Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/berita_pesta/46

Berita PESTA edisi 46 (30-9-2010)

September/2010

______________________________________________________________________
  BERITA PESTA
  Edisi 46/September/2010

  DAFTAR ISI
  EDITORIAL
  BERITA PESTA

  1. Sekilas Berita dari Kelas Tafsiran Markus Agustus/September 2010
  2. Jadwal Pembukaan Kelas PESTA 2011 (Jadwal Sementara)
  3. Pembukaan Kelas Natal Periode November 2010
  4. Penerimaan Peserta Kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) Periode
     Januari/Februari 2011

  ARTIKEL: Prioritas Yesus Untuk Berdoa
  APRESIASI: Selamat Ulang Tahun!
  KESAKSIAN: Kesaksian Peserta Kelas Pembentukan Rohani Kristen
             April/Mei 2009
  POKOK DOA
____________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Redaksi Berita PESTA kembali menyuguhkan beberapa informasi yang
  berkaitan dengan kegiatan PESTA. Kelas Tafsiran Markus masih
  berlangsung dan akan berakhir pada bulan September 2010 ini. Telah
  dibuka pula pendaftaran bagi peserta Kelas Natal yang akan dimulai
  pada bulan November 2010 serta kelas Dasar-Dasar Iman Kristen yang
  akan dimulai pada bulan Januari/Februari 2011. Selain itu jadwal
  kelas PESTA 2011 telah dilengkapi dengan waktu pembukaan setiap
  kelas dan rencana proses pembelajaran setiap modulnya. Silakan
  menyimak info selengkapnya di kolom Berita PESTA.

  Pada edisi September ini Redaksi telah menyiapkan sebuah artikel
  pendek yang berjudul "Prioritas Yesus Untuk Berdoa". Semoga artikel
  ini dapat menjadi contoh agar kita tidak pernah meninggalkan
  persekutuan dengan Allah Bapa di surga. Melalui artikel ini kami
  juga berharap agar kita semakin menyadari pentingnya doa dalam
  setiap kehidupan orang percaya. Selamat membaca.

  Pimpinan Redaksi Berita PESTA,
  Desi Rianto
  < ryan(at)in-christ.net >
  http://pesta.org
  http://fb.sabda.org/pesta
______________________________________________________________________
BERITA PESTA

  1. Sekilas Berita dari Kelas Tafsiran Markus Agustus/September 2010

     Kelas diskusi Tafsiran Markus (TMR) telah berjalan 1 bulan.
     Berdasarkan pantauan kami sejauh ini ada beberapa kendala
     yang dihadapi, khususnya penguasaan metode studi induktif,
     banyaknya bahan, dan alokasi waktu yang disediakan. Walaupun
     tersendat-sendat, kami berharap peserta bisa tetap tekun belajar
     dan saling memberi masukan. Menurut rencana, kelas diskusi TMR
     2010 akan selesai akhir bulan September ini. Doakan agar peserta
     bisa saling membagikan berkat.

  2. Jadwal Pembukaan Kelas PESTA 2011 (Jadwal Sementara)

     Saat ini jadwal kelas-kelas PESTA 2011 telah dilengkapi dengan
     waktu pembukaan setiap kelas dan rencana proses pembelajaran
     setiap modulnya. Bagi Anda yang belum pernah mengikuti kursus
     PESTA, silakan mengecek waktu pembukaan Kelas PESTA DIK sepanjang
     2011. Bagi para Alumni Kelas PESTA DIK yang belum pernah
     mengikuti kelas-kelas lanjutan, Anda pun dapat memilih
     kelas-kelas lanjutan yang akan kami buka pada tahun 2011 dan
     dapat Anda sesuaikan waktunya dengan rutinitas Anda sehari-hari.
     Kabar baiknya, banyak kelas lanjutan yang sudah lama tidak dibuka
     yang akan dilangsungkan pada tahun 2011 mendatang.

