Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading


Selamat Datang,

Tidak hanya dari buku cetak, pada zaman teknologi saat ini, pelayan anak dapat memanfaatkan internet seluas-luasnya untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanannya. Oleh karena itu, silakan bergabung dalam situs PEPAK untuk mendapatkan ribuan bahan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda, sehingga pengajaran dan pelayanan Anda benar-benar menyentuh hati anak-anak layan yang Tuhan percayakan kepada Anda. Silakan masuk dalam kategori Guru-Pendidik. Berbagai metode dan cara mengajar pun dapat Anda temukan dalam situs PEPAK.
Selamat bergabung dan berjelajah di situs PEPAK.

Info Terbaru

  • Dapatkan kesaksian yang dapat membangun dan memperkuat iman Anda di dalam Kristus, dengan cara berlangganan publikasi KISAH (Kesaksian Cinta Kasih Allah). Caranya sangat mudah. Segera kirimkan email Anda ke < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org > atau ke < kisah(at)sabda.org >. Anda akan mendapatkan publikasi KISAH secara gratis melalui mailbox Anda setiap Rabu minggu pertama dan ketiga.

  • Bergabunglah menjadi penggemar Facebook e-JEMMi untuk mendapatkan informasi mengenai dunia pelayanan misi dan juga artikel-artikel yang terkait dengan pelayanan Amanat Agung. Tidak hanya mendapatkan informasi seputar dunia misi, di sini Anda juga dapat saling mendoakan dan meneguhkan dengan sesama orang percaya yang lain.

    Jangan tunda lagi, segeralah bergabung di:

    ==> http://fb.sabda.org/misi

  • Kembangkan wawasan dan kehidupan rohani Anda dengan bahan-bahan yang lengkap dan alkitabiah seputar dunia wanita dalam publikasi e-Wanita yang diterbitkan oleh Yayasan Lembaga SABDA.

  • Pelayanan literatur merupakan salah satu bidang pelayanan yang paling strategis untuk menyebarkan Injil Kristus. Seseorang yang terpanggil untuk melayani dalam bidang literatur perlu mengasah kemampuan menulisnya karena kemampuan tersebut tidak diperoleh secara instan. Diperlukan tekad, ketekunan, dan semangat untuk berlatih sehingga dapat menghasilkan karya terbaik untuk kemuliaan Kristus.

  • Jadikan Paskah tahun 2015 ini semakin berkesan di hati Anda dengan memaknainya secara benar. Yayasan Lembaga SABDA rindu menolong setiap orang percaya agar semakin memahami Paskah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Untuk itu, YLSA menghadirkan video Nubuat Paskah. Video ini akan sangat menolong Anda untuk melihat, merenungkan, dan meyakini bahwa Paskah telah dinubuatkan dari Perjanjian Lama dan telah digenapi di Perjanjian Baru. Sungguh, suatu karya besar Allah bagi kita, orang-orang yang dikasihi-Nya.

Mutiara Guru

  • Di dalam salah satu episode "Membangun Indonesia Baru", seorang sosiolog menyatakan bahwa untuk menegakkan supremasi hukum di Indonesia sangat sulit, sebab sudah melibatkan banyak institusi. Jadi, apakah mungkin pembaruan di segala bidang dapat dilaksanakan di Indonesia?

    Demikian pula situasi yang dihadapi Yosia. Rentetan aksi Yosia yang berjumlah lebih dari 17 mengungkapkan betapa bobroknya masyarakat Yehuda. Namun, Yosia bertekad bulat dan tidak gentar menentang arus. Hal ini terungkap ketika ia berani mengadakan pembersihan berbagai berhala, bukit pengorbanan, hingga membunuh imam-imam bukit pengorbanan, justru pada saat seluruh rakyat Yehuda sudah terjerumus ke dalam penyembahan berhala (2 Raja-raja 23:20). Ia tidak hanya memberikan instruksi, tetapi terlibat langsung dengan melakukan sendiri tindakan yang benar. Ia sendiri sebagai contoh hidup hasil pembaruan bagi rakyatnya. Ia mengumpulkan, membacakan, memberhentikan, merobohkan, menajiskan, memecahkan, menebang, hingga menyembelih. Pembaruan juga harus melanda seluruh lapisan masyarakat mulai dari pemimpin agama, pemimpin masyarakat, hingga rakyat jelata; mulai dari orang dewasa hingga anak-anak (2 Raja-raja 23:2). Ini berarti pembaruan tidak hanya dalam urusan kenegaraan, tetapi juga dalam kegiatan sehari-hari dalam masyarakat. Dan, yang paling penting adalah bahwa pembaruan harus dilandaskan firman Allah yang hidup.

