Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/bio-kristi/48

Bio-Kristi edisi 48 (13-4-2010)

Hudson Taylor dan Edward Maitland

 
                          Buletin Elektronik
                   BIO-KRISTI (Biografi Kristiani)
______________________Edisi 048, April 2010___________________________

Isi Edisi Ini:
- Pengantar
- Riwayat: Hudson Taylor: Utusan yang Memiliki Hati untuk Tiongkok
- Karya: Edward Maitland: Novelis Kristen
- Tahukah Anda: Edward Maitland dan Anna Kingsford
- Sisipan: Dapatkan Bahan-Bahan Teologi Bermutu di Situs Soteri

+ Pengantar __________________________________________________________

  Salam sejahtera,

  Kehidupan di dunia kian lama semakin bertambah keras dan penuh
  dengan tantangan. Setiap orang cenderung mementingkan diri sendiri.
  Sementara itu, keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang semakin tidak
  diperhatikan, padahal masih banyak orang perlu mendengar Kabar
  Keselamatan. Apakah kita akan tinggal diam? Belajar dari riwayat
  tokoh Hudson Taylor, yang begitu terbeban untuk memenangkan Tiongkok
  bagi Tuhan, kiranya kita akan beroleh dorongan untuk mewartakan
  kebenaran Allah kepada mereka yang belum diselamatkan.

  Tuhan bisa memakai siapa pun untuk menggenapi rencana-Nya, entah apa
  pun profesi kita, apa pun kemampuan kita, kita semua bisa dipakai
  menjadi alat-Nya, sebagaimana yang dapat Anda baca dalam biografi
  novelis yang diangkat Bio-Kristi kali ini, Edward Maitland. Melalui
  tulisan-tulisannya, ia mampu menceritakan kebaikan dan kebenaran
  Tuhan. Jadi, setujukah Anda bahwa kita sesungguhnya tidak bisa
  berdalih untuk tidak bersaksi dan memberitakan Kabar Keselamatan
  kepada orang lain? Mari kita saling menguatkan dan saling
  memperlengkapi untuk bekerja di ladang Tuhan.

  Semoga sajian kami pada bulan ini bisa memotivasi dan menggiatkan
  setiap hamba Tuhan untuk melayani Tuhan.

  Bangkit dan bersinarlah, Tuhan Yesus memberkati.

  Pimpinan Redaksi Bio-Kristi,
  Sri Setyawati
  http://biokristi.sabda.org
  http://fb.sabda.org/biokristi
______________________________________________________________________

    "Barangsiapa menyadari bahwa dirinya adalah pelayan Allah maka
   ia dapat mengandalkan pencukupan Allah untuk semua kebutuhannya
           dan berharap dengan penuh kepercayaan kepada Allah
              untuk segala apa yang dikerjakannya berhasil"

                  James Hudson Taylor -- Misionaris

+ Riwayat_____________________________________________________________
1832 -- 1833  Misionaris

        HUDSON TAYLOR: UTUSAN YANG MEMILIKI HATI UNTUK TIONGKOK

  Hudson Taylor dilahirkan di Yorkshire, Inggris, pada tahun 1832.
  Sejak masih kecil, ayahnya, James Taylor, telah menanamkan hati misi
  kepadanya. Setiap hari ayahnya yang adalah seorang ahli farmasi
  tersebut selalu membacakan dan menjelaskan ayat-ayat Alkitab kepada
  anaknya, bahkan ia menginginkan agar anaknya kelak menjadi seorang
  utusan Injil. Usaha ini ternyata tidaklah sia-sia, sebelum berumur
  5 tahun, Hudson kecil sudah berkata, "Kalau saya dewasa, saya akan
  menjadi seorang utusan Injil dan pergi ke Tiongkok."

  Meskipun sejak kecil ia sudah menjadi Kristen, pada saat remaja ia
  merasa ragu-ragu terhadap apa yang diajarkan ayahnya. Namun
  demikian, berkat doa ibu dan adik perempuannya, akhirnya ia dapat
  mengatasi keragu-raguannya. Pada waktu ia berumur 17 tahun, setelah
  ia membaca traktat yang menceritakan karya penyelamatan Kristus yang
  ditemukannya di ruang baca ayahnya, ia lalu berlutut dan berdoa
  kepada Tuhan serta mohon pengampunan-Nya. Sejak saat itu, Taylor
  mulai memfokuskan diri untuk mewujudkan kerinduannya melayani
  sebagai seorang utusan Injil ke Tiongkok.

