Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/berita_pesta/89

Berita PESTA edisi 89 (26-11-2014)

November/2014


Berita PESTA -- Edisi 89, November 2014

DAFTAR ISI
BERITA PESTA + POKOK DOA:
1. Pengumuman Lomba Menulis Artikel PESTA
2. Roadshow PESTA di Persekutuan Oikumene Pemuda di Mojogedang, Karanganyar
3. Penutupan Kelas Diskusi DIK September/Oktober 2014
4. Berbagi Cerita Melalui Blog PESTA
ARTIKEL: BERTUMBUH DALAM PENGETAHUAN YANG BENAR TENTANG ALLAH
KESAKSIAN ANDA
STOP PRESS: TAFSIRAN MATTHEW HENRY VERSI BAHASA INDONESIA!

Shalom,

Bersyukur kepada Tuhan atas kegiatan PESTA sepanjang bulan November
yang berjalan dengan baik, seperti lomba menulis artikel, roadshow
PESTA di Karanganyar, Jawa Tengah dan penutupan kelas DIK
September/Oktober. Selain menginformasikan beberapa kegiatan PESTA,
kami mengajak Pembaca untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang
bagaimana kita dapat bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang
Allah. Simak pula beberapa kesaksian dari peserta yang mengikuti kelas
DIK September/Oktober 2014. Selamat menyimak seluruh informasi Berita
PESTA bulan ini. Tuhan Yesus memberkati.

Staf Redaksi Berita PESTA,
Mei
< http://pesta.org >


                           BERITA PESTA

1. Pengumuman Lomba Menulis Artikel PESTA

Lomba menulis artikel dalam rangka memperingati HUT PESTA ke-15  dan
YLSA ke-20 telah usai. Kami berterima kasih kepada para alumni PESTA
yang berpartisipasi dalam mengikuti lomba ini. Setelah melalui proses
penjurian, akhirnya ada tiga nama yang memenangi perlombaan ini.
Berikut pemenang lomba menulis artikel PESTA:

- Juara 1: Bapak Luki F. Hardian dengan artikel berjudul  "Pendidikan
 Teologi untuk Orang Kristen Awam". 
  (http://www.pesta.org/pendidikan_teologi_untuk_orang_kristen_awam)

- Juara 2:  Ibu Linda Purnamadewi Tjahjadi dengan artikel berjudul
  "Manfaat Belajar Teologi Kristen bagi Warga Awam". 
  (http://www.pesta.org/manfaat_belajar_teologi_kristen_bagi_warga_awam_0)

- Juara  3: Bapak Ulah Tri Wibowo dengan artikel berjudul  "Belajar
 Teologi Secara Online, Siapa Takut!" 
  (http://www.pesta.org/belajar_teologi_secara_online_siapa_takut_0)

Selamat kepada para pemenang! Pada kesempatan lain, kami berharap
semakin banyak alumni PESTA yang menulis untuk menjadi berkat.

Pokok doa:  Berdoalah agar Tuhan Yesus terus memperlengkapi seluruh
peserta PESTA untuk dapat mengembangkan talenta menulisnya, sehingga
dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

2. Roadshow PESTA di Persekutuan Oikumene Pemuda di Mojogedang,
Karanganyar

Puji Tuhan! Sebelum tahun 2014 berakhir, tim PESTA melakukan roadshow
untuk berbagi berkat firman Tuhan dan memperkenalkan pelayanan PESTA.
Kali ini, pelayanan dilakukan di Persekutuan Oikumene Pemuda di
Mojogedang, Karanganyar, dengan judul  "Bertumbuh dalam Pengajaran
Alkitab". Melalui materi yang dibagikan, setiap peserta didorong untuk
memahami pentingnya Alkitab dalam pertumbuhan iman orang percaya dan
bagaimana mereka harus terhubung dengan firman Tuhan setiap saat.
Materi tersebut dikorelasikan dengan peran PESTA sebagai kelas teologi
online yang memfasilitasi setiap peserta untuk bertumbuh dalam
pengajaran Alkitab.