     Anda dapat melihat jadwal lengkap Kelas PESTA 2011 di alamat URL
     berikut ini.

     ==> http://pesta.org/kursus_2011

  3. Pembukaan Kelas Natal Periode November 2010

     Pendaftaran untuk kelas diskusi Natal November 2010 masih dibuka.
     Kelas Natal ini terbuka untuk umum, baik bagi alumni PESTA maupun
     yang belum pernah mengikuti kursus PESTA sebelumnya. Karena itu
     silakan segera menghubungi < kusuma(at)in-christ.net > untuk
     mendaftarkan diri.

     Dalam kelas diskusi Natal 2010 ini, peserta akan diajak untuk
     meneliti pokok-pokok penting seputar makna kelahiran Yesus
     Kristus. Biarlah perayaan Natal tahun ini boleh semakin berkesan
     karena Anda telah menemukan arti Natal yang sesungguhnya.

  4. Penerimaan Peserta Kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) Periode
     Januari/Februari 2011

     PESTA kembali membuka kelas diskusi Dasar-Dasar Iman Kristen
     (DIK) periode Januari/Februari 2011. Kelas ini ditujukan bagi
     para peserta yang baru pertama kali ini bergabung di kelas
     PESTA. Materi utama yang dipelajari dan didiskusikan adalah
     kejatuhan manusia, dosa, rencana keselamatan dan penebusan
     melalui Yesus Kristus, serta hidup baru dalam Kristus.

     Kami mengundang para pembaca yang belum pernah bergabung dalam
     PESTA agar segera mendaftarkan diri dengan mengirimkan e-mail ke:

     ==> < kusuma(at)in-christ.net >

     Untuk mendapatkan modul DIK, Anda dapat mengakses alamat URL
     berikut ini.

     ==> http://pesta.sabda.org/dik_sil
______________________________________________________________________
ARTIKEL

                      PRIORITAS YESUS UNTUK BERDOA

  Dalam Markus 1:35-39, kita melihat prioritas yang ditanamkan Yesus
  dalam hal berdoa. Setelah menjalani waktu yang melelahkan dengan
  menyembuhkan orang-orang yang sakit dan melepaskan orang yang
  kerasukan setan sampai larut malam, Yesus bangun pagi-pagi sekali,
  pada waktu hari masih gelap. Kemudian, Yesus pergi ke tempat yang
  sunyi dan berdoa di tempat tersebut. Saya percaya bahwa Yesus
  menggunakan waktu ini untuk memulihkan kekuatan rohani-Nya. Petrus
  pun menyela ketika Yesus sedang menikmati waktu saat teduh-Nya
  dengan mengungkapkan banyaknya tuntutan dari orang-orang yang masih
  membutuhkan pelayanan-Nya. Alih-alih merespons kebutuhan-kebutuhan
  yang mendesak ini, Tuhan Yesus justru mempertegas kembali tekad-Nya
  untuk menjangkau lebih jauh di kota-kota lainnya.

  Jika kita memerhatikan dengan lebih cermat dan teliti teks yang ada,
  kita dapat melihat bagaimana pergulatan batin yang terjadi di dalam
  kehidupan doa Tuhan kita.

  MENCARI TEMPAT YANG SUNYI UNTUK BERSEKUTU

    "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke
     luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana." (Markus
     1:35)

  Pernahkah Anda berpikir mengapa Yesus Kristus pun memerlukan saat
  teduh? Kita semua menyadari segala kelemahan dan dosa kita sendiri.
  Kebutuhan untuk disucikan dan diperbarui sering kali merupakan
  kebutuhan yang dirasakan oleh orang percaya yang sungguh-sungguh.
  Namun Alkitab menyatakan ketidakberdosaan Tuhan kita -- "Dia yang
  tidak mengenal dosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita, ...."
  (2 Korintus 5:21) Jadi, mengapa Yesus pergi ke luar, ke tempat yang
  sunyi saat murid-murid-Nya masih tertidur?