  Meskipun jiwa misi sudah tertanam di hatinya, ia tetap mengambil
  pendidikan di bidang farmasi. Keinginannya untuk melakukan misi
  penginjilan ke Tiongkok baru terwujud secara tidak sengaja ketika
  Hong Xiuquan, yang juga seorang Kristen, memproklamirkan dirinya
  sebagai pemimpin Kerajaan Surga Taiping. Perkumpulan Penginjilan
  Tiongkok (Chinese Evangelization Society - CES) yang mensponsori
  pendidikannya melihat hal tersebut sebagai kesempatan Injil
  diberitakan di Tiongkok. Mereka ingin supaya Hudson segera berangkat
  ke Tiongkok sebelum kesempatan tersebut hilang.

  Taylor mulai berlayar ke Tiongkok pada bulan September 1853 dan tiba
  di Shanghai pada awal musim semi tahun 1854. Bagi Taylor, Tiongkok
  dengan berbagai adat-istiadat masyarakatnya dan berbagai keunikan
  lainnya merupakan tantangan tersendiri bagi Taylor. Setibanya di
  Shanghai dan tinggal di rumah pertamanya, masalah utama yang segera
  dihadapi Taylor adalah kesepian. Selain itu, ia juga mengalami
  masalah keuangan dikarenakan harga-harga kebutuhan sehari-hari
  di Shanghai yang sangat mahal.

  Usaha-usahanya untuk menyesuaikan diri dengan bahasa setempat sempat
  membuatnya sangat tertekan, tetapi dengan iman dan kepercayaannya
  yang kuat kepada Tuhan, ia berhasil mengatasinya. Ia menyalurkan
  ketertekanannya melalui hobinya -- mengoleksi serangga dan tanaman.

  Setahun setelah Taylor sampai di Tiongkok, ia segera melakukan
  perjalanan penginjilan menelusuri pedalaman Tiongkok. Dalam
  perjalanan itu, ia tidak jarang melakukannya seorang diri. Di
  Shanghai, misionaris asing bukanlah sesuatu yang baru. Meskipun
  demikian, masyarakat Shanghai tidak memerhatikan pesan mereka
  sampaikan. Namun di pedalaman, keadaannya justru berbeda. Mereka
  justru lebih tertarik pada cara berpakaian dan cara hidupnya
  daripada Kabar yang ia bawakan. Keadaan ini membuat Taylor menyadari
  bahwa hanya ada satu cara untuk bisa melakukan penginjilan di daerah
  ini, yaitu dengan mengikuti cara berpakaian serta kebudayaan mereka.

  Meskipun tidak mudah bagi Taylor untuk mengikuti tradisi orang
  Tiongkok, ia tetap melakukannya juga. Ia rela mengucir rambutnya
  dan memotong rambut di bagian depan kepalanya; ia juga rela mengubah
  cara berpakaiannya. Walaupun perubahan penampilan itu sangat
  menyiksa dirinya, bahkan ia dijadikan bahan lelucon oleh para
  misionaris lainnya, tetapi perubahan itu justru menjadi ciri
  khususnya. Usaha ini ternyata tidaklah sia-sia karena dengan
  penampilannya yang baru ini ia menjadi semakin mudah melakukan
  perjalanan penginjilan ke seluruh Tiongkok, selain itu pakaiannya
  yang baru pun ternyata lebih nyaman dipakai di iklim Tiongkok.

  Perjalanan yang harus ditempuhnya bukanlah perjalanan mudah karena
  selain menginjili, Taylor juga melakukan praktik pengobatan dan ia
  pun harus bersaing dengan tabib-tabib lokal. Masalah keuangan tetap
  menjadi persoalan utama Taylor namun ia beberapa kali menerima
  kiriman dana dari Inggris. Selain itu, ia masih tetap
  dibayang-bayangi rasa kesepian seperti yang pernah dialaminya pada
  bulan-bulan awal kedatangannya di Shanghai. Di dalam benaknya mulai
  muncul keinginan memiliki seorang istri. Taylor teringat kembali
  kepada Nona Vaughn, wanita yang dicintainya ketika masih berada di
  Inggris, meskipun pertunangan mereka dua kali gagal menikah karena
  Nona Vaughn tidak bersedia mengikuti Taylor ke Tiongkok. Kemudian,
  Taylor sadar bahwa keinginannya untuk untuk memperistri Nona Vaughn
  tidak mungkin terwujud.