Pokok doa: Bersyukur kepada Tuhan Yesus untuk pelayanan di Mojogedang,
Karanganyar. Kiranya Roh Kudus bekerja dalam hati setiap pemuda yang
hadir sehingga mereka semakin terdorong untuk mencintai firman Tuhan
dan bertumbuh.

3. Penutupan Kelas Diskusi DIK September/Oktober 2014

Bersyukur kepada Tuhan Yesus karena kelas DIK September/Oktober  2014
dapat berjalan dengan baik. Dari total 17 peserta, ada 11 peserta yang
lulus dalam kelas ini. Diskusi berlangsung sangat hidup dan peserta
sangat antusias mempelajari doktrin dasar iman Kristen. Harapan kami,
peserta yang telah lulus kelas DIK ini dapat mengikuti kelas-kelas
selanjutnya. Bagi yang belum lulus, jangan putus asa karena Anda dapat
bergabung lagi untuk mengikuti kelas DIK pada periode selanjutnya.

Pokok doa: Doakan peserta yang sudah mengikuti kelas ini, kiranya
pengenalan peserta akan Allah dan firman-Nya bertambah sehingga setiap
peserta semakin memuliakan Tuhan.

4. Berbagi Cerita Melalui Blog PESTA

Kegiatan menulis merupakan salah satu cara berekspresi yang dapat
dilakukan oleh siapa saja. Ada begitu banyak manfaat menulis, salah
satunya adalah meningkatkan dan mengasah kemampuan kita berpikir.
Selain itu, melalui menulis, kita bisa membuka jalan bagi orang lain
untuk mengenal Tuhan Yesus. Salah satu fasilitas dalam situs PESTA,
yaitu halaman Blog, dapat dimanfaatkan oleh alumni PESTA untuk dapat
berbagi pengalaman rohani dan berbagi berkat. Bagi Anda yang tertarik
untuk menulis di blog PESTA, silakan masuk ke alamat URL: -->
http://pesta.org/blog

Pokok doa: Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar melalui blog situs PESTA,
keluarga besar PESTA dapat berbagi berkat melalui tulisan untuk
memuliakan nama Tuhan.


 ARTIKEL: BERTUMBUH DALAM PENGETAHUAN YANG BENAR TENTANG ALLAH

"sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam
segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan
bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah," (Kolose 1:10)

Ada dua orang Kristen. Ned belajar doktrin dan Alkitab secara teratur,
tetapi memberi sedikit waktu di lingkungan tempat dia tinggal. Ted
dapat dikatakan kurang memerhatikan doktrin, tetapi kehadirannya
menerangi ruang-ruang rumah penampungan secara teratur sampai-sampai
beberapa orang mengira dia adalah seorang pegawai di sana. Siapakah
yang mengenal Allah dengan baik? Sudah pasti, Ted.

Kunci jawabannya adalah kepercayaan kita bahwa kekekalan tidak hanya
sesuatu yang kita dapatkan saat kita menjelang ajal. Kekekalan adalah
mengenal Allah pada saat ini. Kita mendapat kekekalan dari kehadiran
-Nya pada saat ini dan sekarang, kita memperoleh pengetahuan tentang
Dia. Sungguh-sungguh mengenal Dia berarti melakukan pekerjaan dan
kehendak-Nya.

Pikirkanlah seperti ini. Anjing-anjing yang hidup lama di rumah kita
menjadi paham akan kebiasaan dari kehidupan kita dan bahkan mulai
menjalani kehidupan mereka berdasarkan apa yang kita lakukan -- mereka
bangun pada waktu tertentu dan berjalan ke tempat makanan ketika
mereka tahu kita punya waktu untuk memberinya makan. Akhirnya, bahkan
binatang-binatang peliharaan kita dapat mengenal kita dari dalam.
Pembawa gambar Allah bukanlah anjing-anjing seperti itu, tetapi ada
yang menarik dengan pola itu. Dengan mengatur kehidupan kita
berdasarkan rancangan-Nya, kita dapat mengenal Dia.

