mengetikkan nama atau alamat. Aku tahu itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan! (Menutup komputer dengan kasar dan berdiri saat bel pintu berdering)
Tiham : Kira-kira siapa itu? (Menuju ke pintu) Oh ... halo, dapatkah aku membantumu?
Malaikat menemui Maria
Malaikat (yang menyamar sebagai pengirim) : Ya, Ibu. Saya memiliki pengiriman untuk Ibu Tiham? Ini dari temukanhadiahsempurna.com.
Tiham : Wow! Cepat sekali. Maaf, ... di mana sopan santun saya. Silakan masuk. Anda dapat mengaturnya ... umm tempatkan mereka di sini (di sepanjang panggung). (Setelah semua diselesaikan) Terima kasih. (Saat malaikat pergi) Selamat berlibur!
Malaikat : Selamat Natal, Ibu. (Keluar)
Tiham : "Hadiah yang Sempurna" .... Aku ingin tahu untuk apa semua hal ini. Alamat pengirimnya di Bethlehem. Itu aneh, aku tidak mengenal siapa pun dari Bethlehem. Dan, bagaimana mereka tahu di mana alamatku untuk mengirimkannya? (Mengeluarkan Alkitab dengan petunjuk yang membungkusnya seperti sampul buku)
(Membaca) Instruksi untuk Mencari "Hadiah yang sempurna". Beberapa perakitan diperlukan. Oh bagus! Oke, aku bisa melakukan ini ... satu per satu ....
Langkah 1: Rakitlah pengontrol lingkungan seperti yang ditunjukkan pada diagram A. (Dua anak yang tertinggi saling berhadapan dan memegang tangan sehingga membentuk atap)
Langkah 2: Rakitlah keranjang hadiah seperti yang ditunjukkan pada diagram B dan tempatkan di dalam lingkungan kandang. (Dua anak yang lebih kecil, duduk di bawah "atap" saling berhadapan, berpegangan tangan untuk menyimulasikan palungan)
Yesus di palungan
Langkah 3: Rakitlah tim pemasaran untuk memberi tahu orang lain tentang program "Hadiah sempurna". Lihat diagram C. Tim pemasaran? Apa-apaan ini? Mari kita lihat diagram C. (Masukkan sayap pada anak yang terpilih untuk menjadi malaikat, dan tempatkan mereka di timur dari arah palungan)
Langkah 4: Rakitlah sebuah kelompok penasihat untuk memberikan bimbingan dalam menemukan "Hadiah Sempurna". Rakitlah tongkat gembala dan tempatkan di antara tim pemasaran (malaikat) dan palungan sesuai dengan diagram D.
Langkah 5: Carilah masukan dari orang-orang yang memiliki pengalaman dalam memilih hadiah (mengambil mahkota dari kotak). Tempatkan di sebelah barat dari palungan, menghadap ke timur. (Pasang mahkota di kepala orang-orang Majus yang dipilih)
Langkah 6: Tempatkan dua orang di dekat kotak hadiah dalam persiapan untuk pengiriman "Hadiah yang Sempurna". (Anak laki-laki dan perempuan berlutut di belakang kotak hadiah)
(Malaikat datang dari belakang untuk persiapan berbaris setelah langkah ke-8)
Langkah 7: Taruh kain linen ke dalam kotak hadiah.
Langkah 8: Selamat! Anda siap untuk menerima Hadiah Sempurna! Belum termasuk Bayi ....
Tiham : BELUM TERMASUK BAYI? Seorang bayi adalah Hadiah Sempurna? Untuk siapa? Mengapa? Apa yang mereka pikirkan?
Malaikat : (Mengejutkan Tiham) Tiham, bayi itu adalah Yesus, Hadiah Allah yang Sempurna kepada dunia. Hadiah itu adalah untukmu dan untuk semua yang akan menerima-Nya ke dalam hati mereka, karena ...
"... begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga diberikan-Nya Anak-Nya yang tunggal, yang diperanakkan bukan diciptakan, sehingga barang siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal."
Selamat Natal, Tiham.
(Piano mulai berbunyi ... semua menyanyi "Joy to the World" -- (Kesukaan bagi Dunia - Red.)) (t/N. Risanti)
Diterjemahkan dari:
Nama situs : Sunday School Network
Alamat situs : http://www.christiancrafters.com/skit_perfect-gift.htm
Judul asli artikel : Finding the Perfect Gift
Penulis artikel : Tanya McIlravy
Tanggal akses : 7 Desember 2016
 
Stop Press! Bergabunglah di Facebook Grup e-Santapan Harian

SH

Bahan renungan SANTAPAN HARIAN yang diterbitkan oleh Persekutuan Pembaca Alkitab (PPA) juga hadir dalam bentuk Facebook Grup diskusi e-Santapan Harian (e-SH) yang dibentuk oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Karena itu, dengan gembira kami mengundang Anda untuk bergabung dengan Facebook Grup e-Santapan Harian.

Selain disediakan dengan bahan renungan e-SH setiap hari, para anggota juga diajak untuk bisa berbagi berkat dan berdiskusi seputar bahan e-SH dengan anggota yang lain setiap hari. Ajaklah juga teman-teman Anda yang rindu bersaat teduh bersama dengan mengundang mereka untuk bergabung dalam Facebook Grup e-SH.

Mari kita bertumbuh bersama dalam Facebook Grup e-Santapan Harian!

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-BinaAnak.
binaanak@sabda.org
e-BinaAnak
@sabdabinaanak
Redaksi: Davida, Rostika, dan Elly
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2016 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org