  Taylor kemudian mengalihkan perhatiannya kepada Elizabeth Sisson,
  seorang gadis yang juga dikenalnya di Inggris. Meskipun Elizabeth
  tidak menolak lamarannya, kisah mereka ternyata tidak berjalan lama.
  Elizabeth memutuskan pertunangan mereka dan penyebabnya diduga
  adalah model pakaian dan rambut Taylor. Keputusan Elizabeth sempat
  membuat Taylor patah arang dan berencana untuk kembali ke Inggris
  untuk mengejarnya. Sampai ketika pada akhirnya Taylor tiba di Ningpo
  (Ningbo), sebuah kota pelabuhan penting di sebelah selatan Shanghai,
  di sana ia bertemu dengan Maria Dyer. Maria adalah seorang guru di
  sebuah sekolah khusus untuk anak-anak perempuan milik Nona Mary Ann
  Aldersey. Nona Aldersey adalah seorang utusan wanita pertama yang
  datang ke Tiongkok. Ia juga orang pertama yang membuka sekolah untuk
  anak-anak perempuan di negeri yang didominasi oleh kaum pria ini.

  Taylor mulai tetarik dengan Maria pada bulan Maret 1857. Meskipun
  pada awalnya Maria menolak lamaran Taylor, namun akhirnya mereka
  menikah pada tanggal 20 Januari 1858. Maria benar-benar seorang
  wanita yang dibutuhkan Taylor untuk melengkapi hidupnya. Mereka
  tinggal di Ningpo selama tiga tahun dan selama waktu itu Taylor
  menjabat sebagai pengawas di sebuah rumah sakit lokal.

  Pada tahun 1860 Taylor dan Maria kembali ke Inggris untuk
  mempersiapkan berbagai keperluan dan memulihkan kesehatan mereka.
  Taylor menggunakan kesempatan ini untuk melanjutkan pendidikan
  kedokterannya. Di Inggris, Hudson dan rekan misonarisnya juga
  melakukan revisi terjemahan Kitab Perjanjian Baru Ningpo.

  Pada saat yang sama, Taylor mendirikan Misi Pedalaman Tiongkok
  (China Inland Mission - CIM) -- sebuah organisasi pengutus yang
  terbentuk berdasarkan pengalaman dan kepribadian Taylor. Taylor
  menyadari bahwa Tiongkok tidak akan pernah diinjili jika ia harus
  terus menunggu para utusan hamba Tuhan yang terpelajar datang ke
  sana. Oleh sebab itu, Taylor merekrut orang-orang Inggris yang
  berdedikasi dari kalangan menengah untuk melakukan penginjilan ke
  Tiongkok. Taylor mendirikan kantor pusat CIM di Tiongkok sehingga
  akan dapat memerhatikan berbagai kebutuhan para utusannya.

  CIM berdiri secara resmi pada tahun 1865 dan setahun berikutnya
  Taylor mulai melakukan persiapan untuk berlayar kembali ke Tiongkok
  bersama dengan Maria, keempat anak mereka, dan lima belas orang yang
  ia rekrut, termasuk tujuh gadis yang belum menikah. Selama dalam
  pelayaran maupun setelah mereka sampai di Shanghai, rombongan ini
  tidak henti-hentinya dilanda oleh berbagai masalah. Tetapi, segala
  permasalahan itu dapat diatasi berkat kesabaran dan pendekatan
  secara pribadi yang dilakukan Taylor.