  Selama pelayanan-Nya di bumi, Tuhan Yesus memilih untuk membatasi
  penggunaan sifat-sifat ilahi-Nya. Yesus adalah Allah sejati, tetapi
  Dia memilih untuk bergantung kepada Bapa dan Roh Kudus yang berdiam
  dan bekerja melalui-Nya. Dia melakukan hal ini untuk memperlihatkan
  kepada kita bagaimana kita juga harus bergantung kepada Allah.
  Ketergantungan itu dapat terlihat dalam usaha Yesus mencari waktu
  menyendiri dengan Bapa-Nya. Istilah yang diterjemahkan menjadi
  "tempat yang sunyi" berarti "sebuah padang gurun yang tandus, tanah
  yang terabaikan, daerah yang tidak berpenghuni". Setelah mengalami
  interaksi-interaksi yang menguras emosi dengan menyembuhkan banyak
  orang timpang dan sakit pada malam sebelumnya, Kristus membutuhkan
  tempat yang sunyi agar persekutuan dengan Bapa-Nya berlangsung lebih
  efektif.

  Perjalanan iman mendorong-Nya untuk secara teratur datang kepada
  Allah Bapa untuk mendapatkan tuntunan khusus-Nya. Sebagai dampak
  dari waktu pribadi-Nya dengan Allah Bapa, Yesus mengarahkan ulang
  visi-Nya dari memenuhi kebutuhan yang ada di sekitarnya kepada
  suatu penjangkauan yang lebih luas.

  MENDENGARKAN PENGARAHAN ALLAH DI TENGAH BERBAGAI GANGGUAN

    "Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia
     mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah
     kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya
     di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah
     datang" (Markus 1:36-38).

  Kata menemukan dalam ayat 37 lebih baik diterjemahkan "mendapat apa
  yang diburu". Dapatkah Anda membayangkan betapa tidak mengenakkannya
  situasi ini? Petrus berpikir bahwa ia paling tahu bagaimana Kristus
  seharusnya meluangkan hari-Nya. Ia bahkan sampai perlu menyela waktu
  doa Yesus untuk memberikan nasihatnya. Kebutuhan yang diungkapkan
  Simon Petrus jelas merupakan suatu hal yang mendesak: "Semua orang
  mencari Engkau."

  Tidak ada seorang pun yang aktif dalam pelayanan (baik melayani
  penuh waktu atau sebagai sukarelawan) lepas dari berbagai
  kepentingan yang tarik-menarik. Berbagai kepentingan ini sering kali
  memang wajar dan terkadang ada orang-orang yang memohon agar
  kepentingan merekalah yang perlu segera ditangani. Namun, lihatlah
  apa yang dilakukan Yesus. Dia tidak khawatir bila dianggap sebagai
  seseorang yang tidak responsif terhadap kebutuhan-kebutuhan yang
  mendesak. Karena hanya memiliki sejumlah waktu dan energi yang
  terbatas, maka Dia menerima pengarahan dari Bapa-Nya untuk pergi ke
  tempat yang lain.

  Anda mungkin berpikir bahwa saat teduh Yesus telah membuat-Nya
  menjadi lebih peka terhadap orang-orang yang ada di situ
  bersama-Nya. Namun, jika kita hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhan
  yang tepat berada di hadapan kita, kita sedang mengabaikan perhatian
  Allah yang lebih luas, yakni untuk mereka yang terhilang.
  Persekutuan pribadi dengan Bapa-Nya mengarahkan Yesus kembali kepada
  maksud kedatangan-Nya ke dalam dunia: "... untuk mencari dan
  menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19:10)

  MENERAPKAN DALAM KEHiDUPAN NYATA

    "Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam
    rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan." (Markus 1:39)

  Begitu mudah kita melewatkan arti penting ayat terakhir dari bagian
  ini. Ayat ini tidak hanya mengulas kembali apa yang sudah dikatakan
  dalam ayat sebelumnya. Sama sekali bukan itu maksudnya! Ayat 39
  adalah hasil dari keseluruhan bagian ini.

