Musibah & Rencana Allah

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Beberapa waktu lalu, keluarga saya mengalami musibah kebakaran untuk ke dua kalinya. Tempat usaha/toko kakak saya empat orang semuanya terbakar. Banyak perhatian dan penghiburan yang diberikan oleh saudara seiman ataupun teman-teman. Saya juga terkait kebagian penghiburan. Beberapa teman gereja mengatakan 'semua itu adalah bagian dari rencana Tuhan', ada juga yang mengatakan 'Tuhan mempunyai rencana yang indah dalam musibah tersebut', 'ini adalah cobaanNya, Dia ingin melihat apakah kita tetap setia kepadaNya', dan banyak penghiburan yang setelah saya gabung dan pikir-pikir kog intinya seakan-akan Tuhanlah penyebab kecelakaan itu. Benarkah demikian?

Dari dulu saya tidak pernah mempercayai jika Tuhan merencanakan kecelakaan bagi orang yang percaya kepadaNya. Sebab Firman Tuhan mengatakan dengan jelas:

-Yeremia 29:11;
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN,
yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

- Yakobus 1:13;
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!"
Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.

Allah mempunyai misi yang agung bagi manusia. Allah mengasihi umatNya. Di dalam kisah Ayub, iblislah yang mempunyai ide untuk mencobai Ayub. Dan oleh karena ketaatannya, Ayub menerima kembali berkat-berkat yang dicuri iblis dari padanya. Dalam kasus kejatuhan Daud dalam dosa jinah, rupanya dia dicobai oleh keinginannya sendiri (Yak.1:14) dan tidak kuat sehingga dia membuahi keinginannya dengan jalan bersetubuh dengan isteri orang lain. Semua hal yang tidak baik, bukan dari ALlah.

Semua musibah atau penderitaan manusia, bukan Allah yang menghendaki. Dan yang terpenting, hendaknya kita waspada, bukannya musibah atau penderitaan yang harus kita perhatikan, tetapi "dosa" yang mendompleng pada musibah yang kita alami.
Dosa manusia berawal dari ketidak-taatan. Saat manusia berpaling dari Allah, saat kita menjauh dari Allah. Musibah atau apapun yang kita alami, bukan dari Allah. Di balik semua yang tidak enak yang kita alami di dunia ini ada bom dosa yang sudah dipasang iblis. Bom itu bisa kapan saja meledak tergantung kepada kita dalam menyiasatinya. Di dalam musibah, bencana, kegagalan, kekecewaan, penderitaan, kecelakaan, waspadalah bahwa kita bisa tersandung dalam dosa.

Dengan percaya kepada Allah, Allah memberikan kekuatan sehingga kita bisa menerima dan melangkah dengan tabah sehingga bisa berpikir dengan jernih dan tenang untuk rencana selanjutnya demi mempertahankan kebutuhan hidup, dan bisa menjauhi dosa. Tidak menjadi stress, atau ngawur mencari kambing hitam, musuh atau bahkan terlibat ke kejahatan yang semuanya itu bersumber pada dosa itu sendiri.

Kembali ke masalah musibah tadi, saya mendengar pada waktu musibah kebakaran pertama, ada beberapa orang yang gila karena kehilangan harta bendanya. Banyak juga yang stress atau menjadi sakit karenanya. Dan jikalau semua kakak saya tidak menjadi stress meskipun tidak mempunyai apa-apa, pasti bukan karena mereka bijaksana atau kuat, tetapi karena mereka percaya kepada Allah saja, sehingga mereka bisa melangkah.

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia,
sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
(Kis.Para Rasul 4:12)

Allah datang ke dunia karena Dia mengasihi dunia. Yesus rela merendahkan diri menjadi manusia karena kasihNya kepada manusia. Dan yang lebih penting adalah Dia rela menanggung dosa manusia, menghampakan diriNya yang kudus, kehilangan kemuliaan, demi membebaskan manusia dari kehidupan di dunia ini. Dan hanya satu yang Dia minta dari manusia sebagai balasan semuanya itu, yaitu percaya.

Jangan berpikir mengapa ada musibah, penderitaan, mengapa ada dukacita, mengapa semua itu terjadi, mengapa ada perang, mengapa ada korban, tetapi "Percaya saja!". Sehingga kita bisa terhindar dari jerat dosa dan Dia sendiri yang akan bekerja di dalam kehidupan kita, memulihkan setiap kerusakan, mengobati setiap luka dan menguatkan langkah kita.

Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (Filipi 1:6)

--
Salam,
naOmi