Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/51

e-BinaAnak edisi 51 (7-11-2001)

Mengajar dengan Alkitab

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><

Daftar Isi:                                   Edisi 051/November/2001
-----------
   o/ SALAM DARI REDAKSI
   o/ ARTIKEL                : Mengenal Alkitab:
                                A. Perpustakaan Terbesar di Dunia
                                B. Mengenalkan Alkitab Kepada Anak
   o/ TIPS MENGAJAR          : Menggunakan Alkitab di Kelas Anda
   o/ SERBA-SERBI            : Kisah Nyata "Empat Ekor Ayam dan
                                             Empat Hari Perjalanan"
   o/ DARI ANDA UNTUK ANDA   : Situs Arsip e-BinaAnak?? ... ada!!

***********************************************************************
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi di:
Meilania <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
***********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Salam Sejahtera dalam Kristus,

  Alkitab merupakan bagian dari hidup orang Kristen yang sangat utama.
  Oleh karena itu sangat penting bagi anak-anak Sekolah Minggu
  untuk belajar mengenal dan menghargai Alkitab sedini mungkin. Edisi
  e-BinaAnak kali ini akan membahas pokok penting ini untuk anda. Kami
  berharap dengan memperkenalkan Alkitab kepada anak-anak, maka kita
  juga akan menumbuhkan iman dan kerinduan anak-anak untuk semakin
  mengerti maksud dan rencana Allah bagi hidup mereka.

  Mari kita jadikan Alkitab ini menjadi sarana untuk kita menumbuhkan
  kecintaan anak-anak kepada Firman Tuhan; Firman yang hidup dan
  menghidupkan.

  Tuhan memberkati.


  Tim Redaksi/Tabita

  "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci
    yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada
    keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus." (2 Timotius 3:15)
       < http://www.bit.net.id/SABDA-Web/2Ti/T_2Ti3.htm 3:15 >

*********************************************************************
o/ ARTIKEL

                           MENGENAL ALKITAB
                           ================

  Alkitab adalah Firman Tuhan Allah sendiri, yang berisi pernyataan,
  janji, kehendak dan rencana Allah kepada manusia, agar manusia
  mengenal Allah dan mengetahui rencana keselamatan dari Allah, yang
  diwujudkan dalam diri Tuhan Yesus Kristus.

  Kata Alkitab, dalam bahasa Inggris adalah "bible" yang berasal dari
  kata Yunani "biblion" (tunggal) yang berarti "buku", atau "biblia"
  (jamak) yang berarti "buku-buku".

  Menurut Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, Alkitab adalah "nama
  kumpulan kitab-kitab yang diakui sebagai kanonik dan diakui sebagai
  Firman Allah oleh gereja Kristen." Kumpulan-kumpulan kitab tersebut
  terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu: Perjanjian Lama (39 kitab)
  dan Perjanjian Baru (27 kitab). Inti berita dalam Perjanjian Lama
  adalah Allah memberikan janji keselamatan kepada umat-Nya Israel,
  dan janji itu digenapi dalam Perjanjian Baru melalui diri Tuhan
  Yesus Kristus.

  A. ALKITAB: PERPUSTAKAAN TERBESAR DI DUNIA

  Beberapa Penulis menyebut Alkitab sebagai perpustakaan dengan
  beberapa alasan. Holman Bible Handbook, misalnya, mengemukakan
  kesamaan Alkitab dengan "perpustakaan" karena Alkitab tersusun atas
  banyak bagian (kitab-kitab) dengan banyak pengarang yang hidup pada
  jaman yang berbeda dan masing-masing kitab ditulis dengan gaya
  penulisan serta tujuan yang berbeda.

  Sementara itu Tim LaHaye dalam bukunya yang berjudul "Mempelajari
  Alkitab Secara Praktis" menyatakan pendapatnya mengenai susunan
  Alkitab sebagai berikut:

    "Salah satu hal yang luar biasa mengenai Alkitab ialah susunannya
    yang mengherankan. Tidak ada buku sedemikian rupa yang pernah
    ditulis oleh manusia, sedemikian rupa karena Alkitab tidak
    ditulis oleh seorang penulis dalam jangka waktu tertentu,
    melainkan ditulis oleh 40 orang dalam jangka waktu selama 1600
    tahun, namun keseluruhannya menunjukkan suatu hasil karya dari
    suatu tangan yang tidak pernah salah .... Sebagian besar dari
    antara mereka tidak saling mengenal dan banyak di antaranya yang
    tidak mengetahui bahwa ada orang-orang lain yang juga menulis."