Pertimbangkanlah yang kita maksud di dalam Doa Bapa Kami: "Ampunilah
kami akan kesalahan kami seperti kami telah mengampuni orang yang
bersalah kepada kami". Perjanjian yang kita buat dengan Allah adalah
cukup luar biasa. Kita memohon kepada-Nya untuk mengampuni kita dengan
cara yang sama seperti kita mengampuni orang lain yang bersalah kepada
kita. Pikirkanlah: apa yang dimaksud dengan permohonan tersebut adalah
kita tidak berani meminta apa pun kepada Allah, apa yang tidak kita
berikan kepada sesama. Dengan kata lain, kita tahu berkat seperti apa
itu jika diampuni karena kita juga melakukannya terus-menerus.

Pengampunan yang kita inginkan dari Allah adalah menyeluruh dan
lengkap. Karena itu, pengampunan kita juga harus demikian. Yang pasti,
pengampunan seperti itu lebih dari sekadar menahan diri dari melakukan
hal-hal buruk kepada mereka yang bersalah kepada kita. Apa yang
dimaksudkan dengan pengampunan adalah mengasihi mereka yang telah
melukai kita, dan mengasihi mereka sebanyak yang kita lakukan kepada
diri sendiri. Sungguh, hal itu tidak terpahami  -- tetapi mutlak
dilakukan. Persis seperti itulah yang kita mau dari Allah  -
-   setidaknya itulah yang kita minta kepada-Nya. Dan, kita
mengetahuinya karena kita melakukannya --, bukan begitu?

Orang-orang terkadang berbicara tentang   "pelayanan Kristen"   -
- pekerjaan misi, pelayanan, menjadi sukarelawan di rumah sakit. Itu
baik. Namun, kekristenan yang sejati dan menjadi inspirasi bagi yang
lain, tidak membiarkan satu hal pun terlupakan dalam keinginannya
untuk menjangkau seluruh kehidupan. Jika kita menghabiskan waktu malam
kita di tempat-tempat penampungan dan menganggap pekerjaan kita
sehari-hari dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore berada di luar "kegiatan
Kristen", kita sudah sangat salah kaprah. Tidak ada daftar khusus yang
berisi pekerjaan-pekerjaan yang merupakan   "pelayanan kerajaan".
Menjadi seorang utusan Injil ke Pogo tidak menjadikan seseorang lebih
"Kristen" daripada menjahit topi-topi baseball. Sebab, mengenal Allah
adalah sesuatu yang kita lakukan sambil duduk dan berdiri serta
berbaring. Kita bertumbuh di dalam pengetahuan tentang Kristus setiap
jam setiap hari, tidak peduli bagaimana sibuknya tangan dan pikiran
kita.

Di dalam Allah kita, pribadi dan kehendak bukanlah dua entitas, tetapi
satu. Kehendak-Nya adalah penjangkauan yang jelas tentang siapa Dia.
Jika Anda menghafal seluruh isi Alkitab, pengetahuan itu tidak berarti
Anda mengenal kehendak Allah karena kehendak ada di dalam;  kehendak
Allah dapat diketahui hanya jika kehendak kita tunduk kepada Dia.
Seseorang tidak dapat menerbangkan sebuah pesawat jet dengan
bermodalkan pengetahuan dari buku. Seseorang harus belajar dengan
melakukan. Kita dapat mengerti kehendak Allah dengan melakukan
pekerjaan-Nya.

Jenis kekristenan yang praktikal ini  --  sebuah pelayanan melalui
perbuatan yang dilakukan dalam nama Kristus  -- tidak hanya berguna,
tetapi sangat diperlukan. Namun, hal itu hanya sebagian dari seluruh
pengetahuan tentang Allah. Ada hal lain di dalam Pencipta selain dari
kehendak-Nya, dan datang kepada-Nya memerlukan lebih dari sekadar
kemauan kita.

Meski begitu, mengenal Allah dengan melakukan pekerjaan-Nya adalah
semacam berkat ganda. Orang-orang yang menerima pekerjaan kita
sungguh-sungguh diberkati;  tetapi demikian pula kita yang melakukan
pekerjaan tersebut.