    Renungkan: Pembaruan dapat dilaksanakan di bumi Indonesia asalkan gereja mau dan berani berperan secara langsung. Walaupun gereja, karena kedudukannya sebagai minoritas, bukanlah lembaga penggerak utama reformasi bangsa kita, tetapi gereja mempunyai firman hidup yang akan memampukannya untuk menjadi contoh hidup masyarakat yang sudah diperbarui. Oleh karena itu, gereja harus menyerukan kepada seluruh jemaatnya mulai dari anak-anak sekolah minggu, remaja, pemuda, dewasa, hingga manula, untuk menjadi contoh hidup bagi tingkah laku yang sudah diperbarui. Mulailah dari yang paling sederhana, yaitu membayar pajak sesuai undang-undang, menaati peraturan berlalu lintas, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan segala sumber alam seperti listrik, air, bensin, dan gas secara bijak. Kapan kita akan mulai, jika tidak sekarang?

    Diambil dan disunting seperlunya:

    Nama situs : SABDA.org
    Alamat URL : http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2000/07/17
    Penulis renungan : Tidak dicantumkan
    Tanggal akses : 15 Juni 2015
  • Secara tak sengaja, saya menemukan sebuah pohon tumbang yang bisa menjadi kayu api yang sangat baik untuk kompor besi dalam ruangan kami. Gergaji mesin saya memotongnya dengan rapi menjadi potongan-potongan kayu sekitar 45 cm. Akan tetapi, potongan-potongan kayu berdiameter 50 cm ini masih perlu dibelah. Oleh karena itu, saya mulai mengayunkan kapak. Tak ada yang terjadi -- kecuali mata kapak itu terjepit pada kayu. Kapak saya tajam, tetapi tidak cukup kuat untuk membelah kayu tersebut.

    Setelah frustrasi selama satu jam, saya mengemudikan mobil menuju toko besi dan membeli sebuah peralatan yang lebih besar dan berat bernama palu pembelah. Alat ini memiliki mata kapak pada satu sisinya dan mata untuk memalu pada sisi lainnya. Dengan alat yang benar, saya segera mendapatkan setumpuk kayu api belah yang baik dan kering untuk tahun berikutnya.

    Terkadang, saya berusaha melakukan pekerjaan Allah dengan menggunakan alat yang salah. Saya hebat dalam memberikan pendapat saya untuk menolong seseorang memecahkan masalah, tetapi sering kali tidak banyak yang terjadi sebelum saya mencari dan menerapkan kebenaran Allah pada situasi tersebut.

    Yeremia mengutuk nabi-nabi palsu di Israel karena mereka menggunakan apa yang salah -- kata-kata, mimpi, dan penglihatan mereka sendiri -- untuk memengaruhi dan menyesatkan rakyat (Yeremia 23:16, 25-27, 31-32).

    Marilah kita melakukan pekerjaan Tuhan dengan alat yang benar, yakni kuasa dan kekuatan dari firman Allah yang hidup.

    Diambil dan disunting seperlunya dari:

    Nama situs : Alkitab SABDA
    Alamat URL : alkitab.sabda.org/illustration.php?id=2051
    Penulis artikel : DCE
    Tanggal akses : 11 Mei 2015
  • Suatu kali, seorang guru Sekolah Minggu menegur Kevin, murid yang dikenal badung dan suka berbuat iseng di kelasnya. "Kevin, tidak boleh begitu! Tuhan Yesus tidak suka kalau Kevin begitu." Dengan enteng, Kevin menjawab, "Ah biarin, nanti Tuhan Yesusnya saya 'smack down'." Mendengar pernyataan muridnya tersebut, sang guru mendekat dan menasihatinya.