  Alkitab yang kita miliki saat ini seluruhnya terdiri dari 66 kitab
  (39 kitab dalam Perjanjian Lama dan 27 kitab dalam Perjanjian
  Baru). Penyusunan kitab-kitab tersebut telah mengalami berbagai
  proses serta pergumulan orang-orang percaya pada masa kanonisasi
  Alkitab. Kitab-kitab tersebut akhirnya disusun dalam kelompok-
  kelompok guna memudahkan para pembacanya.

  Berikut adalah pengelompokkan kitab-kitab dalam Alkitab seperti
  yang disajikan dalam Holman Bible Handbook:

  1. Perjanjian Lama (39 Kitab)
     ---------------
     a. Kitab =Hukum= terdiri dari:
        Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan (meski ada
        penulis yang lebih suka memisahkan kitab Kejadian sebagai
        Kitab Sejarah).
     b. Kitab =Sejarah= terdiri dari:
        Yosua, Hakim-Hakim, Rut, 1-2 Samuel, 1-2 Raja-Raja,
        1-2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester.
     c. Kitab =Puisi= (Syair atau Hikmat) terdiri dari:
        Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkotbah, Kidung Agung.
     d. Kitab =Nabi-Nabi Besar= terdiri dari:
        Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, Daniel.
     e. Kitab =Nabi-Nabi Kecil= terdiri dari:
        Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk,
        Zefanya, Hagai, Zakaria, Maleakhi.

     Keterangan:
     a. Kitab Hukum pada intinya menceritakan sejarah mula-mula
        manusia serta pilihan dan pemeliharaan Tuhan atas bangsa
        Israel sebagai umat pilihanNya.
     b. Kitab Sejarah, yang ditulis dalam kurun waktu 1000 tahun
        dimulai dari masuknya bangsa Israel ke tanah perjanjian dan
        diakhiri saat kembalinya bangsa Israel dari tawanan negeri
        Babel, berisikan berbagai cerita yang menarik dari berbagai
        tokoh. Kisah-kisah tersebut menunjukkan betapa Tuhan selalu
        menunjukkan kasih setia pada umatNya meski berulang kali
        umatNya tersebut memberontak serta melanggar perintah-
        perintahNya.

     c. Kitab Syair atau Hikmat, menurut Tim LaHaye dalam bukunya
        "Mempelajari Alkitab Secara Kreatif", memuat prinsip-prinsip
        abadi yang menunjukkan bagaimana seseorang dapat menikmati
        keberhasilan dan berkat dalam keadaan-keadaan politik dan
        agama apa pun ia dilahirkan.
     d. Kitab Nabi-nabi berisikan suara Tuhan yang disampaikan
        dengan perantaraan para Nabi kepada bangsa Israel sesuai
        dengan konteks dan pergumulan jaman pada masa nabi yang
        dimaksud hidup. Pembagian Kitab Nabi Besar dan Nabi Kecil
        semata dilihat dari panjang atau singkatnya kitab-kitab
        tersebut.

  2. Perjanjian Baru (27 Kitab)
     ---------------
     a. =Injil= terdiri dari: Matius, Markus, Lukas, Yohanes.
     b. =Sejarah Gereja=, hanya terdiri dari: Kisah Para Rasul.
     c. =Surat-Surat Paulus= terdiri dari:
        Roma, 1-2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose,
        1-2 Tesalonika, 1-2 Timotius, Titus, Filemon, Ibrani.
     d. =Surat-Surat Umum= terdiri dari:
        Yakobus, 1-2 Petrus, 1-3 Yohanes, Yudas.
     e. =Nubuat= hanya terdiri dari: Wahyu.

