Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/40hari/33

Doa 40 Hari 2017 edisi 33 (18-6-2017)

Masyarakat Beja - Sudan

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- MINGGU, 18 JUNI 2017

MASYARAKAT BEJA - SUDAN

Dengan mengenakan jubah biru terang melilit tubuh dan kepalanya, dan dengan sebuah cincin emas melingkar menembus hidungnya, Amna duduk dan menatap bara api sambil memanggang biji kopi; getaran yang berulang menjadi irama yang menenangkan perasaannya.

Amna berusia 21 tahun dan tinggal di Daim al Arab, wilayah Beja yang miskin, Pelabuhan Sudan di pesisir Laut Merah. Ada sekitar 3 juta orang Beja yang tinggal di sepanjang dataran tersebut, mulai dari Mesir selatan ke dataran rendah Eritrea bagian barat. Amna tumbuh sebagai bagian dari kelompok nomaden, yang mengembara di lahan kering di sekitar Perbukitan Laut Merah.

Amna disunat pada usia lima tahun -- itu merupakan sebuah pengalaman traumatis yang menyakitkan, waktunya telah berlalu, tetapi tak kunjung sembuh. Dia sekarang sudah menikah, dikaruniai seorang putra, bernama Mohammad, tetapi suaminya, Hassan, harus melarikan diri dari Sudan -- kerusuhan politik telah menyebabkan kekerasan dan pindahnya orang-orang Beja. Dia masih terus menghadapi ancaman di Mesir dan melarikan diri dalam perjalanan yang berbahaya ke Eropa, tempat ia ditempatkan di sebuah pusat suaka yang pengap. Amna sesekali berbicara dengannya di telepon, tetapi suaminya dalam keadaan tertekan dan tidak memiliki uang untuk dikirim.

Dalam usahanya untuk mencari ketenangan batin, Amna mengikuti keyakinan campuran dari Islam tradisional, dengan jin dan roh-roh jahat yang selalu menyertainya. Dia merindukan kehidupan nomaden masa lalu dan makna bagi hidupnya, tetapi dia tidak dapat menemukan kedamaian yang didambakannya. Dia menikmati kopi manis yang kental, dan memandang ke arah jalan yang berdebu. Butiran air mata jatuh ke pipinya yang gelap kecokelatan, dan dengan lembut dia menyekanya dengan selendang. "Siapa yang akan membantu saya dan yang akan membebaskan saya?" demikian dia merenung. Anaknya bermain di tanah dalam gubuknya. Satu hari yang baru telah dimulai.

Mari kita berdoa:

  • - Jalur menuju ke orang Beja sulit dan sistem Islam tradisional yang mereka praktikkan mengurung mereka dalam ketakutan. Berdoa bagi orang percaya di Mesir, Sudan, dan Eritrea agar mereka menjangkau orang-orang ini dengan kabar baik dari Yesus dan dengan memberikan bantuan yang nyata.
  • - Supaya ada edisi lengkap Alkitab untuk masyarakat ini. Hingga 20 tahun yang lalu, bahasa masih belum tertulis, tetapi banyak bagian firman Tuhan telah diterjemahkan.
  • - Agar ada lebih banyak kesempatan untuk melayani dan mendukung masyarakat Beja, yang dapat dijumpai di antara kelompok-kelompok pengungsi di seluruh dunia.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org