  Yesus berhasil melakukan apa yang telah dikatakan-Nya akan Dia
  lakukan. Dia pergi ke rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil.

  Istilah memberitakan Injil akan digunakan berulang kali di
  halaman-halaman Perjanjian Baru berikutnya ketika para rasul
  meneladani pola Tuhan Yesus dalam memberitakan kabar baik dengan
  jangkauan wilayah yang makin meluas. Target pelayanan Yesus meluas
  hingga meliputi "seluruh Galilea". Kemudian, saat para murid
  mengikuti jejak-Nya, jangkauan wilayah itu bertambah luas "sampai ke
  ujung bumi" (Kisah Para Rasul 1:8).

  Penting untuk menerapkan apa yang kita peroleh dari waktu doa kita.
  Persekutuan yang bermakna bersama Kristus terjadi ketika kita
  mengikuti teladan-Nya (1 Petrus 2:21) dan kita menerapkan firman-Nya
  dalam kuasa Roh Kudus.

  Yesus berkata, "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya,
  dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa yang mengasihi Aku, ia
  akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan
  menyatakan diri-Ku kepadanya." (Yohanes 14:21) Jika kita menganggap
  saat teduh kita hanya sebagai oasis rohani sekali sehari, kita akan
  terperangkap dalam mengotak-kotakkan kehidupan rohani kita. Sejak
  dari taman Firdaus sampai saat ini, Allah selalu memiliki kerinduan
  untuk berjalan bersama umat-Nya dalam menapaki perjalanan hidup
  (Kejadian 3:8). Jadi, kita perlu menerapkan dengan nyata apa yang
  kita pelajari dalam saat teduh kita sepanjang hari.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul artikel: Prioritas Yesus Untuk Berdoa
  Judul buku: Memelihara Kedekatan Kita Dengan Allah
  Penulis: Dennis Fisher
  Penerbit: RBC Ministries
  Halaman: 16 -- 19
______________________________________________________________________
APRESIASI

  Segenap pengurus PESTA mengucapkan selamat ulang tahun kepada
  alumni PESTA yang berulang tahun pada bulan Oktober 2010 ini.
  Semoga kasih Allah selalu melimpah dan berkat-Nya selalu mengalir
  dalam pelayanan dan kehidupan Anda sekeluarga. Tuhan Yesus
  memberkati Anda.

  SELAMAT ULANG TAHUN!

  Harold J. Manoppo                     01 Oktober 1982
  Yuli                                  01 Oktober 1980
  Lenny Halim                           02 Oktober 1978
  Ayrin                                 03 Oktober 1968
  Tiniati                               06 Oktober 1958
  Andy Hardjono                         07 Oktober 1971
  Budi Setiawan                         09 Oktober 1975
  Tonny Panjaitan                       10 Oktober 1969
  Milka Liauw Len Nie                   13 Oktober 1973
  Josias Tatontos                       14 Oktober 1962
  Susanto Suthiana                      14 Oktober 1966
  Sutan Rahmat                          17 Oktober 1975
  Bintoro Anggara                       21 Oktober 1972
  Nugraha Pratama Adhi                  22 Oktober 1978
  Silvia Margaretta                     26 Oktober 1983
  Eddy Yonathan                         27 Oktober 1961
  Mual Situmeang                        27 Oktober 1961
  Oktavianus                            31 Oktober 1974

  Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk
        selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mazmur 107:1)
          < http://alkitab.sabda.org/?Mazmur 107:1 >
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

  Pengantar:
  Berikut ini adalah kesaksian para peserta kelas Pembentukan Rohani
  Kristen (PRK) yang kami buka tahun lalu. Mohon maaf karena  baru
  sekarang kami bisa memuatnya. Semoga menjadi berkat dan mendorong
  Anda untuk semakin bersemangat menjalani hidup Kristen yang
  bertumbuh.