     Keterangan:
     a. Kitab Injil merupakan tulisan mengenai kehidupan Kristus.
        Selain Lukas, ketiga pengarang Injil adalah saksi mata dari
        kehidupan Tuhan Yesus di dunia.
     b. Kitab Sejarah Gereja menceritakan perjuangan dan penyebaran
        agama Kristen mula-mula setelah Kristus naik ke surga.
     c. Surat-Surat Paulus, yang merupakan bagian terbesar dari
        Perjanjian Baru, memuat berbagai pandangan iman Paulus yang
        disampaikannya pada berbagai jemaat Kristus yang tersebar di
        berbagai tempat.
     d. Surat-Surat Umum pada awalnya ditulis secara pribadi oleh si
        Penulis kepada suatu kelompok tertentu untuk suatu keperluan
        yang khusus, namun semua isi surat tersebut tetap berisi
        kebenaran umum yang diperlukan jemaat Kristus bahkan hingga
        jaman kita ini.
     e. Kitab Nubuat seringkali disebut sebagai kitab yang paling
        menarik, sekaligus paling sulit dimengerti karena selain
        isinya berupa nubuatan, kitab ini disajikan dalam gaya
        bahasa yang bukan merupakan gaya bahasa penulisan biasa.


  B. MENGENALKAN ALKITAB KEPADA ANAK

  Meskipun Alkitab ditulis dalam bahasa orang dewasa (dalam naskah
  aslinya), bukan berarti Alkitab tidak cocok untuk dibaca anak-anak.
  Kebutuhan anak akan Firman Tuhan sama pentingnya dengan kebutuhan
  orang dewasa. Oleh sebab itu, sebagai guru Sekolah Minggu kita
  dapat membantu mengenalkan serta menjelaskan Alkitab pada anak
  sesuai dengan perkembangan usia mereka.

  Bagi anak balita yang masih belum bisa membaca sendiri, Alkitab
  bergambar merupakan pilihan yang tepat. Guru dapat menjelaskan
  secara singkat bahwa Alkitab berisi cerita tentang Tuhan Yesus dan
  orang-orang yang dikasihi-Nya. Mengingat ketergantungan anak pada
  orangtua masih sangat besar, baik dalam hal kemampuan dan
  fasilitas, guru yang mengajar anak balita seharusnya bekerja sama
  dengan para orangtua.

  Bagi anak yang lebih besar dan sudah terampil membaca, cergam
  (cerita bergambar) Alkitab merupakan buku-buku yang penting untuk
  meningkatkan minat baca dan motivasi anak-anak dalam membaca
  Alkitab. Guru juga dapat mengenalkan Alkitab versi anak-anak yang
  ditulis dengan bahasa yang lebih sederhana dan disertai gambar-
  gambar yang menarik. Pada intinya guru dapat menjelaskan pada Anak
  bahwa Alkitab adalah Firman Allah, dan Firman ini harus dibaca
  supaya mereka dapat mengenal serta mengetahui kehendak Allah.

  Menjelaskan bagian-bagian/isi Alkitab juga sudah dapat mulai
  dilakukan pada anak-anak ini. Majalah KITA edisi 25 tahun 1995
  memberikan pengenalan yang ringkas dan sederhana mengenai isi-isi
  Alkitab kepada anak-anak, antara lain:
    1. Alkitab berisi cerita
    2. Alkitab berisi doa
    3. Alkitab berisi hukum dan peraturan
    4. Alkitab berisi pengajaran
    5. Alkitab berisi nasehat
    6. Alkitab berisi surat-surat
    7. Alkitab berisi hal yang mendatang
    8. Alkitab berisi berita keselamatan

  Bagi anak-anak kelas besar dan remaja, bagian-bagian Alkitab seperti
  yang diuraikan pada bagian A di atas, sudah dapat disampaikan secara
  utuh. Materi-materi tersebut perlu diolah sedemikian rupa agar dapat
  disajikan secara menarik dan dengan bahasa sederhana supaya dapat
  membangkitkan minat anak untuk membaca Alkitab sendiri.