  Pada tahun 1868, rumah yang dipergunakan sebagai tempat penginjilan
  Taylor di Yangchow (Yangzhou) dirusak dan dibakar. Peristiwa ini
  nyaris merenggut jiwa para utusan dan Maria. Meskipun peristiwa ini
  menyebabkan banyak kerugian dan sempat membuat semangat Taylor
  hampir padam, tetapi berkat dukungan salah seorang temannya,
  semangat Taylor menyala kembali untuk meneruskan misinya. Ia
  merasakan bahwa melalui berbagai peristiwa itu, Tuhan menjadikan
  dirinya seorang yang baru. Peristiwa yang tidak kalah menyedihkan
  adalah kematian berturut-turut Samuel, anak mereka yang berumur 5
  tahun, bayi mereka yang baru berusia kurang dari dua minggu, dan
  Maria sendiri, yang meninggal beberapa hari setelah bayinya
  meninggal.

  Tanpa Maria, Taylor benar-benar kehilangan semangat dan kesepian.
  Karena alasan itulah sebulan setelah kematian Maria, ia pergi ke
  Hangchow (Hangzhou). Di sana, ia menghabiskan waktu bersama Jennie
  Faulding, seorang utusan muda yang baru berusia 22 tahun, yang
  merupakan salah satu dari misionaris yang datang ke Tiongkok bersama
  mereka, dan merupakan teman dekat keluarga Taylor sejak mereka tiba
  di Shanghai. Setahun kemudian mereka kembali ke Inggris dan menikah
  di sana. Pada tahun 1872, mereka kembali lagi ke Tiongkok bersama
  dengan para utusan yang berjumlah lebih banyak lagi.

  Seiring dengan perkembangan CIM, Taylor menghabiskan sebagian besar
  waktunya untuk mengelilingi Tiongkok. Semakin luas daerah yang
  diinjilinya, semakin besar pula beban yang mereka harus tanggung.
  Taylor memunyai visi yang besar, ia ingin merekrut seribu utusan dan
  masing-masing akan menginjili 250 orang setiap hari sehingga dalam
  waktu tiga tahun seluruh Tiongkok akan bisa dimenangkan. Tetapi
  sayang, visi itu belum tercapai. Meskipun demikian, pelayanan CIM di
  Tiongkok berdampak sangat luas. Pada tahun 1882, CIM berhasil
  masuk ke setiap provinsi Tiongkok; pada tahun 1895, ketika CIM
  berulang tahun ke-30, mereka telah memiliki lebih dari 640 utusan
  yang mengabdikan hidup mereka di Tiongkok.

  Tahun-tahun terakhir abad ke-19 menjadi periode yang penuh tekanan
  dan ketidakstabilan. Tekanan modernisasi (dan terutama pengaruh
  negara Barat) berbenturan dengan tradisi dan ketidaksukaan terhadap
  orang-orang asing. Pada bulan Juni 1900 Pemberontakan Boxer
  melakukan pembunuhan terhadap orang-orang asing dan pemberantasan
  kekristenan. Seratus tiga puluh lima utusan dan lima puluh tiga
  anak-anak mereka dibunuh secara keji.

  Bagi Taylor, yang saat itu sedang berada di Swiss karena alasan
  kesehatan, berita itu sangat memukulnya. Namun pada tahun 1902
  Taylor mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin utama
  CIM. Taylor dan Jennie tinggal di Swiss sampai kematian Jennie pada
  tahun 1904. Setahun kemudian Taylor kembali ke Tiongkok, tempat ia
  menghembuskan napas terakhirnya dengan tenang sebulan setelah
  kedatangannya.

  Sepeninggal Taylor, CIM masih terus berkembang. Pada tahun 1914 CIM
  menjadi badan misi terbesar di dunia dengan puncaknya pada tahun
  1934 CIM memiliki utusan sebanyak 1.368 orang. Pada tahun 1964, CIM
  berganti nama menjadi Persekutuan Misionaris Asing (The Overseas
  Missionary Fellowship - OMF). Kontribusi Hudson Taylor terhadap
  organisasi misi Kristen tidak dapat dihitung lagi besarnya. Sangat
  sulit membayangkan pelayanan misi hari ini tanpa visi dan pemikiran
  Taylor. (t/Setya)

  Diterjemahkan dan dirangkum dari:
  1. Judul Buku: Bagaimana Tokoh-tokoh Kristen Bertemu dengan Kristus
     Judul Artikel: Pelopor Utusan Injil -- Hudson Taylor
     Judul Buku Asli: How Great Christians Meet Good
                      (The Moody Bible Institute of Chicago, 1973)
     Penulis: James C. Hefley
     Penerjemah: Junny J. Suliman
     Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung
     Cetakan: ke-8, 2000
     Halaman: 66 - 68