           KESAKSIAN PESERTA KELAS PEMBENTUKAN ROHANI KRISTEN
                          Periode April/Mei 2009

  Belajar Mengampuni (Berliana)

  Sejak dulu saya sangat sulit mengampuni orang lain, tetapi melalui
  kelas PRK ini saya mendapat didikan, yaitu jika tidak mengampuni
  sama saja saya sedang menderita penyakit rohani. Saya mulai membuka
  diri untuk mengampuni walaupun masih perlahan untuk bisa mengampuni
  dan menerima orang lain apa adanya, seperti saya yang hina ini
  diterima oleh Tuhan.

  Jurnal Iman Pribadi (Eddy Rodianto)

  Saya berpikir mungkin cukup penting untuk memiliki jurnal iman
  pribadi yang berisi mengenai pertumbuhan atas iman saya.

  Sangat Diberkati (Elisda Limbong)

  Saya sangat diberkati dengan topik menjadi pelaku firman Tuhan dan
  takut menginjili. Saya memiliki kerinduan untuk melakukan firman
  Tuhan dengan menginjili orang-orang di sekeliling saya. Hal ini
  sering tidak saya lakukan karena takut ditolak. Dari diskusi ini,
  saya mendapat banyak pelajaran bagaimana cara menginjili. Selain
  itu, saya juga belajar mengenai disiplin dan rutinitas. Selama ini
  saya tidak menyadari bahwa saya hanya melakukan rutinitas saja,
  sehingga menimbulkan rasa kejenuhan. Ketika saya mengubah rutinitas
  itu menjadi disiplin, banyak hal yang didapati. Saya bangun pagi
  dengan tidak memerlukan alarm lagi, melainkan sudah bisa bangun pagi
  sendiri. Kedisiplinan membuat saya melakukan banyak hal.

  Berkat Melalui Kelas PRK (Feronica)

  Dengan mengikuti pelajaran kelas PRK ini, saya lebih mengerti arti
  pentingnya pertumbuhan rohani Kristen dengan melakukan disiplin
  rohani yang dapat dimulai dari pribadi, baik itu dengan membuat
  jurnal, solitude, dll.. Melalui pelajaran PRK, saya diperkaya dan
  diperlengkapi lebih lagi untuk mengatasi kejenuhan, baik di dalam
  pekerjaan dan pelayanan maupun dalam mendengar suara-Nya.

  Disiplin Rohani (Ikuten Barus)

  Disiplin rohani membantu saya mengetahui bidang-bidang yang harus
  ditekuni dan diperhatikan dalam hal kerohanian.

  Banyak Pelajaran Berharga (John Rombot)

  Melalui pelajaran PRK ini saya diingatkan kembali untuk mempertegas
  tujuan penciptaan manusia. Pertama, serupa dengan Tuhan dalam artian
  menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Kedua, mendisiplin kembali pola
  hidup kerohanian yang dikehendaki Tuhan. Ketiga, mempertahankan
  fokus keselamatan dengan waspada terhadap penyakit rohani. Keempat,
  menghargai dan menempatkan kasih karunia serta anugerah keselamatan
  sebagai karya Allah dalam motivasi untuk semakin terpaut kepada-Nya.

  Sangat Relevan (Joshua)

  Melalui PESTA khususnya dalam kelas PRK, saya banyak dikuatkan
  baik melalui setiap topik maupun jawaban dari teman-teman yang
  lain. Secara khusus saya bersyukur karena topik yang diberikan
  sangat relevan dengan masalah penginjilan yang memang seharusnya
  kita orang percaya wajib melakukannya.