  Sumber:
  1. Judul Buku: Mempelajari Alkitab Secara Kreatif
     Penulis   : Tim LaHaye
     Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup
     Halaman   : 47 - 58

  2. Judul Buku: Holman Bible Handbook
     Penerbit  : Holman Bible Publishers
     Halaman   : 9, 92

  3. Judul Buku: Ensiklopedi Alkitab Masa Kini jilid 1
     Penerbit  : Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF
     Halaman   : 28, 30

  4. Majalah   : KITA
     Edisi     : 25, th. 1995
     Penerbit  : LRII
     Halaman   : 4 - 6


*********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR

                   MENGGUNAKAN ALKITAB DI KELAS ANDA
                   =================================

  Membuat anak tertarik mendengar penyampaian Firman Tuhan telah
  menjadi tantangan tersendiri bagi para guru Sekolah Minggu. Namun
  yang tak kalah pentingnya dari Teknik Penyampaian itu adalah
  bagaimana kita sebagai guru Sekolah Minggu, dengan berbagai kiat
  dan taktik, menyampaikan pesan pada anak bahwa Alkitab adalah buku
  yang istimewa. Alkitab adalah Firman Tuhan, dan Tuhan ingin anak-
  anak-Nya membaca Firman-Nya serta merenungkan-Nya siang dan malam.
  Bagaimana membuat anak-anak tertarik dan termotivasi untuk membaca
  sendiri Alkitabnya juga merupakan tugas seorang guru Sekolah
  Minggu.

  Berikut ini ada beberapa tips dalam menggunakan Alkitab di kelas
  Sekolah Minggu anda, yaitu:

  1. Meskipun Alkitab (buku/cetakan Alkitab) itu sendiri BUKAN benda
     keramat atau berfungsi seperti layaknya sebuah jimat, kita harus
     menunjukkan pada anak bahwa Alkitab adalah buku istimewa yang
     harus kita jaga dan pelihara dengan baik karena sangat berharga.

  2. Tunjukkan pada anak bahwa apa yang anda sampaikan di kelas
     Sekolah Minggu adalah bersumber dari Alkitab. Misalnya: saat
     memulai cerita, peganglah Alkitab dengan posisi terbuka di
     tangan anda, atau selama anda menyampaikan cerita biarkan
     Alkitab berada dalam posisi terbuka di meja anda dan dapat
     dilihat oleh semua anak.

  3. Ajarkan pada anak bagaimana mencari nama kitab, pasal, dan
     ayat-ayatnya. Mungkin anda memerlukan beberapa rekan guru yang
     dapat membantu anda mendampingi anak (khususnya anak kelas kecil
     atau anak baru di kelas anda) belajar mengenal isi Alkitab.
     Untuk membuat anak lebih terampil mencari kitab, pasal, dan
     ayatnya, buatlah permainan yang menantang (lomba adu cepat,
     misalnya) dan minta masing-masing anak mempersiapkan diri di
     rumah sebelumnya untuk mengenali urutan kitab dalam PL maupun
     PB.

  4. Tunjukkan dan ajarkan pada anak bagaimana menggunakan "alat
     bantu" guna mempelajari Alkitab, misalnya: cara menggunakan
     Referensi Ayat, Kamus Alkitab, Peta Alkitab, atau bila perlu
     kenalkan anak dengan Konkordansi atau buku Kamus Alkitab (Bible
     Dictionary).

  5. Anda dapat memberikan tugas membaca nats/perikop Alkitab pada
     anak dengan disertai berbagai aktivitas menarik, misalnya: untuk
     persiapan lomba, mengisi teka-teki silang, atau menjawab kuis
     Alkitab.

  6. Ajak anak menghafal sebuah ayat dengan berbagai cara yang
     kreatif, seperti: dengan gerakan, dengan menyusun potongan
     tulisan, dengan huruf sandi, dsb.

  7. Anak bisa diajak membaca Alkitab bersama-sama, misalnya:
     bergantian laki-laki dan perempuan, murid dan guru, atau dengan
     pembagian peran dialog (siapa menjadi Petrus, siapa menjadi
     Tuhan Yesus, dan siapa menjadi Narator)

  8. Lagu juga bisa dijadikan sarana untuk mengenalkan ayat-
     ayat/cerita Alkitab pada anak. Setelah menyanyikan sebuah lagu,
     ajak anak membuka bagian Alkitab yang merupakan sumber inspirasi
     lagu tersebut (bisa juga sebaliknya, nats / perikop Alkitab
     dibaca terlebih dulu baru lagu dinyanyikan).