    Memang perlu diakui bahwa anak-anak lebih mudah mengikuti teladan tokoh atau acara tertentu di televisi dibandingkan cerita Alkitab, bahkan Tuhan Yesus sendiri. Mengapa? Karena Tuhan Yesus tidak terlihat, sedangkan televisi lebih nyata. Ini wajar karena salah satu pintu belajar seorang anak adalah penglihatan. Jadi, bagaimana caranya agar anak tersebut dapat belajar tentang Allah secara nyata? Orang tualah jawabannya. Orang tua harus mewujudkan dan menunjukkan contoh penerapan dari pengajaran mengenai Allah, dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah bukunya, Cornelius Plantinga Jr. mengatakan bahwa anak akan belajar mengenai Allah justru waktu ia melihat orang tuanya berdoa, menyebut nama Allah, menghindari dosa, dan memprioritaskan Allah dalam hidupnya.

    Kondisi zaman dan kemajuan teknologi memang dapat memberi pengaruh yang positif, tetapi sekaligus mendatangkan peringatan bagi orang tua kristiani. Setiap orang tua harus sungguh-sungguh mencondongkan hati kepada Allah dan hidup takut akan Allah. Supaya pengajaran mengenai Allah dapat ditangkap sepenuhnya oleh anak-anak ketika mereka melihat langsung cara hidup orang tuanya. Itulah artinya mengajarkan tentang Allah secara berulang-ulang kepada anak-anak.

    Diambil dan disunting dari:

    Nama situs : SABDA.org
    Alamat URL : http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2010/10/24
    Penulis artikel : RY
    Tanggal akses : 20 Februari 2015
  • Bagi sebagian besar anak, acara televisi, film, atau acara lainnya memang lebih menarik daripada SM. Jadi, jangan berharap acara sekolah minggu dapat bersaing dengan acara-acara televisi karena pasti akan kalah menarik. Namun, bukan tujuan guru SM untuk sekadar mengalahkan acara televisi karena kita tidak boleh menutup mata bahwa dalam beberapa aspek pendidikan, acara-acara tersebut juga penting bagi mereka. Tugas kitalah untuk memberi pengertian kepada mereka bahwa sekolah minggu memang bukan sekadar tempat hiburan dan bermain karena ibadah jelas bukan acara hiburan. Di SM, anak-anak bisa merasakan suasana ibadah/kebaktian yang mengisi rohani mereka.

    Jadi Semakin Menarik

    Acara SM akan menarik jika keseluruhan liturginya menarik dan disertai dengan sistem pembinaan yang terencana dengan baik. Dan, yang penting, kita harus tetap berusaha keras, bersabar, dan bertekun dalam pelayanan.

    Guru-guru SM wajib mengetahui detail liturgi dan acara yang dilaksanakan pada setiap Minggunya. Hal ini akan sangat membantu guru untuk bisa merencanakan acara dengan lebih baik. Kadang-kadang, pujian tidak dipersiapkan dengan baik, yang penting asal menyanyi saja. Pujian yang dipersiapkan dengan matang tidak kalah pentingnya dengan kebaktian. Selain mendukung cerita, pujian dapat memberikan pengajaran Kristen yang mudah diingat oleh anak-anak. Dalam keadaan takut, banyak persoalan, atau dalam keadaan sakit, sedih, dan duka, syair lagu pujian yang mereka kenal akan menjadi salah satu senjata rohani yang sangat ampuh. Garis besar liturgi anak SM biasanya sebagai berikut:

    • Pembukaan (Gerak badan dengan pujian)
    • Doa Pembukaan
    • Puji-Pujian
    • Persembahan
    • Pujian Persiapan Cerita/Firman
    • Penyampaian Firman (dengan alat bantu visual atau tidak)
    • Doa Firman
    • Pujian
    • Penutup

    Liturgi dan alur SM dikatakan berhasil jika dapat membuat suasana yang "bersemangat", menarik, dan terasa "akrab dan hidup". Dalam setiap kegiatan SM, guru harus mampu membawa anak mendalami/menghayati isi lagu dan firman Tuhan, dan membuat anak merasa "bertemu" dengan Allah.

    Diambil dan disunting seperlunya dari:

    Judul buku : 100 Senjata Pelayan Sekolah Minggu Asyik
    Judul bab : Senjata untuk Kelas SM
    Penulis : Igrea Siswanto
    Penerbit : Yayasan ANDI, Yogyakarta 2005
    Halaman : 11 -- 13
  • "Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal." 1 Petrus 1:23

    Ketika kita menyadari identitas kita sebagai anak Tuhan, kita tidak lagi diperhamba oleh apa yang berasal dari dunia dan Iblis. Sebelum kita diangkat menjadi anak oleh Tuhan, kita terkurung di bawah perbudakan. Beberapa mental budak: takut, malu, merasa tidak layak, dan perasaan yatim piatu.