  2. Judul Buku: From Jerusalem to Irian Jaya -- A Biographical
                 History of Christian Missions
     Judul Bab: The Far East: "Barbarians Not Welcome"
     Judul Artikel: The J. Hudson Taylors
     Penulis: Ruth A. Tucker
     Penerbit: Academie Books, 1983
     Halaman: 173 - 188

  Diambil dan disunting dari:
  Nama situs: e-Misi
  Alamat situs: http://misi.sabda.org/hudson-taylor
______________________________________________________________________

    Kunjungi Facebook Bio-Kristi di: http://fb.sabda.org/biokristi

+ Karya ______________________________________________________________
1824 -- 1897  Penulis Kristen

                   EDWARD MAITLAND: NOVELIS KRISTEN

  Edward Maitland adalah seorang pegawai pemerintah dan penulis novel
  yang berasal dari Inggris. Ia memiliki latar belakang pendidikan
  yang luas dan memiliki hubungan yang baik dengan berbagai kalangan
  politisi. Latar belakang ini memberikan kontribusi yang besar bagi
  kariernya sebagai penulis. Terlebih lagi dukungan dari saudara-
  saudaranya, Charles dan Brownlow, yang menjadi penulis terkenal pada
  zamannya.

  Perpindahannya ke New South Wales, Australia menjadi titik awal
  kesuksesan kariernya. Dia ditunjuk menjadi komisaris pertanahan dan
  peradilan kerajaan di Welington pada tahun 1854. Setelah dia
  menikahi Esther Charlotte, putri William Bradley dari Goulburn
  Plains, dia menjadi presiden direktur Sekolah Seni Goulburn dan
  begitu aktif dalam penyelenggaraan diskusi umum. Dia merasa bahwa
  Australia dalam keadaan bahaya menjadi terikat oleh "tradisi-tradisi
  kuno yang sudah ditolak" dan bahwa masyarakatnya terlalu condong
  "kepada pembagian kasta dan larangan-larangan". Dia sangat gigih
  mengkritik Peraturan Gereja yang dibuat oleh Sir Richard Bourke dan
  sertifikat religius yang diminta oleh Universitas Sidney pada tahun
  1854. Ia lalu memutuskan untuk kembali ke Inggris; ia memberikan
  kuliah terakhirnya di Sekolah Seni Sydney pada tahun 1858.

  Di Inggris dia menghabiskan banyak waktunya untuk menulis. Dia
  menghasilkan banyak novel yang terkenal, antara lain "The Pilgrim
  and the Shrine" (1867), "By and By" (1873), "England and Islam"
  (1877), dan buku-buku yang lain. Novel "The Pilgrim and the Shrine"
  yang berlatar belakang kehidupan di Australia menggambarkan
  perjalanan kehidupan rohaninya sekaligus gambaran mengenai kehidupan
  di pertambangan emas. Berbeda dari novel lainnya, novel Maitland
  yang berjudul "England and Islam" banyak memperlihatkan kemampuannya
  dan orisinalitasnya. Pandangannya telah mengantisipasi pemikiran
  psikiater C.G. Jung dan konsekuensi negatifnya terhadap peradaban
  yang menyembah sosok Allah Kristen yang bernatur maskulin secara
  eksklusif.

  Meskipun ia meraih sukses sebagai penulis di "Spectator" dan
  "Examiner", ia mempertaruhkan kariernya dengan bersahabat dengan Dr.
  Anna Kingsford yang eksentrik dan pengakuannya bahwa ia memiliki
  "kepekaan rohani" yang membuatnya mampu melihat kondisi kerohanian
  orang dan mengingat masa lalunya sebagai pangeran Thebes, Daniel,
  Yohanes dari Patmos, dan Marcus Aurelius. Ia banyak menulis, namun
  teman-teman seprofesinya mengeluhkan bakatnya sebagai "seorang
  dengan talenta alami yang besar yang disia-siakan". Ia meninggal di
  Tonbridge, Kent, pada 2 Oktober 1897. (t/Setya)

  Bibliografi pilihan:
  R. T. Wyatt, The History of Goulburn, N.S.W. (Goulburn, 1941);
  Athenaeum (London), 16 Oct 1897.