  Menggugah Kerohanian (Lanita Cicilia)

  Diskusi yang begitu menggugah kerohanian saya adalah
  hambatan-hambatan yang biasa dialami oleh anak-anak Tuhan, terutama
  yang sudah masuk/ambil bagian dalam pelayanan. Salah satunya adalah
  kejenuhan rohani. Kejenuhan ini tidak terlihat secara fisik, tetapi
  sangat menghambat pertumbuhan rohani anak-anak Tuhan.

  Menjadi Dewasa Rohani (Lucia Indrawati)

  Saya lebih mengerti akan firman Tuhan dan ingin memperbaiki
  kehidupan rohani secara pribadi. Saya ingin menjadi dewasa rohani
  seperti yang Tuhan Yesus harapkan untuk bertumbuh dan berbuah lebat.

  Terjadinya "Burnout" (Luki F. Hardian)

  Pelajaran mengenai terjadinya "burnout" (kehabisan tenaga) pada
  orang-orang yang aktif dalam pelayanan menjadi satu masalah yang
  cukup pelik.

  Mulanya saya menyangka bahwa hal itu terjadi hanya dialami oleh
  orang-orang Kristen yang kurang beriman yang hanya mengandalkan
  kekuatannya sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan, memiliki motivasi
  yang salah dalam pelayanan, dan tidak sungguh-sungguh
  mendedikasikan hidupnya pada Tuhan. Padahal pendapat ini tidak
  sepenuhnya benar, bisa saja "burnout" juga dialami oleh orang yang
  beriman. Berarti ini juga bisa menyerang setiap orang yang aktif
  termasuk diri saya sendiri. Inilah yang perlu diperhatikan agar kita
  tidak sombong rohani.

  Sebelum mengalami "burnout", hal yang perlu kita perhatikan adalah
  mengendalikan ego dan memelihara kerendahan hati setiap saat. Ketika
  gejala "burnout" menghampiri, kita harus segera ingat ayat yang
  mengatakan, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang
  memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13).

  Mengikuti Kursus PRK (Maria Sianturi)

  Saat mengikuti PRK sebenarnya saya sempat sakit dan dirawat di rumah
  sakit selama beberapa hari. Tetapi karena saya tetap ingin dan rindu
  untuk selalu mengikuti pembahasan diskusi dari teman-teman, maka puji
  Tuhan walaupun saya sakit dapat menyelesaikan diskusi dengan baik.
  Hal itu dikarenakan materi dan pembahasan yang disediakan memberikan
  saya semangat dan kekuatan.

  Belajar Mengenal Tuhan (Martinez Meinardi)

  Melalui pelajaran ini, saya dapat mengetahui kekurangan-kekurangan
  yang ada dalam diri saya dan semakin berkomitmen untuk mengikut Dia
  serta memiliki kerinduan untuk belajar dan semakin mengenal Dia.

  Bersekutu dengan Allah (Mual Situmeang)

  Disiplin rohani memotivasi saya lebih giat lagi bersekutu dengan
  Allah.

  Semakin Banyak Belajar (Naomi Harmini)

  Melalui pelajaran ini, saya mengerti dan semakin berkomitmen untuk
  hidup seturut dengan kehendak Allah. Saya juga rindu untuk lebih
  banyak belajar agar semakin dibukakan mata rohani.

  Disiplin Rohani (Poedjo Soetrisno)

  Disiplin rohani perlu kita lakukan untuk mengatasi berbagai penyakit
  rohani yang mungkin timbul dalam perjalanan hidup ini. Sebab setan
  tidak senang bila kita diselamatkan dan ia berusaha menggagalkan
  karya penebusan Allah dengan berbagai macam cara. Memang keselamatan
  adalah anugerah Allah, tetapi dalam merespons anugerah Allah ini
  memerlukan disiplin rohani yang dapat melatih, menguatkan, dan
  membekali kita dengan perlengkapan senjata Allah, sehingga kita
  boleh bertumbuh semakin dewasa dalam iman sampai menyerupai Kristus.