  9. Permainan yang menggunakan Alkitab hampir tak terbatas
     jumlahnya. Anda dapat bermain pertanyaan "Siapakah saya?" (anak
     bertanya untuk mengumpulkan ciri-ciri sang tokoh sementara guru
     menjawab ya/tidak), "Benda ini (misal: batu, kertas, dsb)
     terdapat di dalam kisah apa?". Anda juga dapat mengajak anak
     mendaftarkan nama-nama tokoh, tempat, benda yang terdapat di
     dalam Alkitab yang diawali dengan huruf tertentu. Berbagai
     permainan ini dapat anda gunakan untuk membangkitkan semangat
     anak membaca serta mempelajari Alkitab. Tunjukkan bahwa Alkitab
     penuh dengan cerita yang menarik dan "seru" untuk dibaca.

 10. Anda dapat mengajak anak untuk memberi tanda pada ayat-ayat
     tertentu dan membuat catatan singkat di buku mereka masing-
     masing. Sehingga di lain waktu anak-anak akan mudah mendapatkan
     kembali ayat tersebut serta mempelajarinya sendiri.

  Selamat mencoba!


  Bahan di atas disadur dari:
  1. Judul buku : Buku Pintar Sekolah Minggu 2
     Penerbit   : Yayasan Gandum Mas
     Halaman    : 385 - 386

  2. Tim Redaksi


*********************************************************************
o/ SERBA-SERBI

  Berikut ini kisah nyata mengenai dua orang anak Afrika yang rela
  berjalan kaki sepanjang 40 km untuk menjual empat ekor ayam, supaya
  Alkitabnya dapat diteruskan kepada orang lain. Kisah ini diambil
  dari salah satu kesaksian dalam buku "Alkitab di Seluruh Dunia: 48
  Kisah Nyata", karya Grace W. McGavran dengan judul asli "Stories of
  the Book of Books", yang diterbitkan oleh Lembaga Literatur Baptis.


              EMPAT EKOR AYAM DAN EMPAT HARI PERJALANAN
              =========================================
                        (Afrika, abad ke-20)

      Di kampung halaman si Bula, jarang ada orang yang mempunyai
  kelebihan uang. Di daerah Afrika itu, biasanya orang tukar-menukar
  untuk mendapat apa saja yang diperlukan. Tambahan pula, si Bula
  hanyalah seorang anak laki-laki; jika kaum dewasa sukunya
  kekurangan uang, apa lagi anak-anak!
      Bula berjalan pelan-pelan menuju padang, tempat kambing-
  kambing sedang merumput. Ia duduk di bawah pohon kecil sambil terus
  memeras otak.
      "Aku harus mendapat uang," ia bergumam. "Tidak baik meminta
  ayahku. Kalau memberi persembahan di gereja, seharusnya itu uangku