  Diterjemahkan dan diringkas dari:
  Nama situs: Australian Dictionary of Biography Online Edition
  Penulis: Niel Gunson
  Versi cetak: Niel Gunson, "Maitland, Edward (1824 - 1897)",
               Australian Dictionary of Biography, Volume 5, Melbourne
               University Press, 1974, pp 201-202.
  Alamat URL: http://adbonline.anu.edu.au/biogs/A050228b.htm
______________________________________________________________________

    Kunjungi Facebook Bio-Kristi di: http://fb.sabda.org/biokristi

+ Referensi __________________________________________________________

  Artikel lain tentang Hudson Taylor dapat dilihat di alamat berikut
  ini.

  Tokoh Lain dalam Pelayanan Misi di Tiongkok?
  ==> http://biokristi.sabda.org/sosok_lain_dalam_pelayanan_misi_di_tiongkok

+ Tahukah Anda________________________________________________________

                  EDWARD MAITLAND DAN ANNA KINGSFORD

  Edward Maitland dilahirkan di Ipswich, Inggris pada tanggal 27
  Oktober 1824. Setelah lulus dari Kolese Caius, Cambridge tahun
  1847, dia berniat menjadi pendeta, tetapi ia memiliki banyak
  ketidaksepahaman dengan gereja. Ia lalu menghabiskan beberapa tahun
  untuk menjelajahi California dan Australia untuk belajar tentang
  arti kehidupan.

  Setelah kembali ke Inggris, dia mengabdikan diri untuk
  "mengembangkan kemampuan intuitif karena menemukan solusi untuk
  semua permasalahan memiliki dasar yaitu natur rohani manusia".
  Karena persahabatannya dengan Anna Kingsford, dia menjadi seorang
  vegetarian yang sangat giat dan menjadi penafsir kepercayaan Kristen
  mistis sahabatnya itu. Edward bekerja bersama Anna dalam penulisan
  buku berjudul "The Perfect Way; or, The Finding of Christ" (London,
  1882) serta buku-buku yang terkait.

  Setelah kematian Anna tahun 1888, Maitland menerbitkan biografinya,
  "Anna Kingsford: Her Life, Letters, Diary" (1896). Edward Maitland
  tutup usia setahun setelah buku tersebut terbit, pada tanggal 2
  Oktober 1897. (t/Setya)

  Sumber: http://www.answers.com/topic/edward-maitland

+ Sisipan_____________________________________________________________

         DAPATKAN BAHAN-BAHAN TEOLOGI BERMUTU DI SITUS SOTERI

  Situs SOTeRI (Situs Online Teologi Reformed Injili) merupakan sarana
  untuk memperkenalkan teologi Reformed kepada masyarakat Kristen
  Indonesia. Selain menyajikan arsip dari semua publikasi e-Reformed,
  situs ini juga memuat artikel-artikel lain yang juga memiliki corak
  pengajaran Reformed Injili. Anda dapat menemukan informasi tentang
  situs-situs terkait, baik yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa
  Inggris, di dalam situs ini. Melalui situs SOTeRI ini, Anda juga
  bisa mendaftarkan diri untuk berlangganan publikasi e-Reformed. Kami
  berharap kehadiran situs SOTeRI dapat menjadi berkat bagi Anda.

  ==>  http://reformed.sabda.org
______________________________________________________________________
Pimpinan redaksi: Sri Setyawati
Staf redaksi: Kusuma Negara
Isi dan bahan menjadi tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) BIO-KRISTI 2010
YLSA -- http://www.ylsa.org
Situs Katalog -- http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Alamat berlangganan: < subscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Alamat berhenti: < unsubscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Kontak redaksi: < biokristi(at)sabda.org >
Alamat situs: http://biokristi.sabda.org
Alamat forum: http://biokristi.sabda.org/forum
Arsip Bio-Kristi: http://www.sabda.org/publikasi/Bio-Kristi
Blog SABDA: http://blog.sabda.org
Fan Page Bio-Kristi di Facebook : http://fb.sabda.org/biokristi

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org