    Iblis menaruh roh perbudakan ini di dalam orang yang tidak mengenali identitasnya sebagai anak-anak Bapa di surga. Namun, Yesus datang memerdekakan kita dari perbudakan itu. Dia mengangkat kita menjadi anak-anak kesayangan-Nya. Dia memberikan kita identitas yang baru, bukan lagi sebagai budak, melainkan sebagai ANAK.

    Banyak anak-anak TUHAN masih berkata, "Oh, apalah arti saya ini. Saya hanya cacing tanah. Saya hanya sampah dunia ini." Benar, jika kita hidup tanpa YESUS, tetapi jika kita sudah LAHIR BARU (Roma 10:9-10), bukan itu yang firman Tuhan katakan mengenai identitas diri kita. Firman Tuhan mengatakan kita adalah ciptaan yang baru.

    Di dalam kita ada Roh yang sama yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati (Roma 8:11) dan Roh yang ada di dalam kita adalah Roh yang jauh lebih kuat daripada semua roh yang ada di dunia ini (1 Yohanes 4:4). Di dalam Kristus, Saudara dan saya memiliki kuasa untuk mengusir roh jahat, menginjak kalajengking, membangkitkan orang mati, dan menyembuhkan orang sakit. Inilah identitas kita yang baru di dalam Kristus.

    Diambil dan disunting seperlunya dari:

    Nama situs : Proud to Shine
    Alamat URL : http://proudtoshine.com/2014/wordpress/?p=1957
    Penulis artikel : Tidak dicantumkan
    Tanggal akses : 24 Juni 2014
  • Bacaan: 1 Samuel 2:11-26

    Keluarga adalah salah satu lembaga yang didirikan Tuhan di dunia ini, maka seharusnya keluarga itu memuliakan Tuhan. Lalu, bagaimana seharusnya orang tua mengarahkan anak-anaknya agar hidup takut akan Tuhan?

    Dalam bacaan hari ini, kita membandingkan dua keluarga, yaitu keluarga Imam Eli dan keluarga Hana. Eli adalah imam yang berhasil memerintah sebagai hakim di Israel selama empat puluh tahun (1 Samuel 4:18). Ia menurunkan jabatannya kepada kedua anaknya, yakni Hofni dan Pinehas. Namun, ia tidak mampu mempersiapkan kerohanian mereka untuk hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Dengan status sebagai imam, kedua anak itu disebut sebagai orang-orang dursila yang tidak menghormati Tuhan, bahkan memandang rendah korban untuk Tuhan. Mereka begitu tamak dan rakus sehingga lemak yang seharusnya merupakan kurban untuk Tuhan pun dijarah (12-17). Hal memalukan lainnya adalah moral mereka yang begitu rendah (22). Imam Eli sendiri tidak memiliki ketegasan dalam mendidik anak-anaknya. Ini terlihat dari sikapnya yang hanya memberi nasihat, tanpa adanya tindakan untuk mendisiplin mereka. Padahal, anak-anaknya begitu keji di hadapan Tuhan. Maka, Tuhan mengeraskan hati anak-anaknya dan akan membinasakan mereka (23-25).

    Bagaimana dengan keluarga Hana? Hana beriman kepada Tuhan. Ia menggantungkan hidup dan harapannya sepenuhnya kepada Tuhan. Setelah Samuel anaknya diserahkan ke rumah Tuhan, setiap tahun ibunya membuat baju efod baginya dari kain linen (18-19). Keluarga Elkana pun makin diberkati Tuhan (20-21). Kehidupan Samuel juga terlihat kontras bila dibandingkan dengan anak-anak Eli. Samuel kecil semakin disukai, baik oleh Tuhan maupun manusia (26).

    Belajar dari kedua keluarga di atas, bangunlah keluarga kita di atas kebenaran firman Tuhan. Bila Anda adalah orang tua, didiklah anak-anak Anda untuk menghormati Tuhan. Dan, jangan lupa untuk menegur dan mendisiplin anak-anak Anda bila mereka menyimpang dari jalan kebenaran.