  sendiri, bukan uang yang dititipkan oleh orang lain."
      Muncullah si Walif; ia mau bermain dengan Bula. Tetapi si Bula
  tidak mau bermain.
      "Hatiku tidak tenang karena kata-kata Pendeta Musa tadi pagi,"
  kata Bula.
      "Memang mengejutkan," Walif mengiakan. "Sampai sekarang kata-
  katanya seolah-olah masih dapat kudengar."
      "Baru kutahu!" cetus Bula. "Baru kutahu di dunia ini masih ada
  orang yang belum punya Alkitab! Rasanya kita di sini adalah suku
  terakhir yang diberi Alkitab."
      Walif mengangguk. "Tapi tadi pagi Pendeta Musa begitu yakin.
  Katanya, pasti ada orang lain yang masih sangat memerlukan
  Alkitab."
      "Bukan kata-katanya itu yang mengganjal di hatiku," Bula
  mengaku dengan terus terang. "Kalau ia berkata masih ada orang lain
  yang memerlukan Alkitab, pasti itu benar, sebab Pendeta Musa
  tidak pernah bohong. Tapi ia juga berkata, kita yang sudah punya
  Alkitab ..."
      "... harus turut meneruskan Alkitab kepada orang lain," kata
  Walif, menyempurnakan kalimat temannya. "Yah, kata-kata itulah
  yang mengganjal di hatiku juga. Apa lagi, persembahan khusus akan
  dikumpulkan hari Minggu depan. Kalau aku tidak memasukkan apa-apa
  ke dalam tempurung itu,... bagaimana?"
      "Wah, malu rasanya!" kata Bula sambil mengeluh.
      "Tapi ... aku tidak punya uang."
      "Aku juga tidak punya uang," kata Bula membeo.
      "Dan ..." Walif berhenti sejenak, sambil berpikir. "Nggak ada
  milikku yang dapat kujual." "Memang, nggak ada ..."
      Selama beberapa menit kedua anak laki-laki suku Afrika itu
  duduk termenung; muka mereka masing-masing sangat sedih.
      "Nanti dulu," kata Walif dengan tiba-tiba. "Bagaimana dengan
  ayam?"
      "Ya, bagaimana?" Bula membalas. "Sang kepala suku akan
  mengadakan pesta akhir bulan ini. Pasti ia mau membeli ayam."
      Bula mulai tersenyum lagi. "Aku punya ayam."
      "Aku juga."
      "Ayam milikku sendiri," Bula menambahkan. "Kalau aku mau
  menjual dua ekor, boleh saja."
      "Tetapi . . ." Sekonyong-konyong Walif kembali bermuka masam.
  "Rasanya kurang enak kalau orang lain makan daging ayam, sedangkan
  kita hanya makan kacang."
      "Memang kurang enak," Bula mengiakan.
      Lalu Bula bangkit berdiri seperti seorang tentara cilik.
  "Walif, rasanya lebih kurang enak lagi kalau ada orang lain yang
  belum punya Alkitab! Kalau kita dapat kirim uang seharga dua ekor
  ayam kepada orang-orang di negeri yang jauh, pasti kita dapat
  bertahan walau hanya makan kacang saja."
      Walif juga berdiri tegak. Ia sudah siap bertindak. "Yuk, kita
  tangkap ayam-ayam itu!"
      Kedua anak laki-laki itu berlari tunggang langgang ke sebuah
  kandang yang pagarnya semak berduri. Mereka memilih beberapa ekor
  ayam yang baik untuk dijual.
      Lalu ... mulailah perburuan! Kedua anak laki-laki itu berlari
  dan melompat ke sana ke mari. Bula mengira ia sudah mendapat
  seekor babon gemuk; ternyata ia hanya mendapat dua buluh ekor yang
  panjang. Walif merasa ia sudah menangkap seekor jago, tetapi jago
  itu berkeok-keok dan menggelepur sampai lolos lagi.
      Ketika kedua anak itu berhasil menangkap masing-masing dua
  ekor, napas mereka sudah terengah-engah. Kaki ayam-ayam itu diikat
  dengan tali rumput. Lalu Bula dan Walif bergegas pergi ke sebuah
  rumah kepala suku.
      Tetapi yang mereka terima di sana hanyalah kekecewaan belaka.
  Juru masak kepala suku itu menawarkan sejumlah uang yang sangat
  kecil. "Nanti setiap anak laki-laki suku ini pasti akan membawa
  ayam ke mari untuk dijual," katanya mencibir. "Apakah sang kepala
  suku itu orang kaya, yang dapat membayar dengan harga kota? Sesen
  pun tawaranku tadi tak akan kutambah!"
      Bula dan Walif mundur dari rumah kepala suku. Mereka duduk di
  bawah naungan sebuah pohon yang cukup jauh sehingga juru masak
  itu tidak dapat mendengar percakapan mereka. Di sana mereka
  mempertimbangkan tawarannya tadi.
      Timbullah sebuah pertanyaan: "`Harga kota'? Apa sih maksudnya?"
  Bula pergi menanyakan hal itu kepada ayahnya. Lalu ia kembali
  melaporkan kepada Walif.
      "Wah!" cetus si Bula. "Kata Ayah, di kota orang-orang rela
  membayar hampir dua kali lipat tawaran si juru masak tadi!"
      "Tetapi kota itu dari sini delapan puluh kilometer jauhnya,"