Diambil dan disunting dari:
Judul buku: Mendekat kepada Allah
Penulis: Abraham Kuyper
Penerbit: Momentum, Surabaya 2009
Halaman: 78 -- 79


                             KESAKSIAN ANDA

Berikut ini adalah kesaksian peserta yang telah mengikuti kelas DIK
September/Oktober 2014.

1. Bapak Sinung Widiatmojo (swidiatmojo(at)xxxx)

Senang sekali bisa bergabung dalam diskusi tentang Dasar-Dasar Iman
Kristen (DIK). Dengan adanya diskusi ini, saya jadi mau lebih dalam
lagi belajar Alkitab, bukan hanya sekadar membaca. Selain itu,
memahami kebenaran Alkitab itu sangat menarik buat saya supaya orang
Kristen bukan hanya asal percaya, tetapi mempunyai alasan mengapa
percaya.

Terima kasih moderator dan rekan-rekan seangkatan. Karena merekalah,
saya mau belajar lebih lagi.

2. Bapak Niko Christian Arnaldo (nchristian90(at)xxxx)

Pertama, saya ucapkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena
kasih karunia-Nya sehingga saya dapat dipertemukan dengan PESTA dan
mengikuti diskusi di sini. Tidak lupa, saya berterima kasih kepada
semua pengurus, admin, dan moderator di PESTA.

Kesan saya dalam mengikuti diskusi DIK bulan September  - Oktober
yaitu, proses diskusinya sangat baik dengan para moderator yang sangat
kompeten serta memiliki kepedulian kepada peserta diskusi. Para
peserta pun sangat antusias dalam diskusi ini, pokoknya saya sangat
-sangat diberkati dalam diskusi ini.

3. Ibu Eveline Tay (eveline.tay13(at)xxxx)

Kesan saya dalam mengikuti kelas DIK adalah secara pribadi saya dapat
menambah wawasan pengetahuan Alkitab yang dapat menumbuhkan kerohanian
dan pengenalan saya kepada Kristus secara mendalam. Bersyukur, saya
tertarik untuk mengikuti kelas DIK. Mengikuti kelas ini, saya dituntut
untuk terus menggali firman, hal ini memacu rasa ingin tahu saya untuk
terus belajar firman Allah. Terima kasih.

Redaksi:  Terima kasih untuk peserta DIK yang telah memberikan
kesaksian dalam mengikuti kelas DIK September/Oktober  2014. Kiranya
kita masing-masing dapat semakin rindu untuk belajar kebenaran Alkitab
hingga kita dapat berakar dan bertumbuh di dalamnya. Tuhan Yesus
Memberkati.


      STOP PRESS: TAFSIRAN MATTHEW HENRY VERSI BAHASA INDONESIA!

Bagaimana penyelidikan Alkitab Anda saat ini? Apakah bahan-bahan yang
ada sudah cukup menolong Anda memahami firman Tuhan?

Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org > rindu untuk terus melengkapi
modul-modul tafsiran/catatan dalam situs Alkitab SADBA     <
http://alkitab.sabda.org > sehingga dapat terus menolong para pengguna
dalam studi Alkitab.

Dan, kini telah hadir!  Tafsiran/Catatan Matthew Henry (Matthew Henry
Commentary)  versi Bahasa Indonesia yang semakin melengkapi modul
tafsiran/catatan berbahasa Indonesia di situs Alkitab SABDA  <
http://alkitab.sabda.org  >. Tafsiran/Catatan Matthew Henry secara
lengkap dan mendalam membahas penafsiran untuk kitab-kitab Injil
(Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes). Mari kita memperkaya pemahaman
akan firman Tuhan dengan tafsiran/catatan Matthew Henry versi Bahasa
Indonesia!

Segera kunjungi situs Alkitab SABDA < http://alkitab.sabda.org >  dan
mari semakin dalam mempelajari Alkitab! Tuhan Yesus memberkati.


Kontak: beritapesta(at)sabda.org
Redaksi: Amidya, Yulia, dan Mei
Berlangganan: subscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/berita_pesta/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org