Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/40hari/18 |
|
![]() |
|
Doa 40 Hari 2004 edisi 18 (22-10-2004)
|
|
Jumat, 22 Oktober 2004 PROPINSI MUGLA di BARAT DAYA TURKI ================================== Propinsi Mugla terletak di ujung Barat Daya Turki. Penduduknya sekitar 700.000 jiwa, dan luas propinsi itu kira-kira 13.500 km persegi. Di luar Turki, propinsi Mugla terkenal sekali dengan obyek- obyek turisnya di mana terdapat pantai-pantai berpasir, seperti Bodrum, Marmaris dan Fethiye, tetapi selain itu banyak kota lain di pesisir pantai pun makin menarik banyak wisatawan untuk berkunjung setiap tahun. Dibandingkan propinsi-propinsi lain di Turki, Mugla adalah propinsi yang paling banyak memiliki pantai berpasir. Berkat bisnis pariwisata, warga Turki yang tinggal di daerah ini relatif lebih bebas dalam menyatakan pendapat mereka, karena daerah ini tidak begitu disusupi oleh Islam dan masyarakat di sini lebih berpikir sekuler. Di sisi lain, patut disayangkan bahwa ada banyak turis Barat yang wanitanya berpakaian minim dan juga banyak prianya yang sering bermabuk-mabukan. Akibatnya, akan mudah sekali bagi warga Muslim untuk menyimpulkan bahwa semua orang Kristen juga tidak senonoh seperti itu juga. Hal ini menimbulkan citra buruk terhadap Injil dan mengenai gaya hidup orang Kristen pada umumnya (yang mereka kira sama saja). Itulah satu-satunya alasan mengapa penduduk Turki pada umumnya tidak pernah berpikir untuk beralih agama menjadi orang Kristen. Meskipun kebanyakan penduduk daerah ini tidak serius menjalankan agama Islam, 99 persen penduduk di sini menganggap dirinya Muslim. Tetapi konon dalam abad-abad pertama tarikh Masehi banyak penduduk daerah ini adalah orang Kristen (keturunan Yunani). Kota Knidos yang disebut dalam PB (Kisah 27:7) terletak di propinsi ini, sedangkan pulau Kos dan Rhodes (wilayah milik Yunani) (Kisah 21:1) berada di lepas pantai. Salah satu ciri khas daerah ini adalah bentuk cerobong asap rumahnya, yang masih terlihat di atap banyak rumah di sini. Dari atas, cerobong asap rumah itu terlihat bentuknya seperti salib. Tampaknya, bentuk yang unik itu dibuat oleh umat Kristiani yang dulu pernah bermukim di daerah ini. Menurut perkiraan, lebih kurang 50.000 jiwa tinggal di ibukota propinsi ini yang juga sama namanya, yaitu Mugla, dan yang terkenal sebagai pusat kota di masa lalu. Di situ terdapat sejumlah sekolah menengah dan sebuah universitas yang lumayan besar. Dibandingkan tempat-tempat resor pinggir pantai lainnya, hanya sedikit warga asing yang tinggal di kota ini. Hingga kini, hanya sedikit warga Kristen Turki yang tinggal di propinsi Mugla. Di sini ada suatu kebutuhan akan komunitas-komunitas Kristiani yang hidup menurut pola PB, sehingga orang-orang percaya dapat bersekutu satu dengan yang lainnya dan belajar lebih banyak tentang Frman Tuhan. Meskipun daerah propinsi itu tampaknya cukup terbuka dan bersikap toleran, sejumlah kecil warga yang berpindah agama menjadi orang Kristen mengalami tekanan cukup besar dari masyarakat serta sanak familinya. Kehidupan akan cukup menyulitkan bagi mereka, apalagi jika hendak mencari pekerjaan atau menikah dengan yang seiman. Topik-topik Doa --------------- * Berdoa agar Tuhan menolong penduduk asli propinsi Mugla untuk membedakan antara orang Kristen KTP dan yang sungguh-sungguh percaya. Wisatawan yang benar-benar orang yang percaya kepada Yesus pasti akan meninggalkan suatu kesan dan pengaruh yang positif pada kawasan ini. * Berdoa agar warga Kristen setempat akan terus bertambah, baik dalam jumlah maupun dalam kedewasaan rohaninya (diperlukan penatua- penatua jemaat). * Berdoa agar penduduk ibukota propinsi ini dan kota-kota lain di sekitarnya akan mulai "menemukan" Injil. Berdoa agar banyak mahasiswa dapat mulai dijangkau. * Berdoa bagi sejumlah kecil pekerja rohani yang sedang melakukan perintisan jemaat di sini. Berdoalah agar mereka terus mendapatkan dukungan doa untuk jangka panjang; juga mohonkan agar mereka diberi hikmat marifat dalam menjalankan tugasnya. Berdoalah agar Tuhan krimkan lebih banyak pekerja di ladang, terutama di kota Fethiye.
|
|
![]() |
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |