Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereTokoh Misi / Tokoh Misi

Tokoh Misi


Biografi Edmund Schlink (1903-1984)

Edmund Schlink adalah putra dari professor Wilhelm Schlink dan istrinya, Ella Schlink. Edmund dilahirkan pada 6 Maret 1903 di kota Darmstadt. Saudari Edmund, Klara Schlink (1904-2001) yang juga dikenal sebagai "Suster Basilea", adalah pendiri dari Masyarakat Biarawati Maria.

RICHARD DAN SABINA WURMBRAND

Richard Wurmbrand (24 Maret 1909 -- 17 Februari 2001)

Sabina (Oster) Wurmbrand (10 Juli 1913 -- 11 Agustus 2000)

GEORGE LISLE (1750 -- 1820): MISIONARIS ASING BAPTIS PERTAMA DARI AMERIKA

George Lisle (kadang-kadang dieja Leile) adalah seorang Afrika-Amerika yang menjadi misionaris luar negeri pertama dari Gereja Baptis Amerika, dan mungkin, pendeta Baptis pertama yang membawa Injil ke negara asing. Lisle lahir sebagai budak sekitar tahun 1750 di Virginia. Dia dibebaskan oleh pemiliknya, seorang diaken Baptis bernama Henry Sharpe, supaya memberitakan Injil.

Olaudah Equiano (1745 -- 1797)

Isobel Kuhn

The Cambridge Seven

Raymond Lull

Raymond terbangun dari tidurnya dengan rasa sakit di perutnya dan rasa takut yang luar biasa. Jantungnya berdegup sangat kencang sebab hari itu adalah hari pelayarannya menuju pantai Utara Benua Afrika. Dari jendela kapal yang terbuka, Raymond memandang penduduk Kota Genoa.

Fletcher Brockman

Kerinduan untuk melihat para pemuda unggul melibatkan diri dalam Gerakan Relawan Mahasiswa serta mendedikasikan hidup mereka bagi pelayanan misi luar negeri menggelora ketika metode dan ideologi beberapa orang dari antara mereka menjadi terkenal.

Sadhu Sundar Singh: Misionaris dengan Kaki yang Berdarah

Pada 3 September tahun 1889, di sebelah Utara India, seorang anak laki-laki lahir dalam sebuah keluarga beragama Sikh. Keluarga Sundar sungguh menyenangkan, mereka memiliki rumah yang bagus dan makanan yang banyak, tidak seperti tetangga-tetangga mereka. Ibu Sundar bergelar "Sikh Bakhta", yaitu seorang yang dianggap suci dalam agama Sikh. Ibunyalah yang menolong Sundar untuk menghafal isi kitab suci agama mereka yang bernama Gita.

Sundar berusaha untuk menjadi seorang Sikh yang saleh. Karena itu, ia juga mempelajari buku-buku agama lain. Agama Sikh mengizinkan penganutnya untuk meminjam buku-buku dari agama lain, sehingga Sundar juga membaca buku agama Hindu dan Islam, ia juga mempelajari Yoga. Namun, semuanya itu tidak dapat memuaskan keinginannya dalam mengetahui kebenaran.

Las Casas

Zaman Penjelajahan yang dimulai pada akhir abad ke-15 membuka sebuah era baru misi luar negeri bagi Gereja Katolik Roma. Dunia Baru dilihat sebagai lahan ekspansi yang potensial, sehingga baik Paus maupun para pemimpin politik menggebu-gebu dalam melakukan bagian mereka untuk membawa dunia baru tersebut ke bawah kekuasaan Katolik. Ratu Isabella, yang tanpa henti memburu penganut bidah Protestan di Spanyol, menganggap penginjilan kepada orang-orang Indian sebagai pembenaran yang paling utama bagi ekspansi kolonial; dan ia bersikeras bahwa para pendeta dan biarawan harus menjadi bagian dari pendatang pertama yang menetap di Dunia Baru. Golongan Fransiskus dan Dominian (dan nantinya golongan Jesuit) dengan antusias menerima tantangan ini dan dalam hitungan dekade, ajaran Katolik telah menjadi kekuatan yang permanen dan berpengaruh. Kecepatan perkembangan ini dianggap sebagai sesuatu yang fenomenal dalam kekristenan. Pada tahun 1529, seorang misionaris golongan Fransiskus di Meksiko menulis tentang pertobatan massal yang hampir mustahil untuk dicatat: "Kami membaptis begitu banyak orang. Saya tidak bisa memberikan perkiraan yang akurat tentang jumlahnya di sebuah provinsi di Meksiko. Sering kali kami membaptis 14.000 orang dalam satu hari, kadang-kadang 10.000 orang, dan kadang-kadang 8.000 orang."