  Terdorong Melaksanakan Pelayanan (Rudi Girsang)

  Dengan mengikuti kelas PESTA, saya seolah-olah mendapat tambahan
  tenaga baru untuk melaksanakan pelayanan yang ditugaskan kepada saya
  pribadi. Dan yang paling utama adalah saya dapat mengerti bahwa
  semakin sering kita mengikuti panggilan tersebut akan semakin sering
  kita terkena sindrom "burnout" (kehabisan tenaga) yang membuat saya
  merasa perlu belajar lebih giat lagi.

  Perbedaan Disiplin dan Rutinitas (Sebastian)

  Disiplin rohani berbeda dengan melakukan rutinitas. Perbedaan
  mendasarnya adalah ketika kita melakukan disiplin, hal itu bertujuan
  supaya kita dapat menjadi lebih baik/sempurna lagi. Sedangkan
  rutinitas hanya untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan
  tanpa tujuan berarti.

  Semakin Terpacu (Victor Prahara)

  Saya semakin terpacu untuk memuridkan orang lain setelah mengikuti
  setiap sesi diskusi kelas PRK ini.

  Mengubah Karakter (Yudha Tedianto)

  Kelas PRK mengubah karakter saya jauh lebih baik dari sebelumnya
  sehingga saya lebih mengerti pentingnya pertumbuhan rohani dalam
  setiap kehidupan orang percaya.
______________________________________________________________________
POKOK DOA

  Kemajuan pelayanan PESTA tidak lepas dari dukungan doa Anda. Karena
  itu, kami mengundang Anda untuk bersatu hati berdoa bagi kami dengan
  pokok-pokok doa berikut ini.

  1. Doakan agar peserta kelas Tafsiran Markus yang saat ini sedang
     melangsungkan diskusi dapat mengikutinya dengan lancar. Kiranya
     apa yang dipersaksikan oleh firman Tuhan melalui Markus dapat
     menjadi berkat rohani yang melimpah untuk para peserta.

  2. Doakan agar Tuhan memberkati rencana kelas-kelas PESTA yang
     telah disusun oleh tim PESTA untuk tahun 2011 nanti. Kami rindu
     melalui kelas-kelas ini jemaat Tuhan dibangun imannya, semakin
     aktif mengenal Tuhan, dan memberitakan firman-Nya.

  3. Berdoalah bagi para peserta kelas Natal November 2010 dan kelas
     Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) Januari/Februari 2011 yang telah
     mengambil komitmen untuk bergabung dalam kelas-kelas diskusi ini.
     Semoga Tuhan menolong mereka agar dapat menyelesaikan tugas
     tertulis yang diwajibkan kepada mereka.

  4. Berdoa juga untuk para moderator yang telah banyak menolong kami
     memimpin kelas-kelas diskusi. Tuhan akan menambahkan hikmat dan
     pengetahuan firman Tuhan sehingga mereka dapat memimpin dengan
     baik.

  5. Doakan juga kebutuhan penambahan staf tetap (staf penuh waktu)
     PESTA untuk bekerja di Solo. Kiranya Tuhan mengirimkan orang yang
     tepat untuk melayani bersama kami.

  Bagi Anda yang ingin mengirimkan pokok doa agar dapat didoakan oleh
  rekan-rekan yang lain, silakan kirimkan permohonan doa Anda kepada
  kepada Sekretaris PESTA di alamat: < kusuma(at)in-christ.net >
______________________________________________________________________
Kontak: < owner-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org >
Berlangganan via email: < subscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org >
Berhenti berlangganan < unsubscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org >
Arsip Berita PESTA: http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta
Situs PESTA: http://www.pesta.org
Facebook PESTA: http://fb.sabda.org/pesta
Twitter PESTA: http://twitter.com/sabdapesta
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Desi Rianto, Yulia, dan Anik
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright (c) 2010 Berita PESTA / YLSA -- http://www.ylsa.org
Katalog SABDA: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org