    Diambil dan disunting dari:

    Nama situs : SABDA.org
    Alamat URL : http://sabda.org
    Penulis : Tidak dicantumkan
    Tanggal akses : 5 Juni 2014
  • Nas: Aku adalah ... Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya. (Wahyu 1:17,18)

    Bacaan: Lukas 24:1-12

    Para murid dan pengikut mula-mula Tuhan kita menegaskan dengan penuh semangat dan dengan sepenuh hati bahwa Yesus dari Nazaret adalah Juru Selamat yang hidup, bukan guru atau filsuf yang mati karena membela ajaran-Nya. Mereka memegang kebenaran ini sedemikian kuat sehingga rela menderita siksaan dan rela mati daripada meninggalkan keyakinan itu.

    Kabar yang mengejutkan ini semakin menguatkan pelayanan mereka sehingga kesaksian mereka "mengacaukan seluruh dunia" (Kisah Para Rasul 17:6). Hal itu masih berlaku sampai sekarang: Roh Kudus menghargai kesaksian mereka yang menyatakan bahwa Yesus telah bangkit. Kesaksian mereka yang utama bukanlah tentang hukum moral, ritual keagamaan, atau pengakuan iman secara teologis (suatu hal yang baik jikalau mereka memiliki semua itu), melainkan tentang Allah yang menjelma menjadi manusia, satu-satunya yang dapat menyelamatkan. Pada zaman ini, ketika kemurnian iman telah mati dan banyak terjadi kemurtadan rohani, kita seharusnya melihat hanya kepada Dia yang "hidup untuk selamanya" (Wahyu 1:18).

    Seorang profesor yang sombong dan tidak saleh berkata kepada seorang anak kecil yang percaya kepada Tuhan Yesus, "Gadis kecilku, kamu tidak tahu kepada siapa kamu percaya. Ada banyak kristus di dunia ini. Kristus mana yang kamu percayai?" "Saya tahu siapa yang saya percayai," sahut anak itu. "Saya percaya kepada Kristus yang bangkit dari antara orang mati!"

    Yesus hidup (Lukas 24:1-12). Hidup kekal Anda bergantung pada kenyataan ini.

    Diambil dan disunting seperlunya dari:

    Nama situs : Alkitab SABDA
    Alamat URL : http://alkitab.sabda.org
    Penulis : Henry Bosch
    Tanggal akses : 24 Januari 2014
  • Selama berlangsungnya perang di Kosovo pada tahun 1999, tiga tentara Amerika ditangkap dan disandera selama lebih dari satu bulan. Setelah dilakukan negosiasi yang menegangkan, didapatlah suatu kesepakatan dan tawanan pun dibebaskan.

    Roy Lloyd adalah seorang utusan yang menjamin pembebasan ketiga tentara itu. Ia melaporkan, "Ketiga tentara muda itu sangat religius. Salah seorang dari mereka, Christopher Stone, tidak bersedia pergi sebelum diizinkan menemui tentara yang menjaganya selama ia ditawan, dan berdoa untuknya."

    Tentara muda tersebut memahami prinsip-prinsip yang diajarkan Yesus. Ia bisa saja marah terhadap keadaan yang dialaminya dan membenci orang yang menangkapnya. Ia bisa saja memenuhi hatinya dengan kebencian dan dendam. Ia bisa saja terbakar oleh api kemarahan karena segala kesulitan yang dialaminya. Namun dengan menaati perintah Yesus (Matius 5:44) serta teladan Paulus dan Silas di Filipi (Kisah Para Rasul 16:25-34), ia mengampuni orang yang menawannya bahkan melayaninya.

    Di dunia ini, balas dendam merupakan hal yang wajar. Namun orang-orang percaya dipanggil untuk melakukan hal yang berbeda. Kita harus berdoa untuk orang-orang yang menganiaya kita, mengampuni mereka, dan melayani mereka.

    Prinsip-prinsip Yesus memang merupakan suatu tantangan bagi para pengikut-Nya, namun dengan pertolongan Roh Kudus yang hidup di dalam kita, kita dapat memilih untuk memiliki hati yang mau mengampuni.

    Diambil dan disunting dari:

    Nama situs : Alkitab SABDA
    Alamat URL : http://alkitab.sabda.org/
    Penulis : DCE
    Tanggal akses : 18 Oktober 2013

Warnet Pena

  • Di mana Anda dapat menemukan renungan Paskah terbaik? Tentu saja dalam Alkitab! Kami mengajak Anda untuk mengenal lebih dalam tentang Paskah di Alkitab melalui situs Paskah.co. Situs ini akan menjadi salah satu referensi berharga bagi Anda untuk mendapatkan sumber-sumber bahan Paskah terbaik di internet. Meskipun banyak sumber bahan Paskah, mulai...