  Walif mengingatkan dia.
      "Minggu ini sekolah libur," kata Bula. "Kita dapat berjalan ke
  sana."
      "Berjalan!" Si Walif melongo. "Jalan kaki? Itu 'kan pasti makan
  waktu dua hari!"
      "Ya, dua hari." Si Bula mengangguk. "Kita sudah sering berjalan
  sejauh empat puluh kilometer sehari. Lagi pula, rumah pamanku kira-
  kira separo perjalanan. Kita dapat bermalam di rumah pamanku!"
      Memang Walif tahu bahwa ia dan Bula sudah biasa bepergian jauh.
  Ia pun tahu bahwa paman Bula pasti akan menerima mereka kalau
  menginap di rumahnya. Hanya saja ... apakah hasilnya nanti sepadan
  dengan susah payah mereka?
      "Kalau kita menjual di sini, kita hanya dapat memberi
  persembahan seharga empat ekor, demi menolong orang lain
  mempunyai Alkitab," kata Walif pelan-pelan sambil mengerutkan
  dahinya. "Tetapi kalau kita menjual di kota, kita dapat memberi
  persembahan seharga delapan ekor ayam!"
      "Yuk, kita pergi!" Bula mengajak. "Persembahan kita menjadi dua
  kali lipat, dan kita pun bersenang-senang pergi ke kota!"
  "Maksudmu, kita bersusah payah pergi ke kota," kata Walif. Ia
  merintih, seolah-olah ia sudah merasakan sakit kaki. "Tapi ... uang
  persembahan kita nanti memang menjadi dua kali lipat, ya?"
      Kedua anak laki-laki itu pulang dan meminta ijin kepada orang
  tua mereka masing-masing. Keesokan paginya mereka berangkat.
  Cukup sulit perjalanan itu! Di samping empat ekor ayam, mereka juga
  harus membawa bekal makanan.
      Namun benar, setiba di kota, dengan mudah mereka berhasil
  menjual empat ekor ayam itu. Benar juga, "harga kota" itu dua
  kali lipat dengan harga yang ditawarkan oleh juru masak kepala
  suku. Uang logam yang banyak itu gemerincing di tangan mereka.
      Perjalanan pulang mereka sangat menyenangkan. Bula dan Walif
  mengikatkan uangnya masing-masing. Dan uang itu walau cukup banyak,
  terasa ringan. Langkah kedua anak laki-laki itu mantap; wajah
  mereka berseri-seri.
      Pada hari Minggu berikutnya, Pendeta Musa berdiri di depan
  jemaatnya. Sekali lagi ia menjelaskan mengenai keperluan
  persembahan khusus, yaitu agar orang-orang di negeri yang jauh
  dapat memiliki Alkitab.
      Tempurung itu diedarkan dari tangan ke tangan. Bula dan Walif
  tersenyum lebar. Uang logam yang banyak itu kembali gemerincing
  dengan keras pada saat mereka menjatuhkannya ke dalam tempurung
  yang mereka pegang bersama.
      Seluruh jemaat turut bergembira; bahkan Pendeta Musa sendiri
  tersenyum. Mereka semua sudah mengetahui tentang perjalanan si Bula
  dan si Walif. Mereka pun tahu bahwa kedua anak laki-laki itu rela
  menempuh perjalanan selama empat hari, agar dapat menjual empat
  ekor ayam dengan harga dua kali lipat. Dan pada hari itu pula,
  cukup banyak uang persembahan yang dimasukkan ke dalam tempurung,
  oleh orang-orang Kristen suku Afrika yang baru menyadari tanggung
  jawab mereka untuk meneruskan Firman Allah kepada orang-orang lain.


  Sumber: Situs e-MISI; Bagian Cerita Misi
         ==> http://www.sabda.org/misi/cerita/
         ==> http://www.sabda.org/misi/cerita/cerita34.htm
  Sumber: CD-Rom SABDA [Nomor Topik 18734, 18700]


*********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

 Dari: "Purbanuara P. S." <alien2917@>
 >Salam kasih Kristus,
 >Terima kasih sekali kepada pengurus bina anak sehingga kami banyak
 >masukan untuk pelayanan kami pada anak-anak SM. Saya mau bertanya
 >bagaimana caranya melihat arsip-arsip bina anak, karena yg saya
 >lihat hanya edisi 1 sampai 13 saja dan tahun 2000. Bagaimana untuk
 >melihat yg tahun 2001.
 >GBU - Purbanuara

 Redaksi:
 Terima kasih untuk surat anda. Melalui surat ini kami sekaligus
 mengumumkan kabar gembira kepada semua pembaca e-BinaAnak, bahwa
 semua arsip Publikasi e-Binaanak sekarang sudah bisa diakses,
 di alamat:
==>           http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
 Selamat berkunjung!


*********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
*********************************************************************
      Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
            Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                 Copyright(c) e-BinaAnak 2001 YLSA


 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org