  • Wikipedia sudah dikenal oleh mereka yang aktif dalam dunia internet sebagai tempat untuk menyebarkan dan memperoleh informasi umum mengenai sebuah topik. Salah satu halaman yang ada dalam Wikipedia Indonesia adalah tentang Sekolah Minggu. Sayangnya, halaman ini belum memiliki banyak informasi. Saat ini, sudah ada informasi mengenai Sejarah, Dasar-Dasar Pelayanan Sekolah Minggu...

  • Anak-anak yang dilayani dalam gereja pada zaman ini adalah generasi "digital native". Mereka lahir pada era digital media dan berinteraksi dengan peralatan digital. Mau tidak mau, gereja dan para pelayan anak harus memaksa diri untuk belajar, mengetahui, memanfaatkan, dan mengaplikasikan penggunaan digital media dalam pengajaran di sekolah minggu. Jika tidak, metode mengajar...

  • Perkembangan teknologi paling cepat diserap oleh anak-anak muda, termasuk juga anak-anak yang masih berusia dini. Salah satu teknologi yang akrab dengan mereka adalah teknologi ponsel. Mungkin sudah sangat jarang kita menemukan anak-anak yang tidak memiliki ponsel mereka sendiri. Hal yang perlu dikhawatirkan oleh orang dewasa, termasuk kita para pelayan anak, adalah apa yang...

  • Seorang pendidik Kristen, khususnya guru agama Kristen atau guru sekolah minggu, harus memiliki perlengkapan yang memadai untuk mempelajari firman Tuhan. Kepentingannya adalah untuk menjaga pengajaran kita tetap berdasar pada kebenaran Alkitab. Salah satu sumber bahan untuk mendalami firman Tuhan adalah buku-buku tafsiran Alkitab. Yayasan Lembaga SABDA menyediakan berbagai...

  • Situs Gudang Buku Kristen, yang disingkat GUBUK, diluncurkan oleh Yayasan Lembaga SABDA dengan visi: Mendorong orang Kristen untuk menghargai dan mau memanfaatkan buku-buku Kristen demi mencapai kedewasaan iman dan pertumbuhan kehidupan kekristenan yang lebih baik. Salah satu bagian dalam GUBUK ini adalah halaman Pelayanan Anak. Dalam halaman tersebut, pengunjung bisa...

  • Pelayan anak Indonesia patut bersyukur karena saat ini, sudah mulai banyak situs yang secara khusus menyajikan bahan-bahan seputar pelayanan anak. Salah satunya adalah situs Sekolah Minggu Ceria. Situs ini dibuat khusus untuk para pelayan sekolah minggu agar mereka dapat menggunakan atau membagikan gambar-gambar dan tautan-tautan (links) yang diperlukan untuk mengajar anak-anak...

  • Natal tidak hanya dirayakan di gereja, di rumah, atau di persekutuan. Saat ini, Anda bisa merayakannya dengan banyak orang dari berbagai tempat, tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan relasi Anda dengan saudara-saudari seiman akan semakin luas. Kini, Anda bisa merayakan Natal di dunia maya, yaitu Facebook Natal. Melalui Facebook ini, Anda bisa berbagi pengalaman seputar Natal...

  • Natal tidak hanya dirayakan di gereja, di rumah, atau di persekutuan. Saat ini, Anda bisa merayakannya dengan banyak orang dari berbagai tempat, tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan relasi Anda dengan saudara-saudari seiman akan semakin luas. Kini, Anda bisa merayakan Natal di dunia maya, yaitu Facebook Natal. Melalui Facebook ini, Anda bisa berbagi pengalaman seputar Natal...

  • WARNET PENA: THE SUNDAY SCHOOL PAGE

    The Sunday School Page adalah situs sekolah minggu berbahasa Inggris, nonprofit, dan tidak dinaungi oleh gereja atau denominasi tertentu. Situs ini berisi banyak bahan pelayanan sekolah minggu, dan bahan-bahan tersebut disediakan oleh Thomas J. Cook Columbus. Bahan-bahan dalam situs ini boleh digunakan oleh siapa saja, tetapi harus...