Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereKonseling / Sukacita Modal Utama Awet Muda dan Hidup Sehat

Sukacita Modal Utama Awet Muda dan Hidup Sehat


Penulis : Manati I. Zega, S.Th

Kemelut dan krisis multidimensi yang melanda negeri ini, sangat berpengaruh dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam penampilannya. Ada sebagian orang yang tidak mampu lagi memelihara dan menjaga kesehatannya sehingga kelihatan tua lebih dini di usia yang masih muda. Hal ini memang dapat dipahami karena beban hidup yang semakin berat dan persoalan hidup yang semakin bergelombang. Kompleksitas problem kehidupan membuat penampilan seseorang tidak lagi awet muda, karena dibebani dengan stress yang tiada hentinya dari hari ke hari.

Sesungguhnya hidup sehat dan awet muda merupakan kerinduan setiap orang. Orang yang usianya telah lanjut, rindu agar penampilannya seperti di saat masih muda. Karena itu untuk memenuhi keinginan tersebut; ada usaha-usaha yang dilakukan ke arah itu, misalnya, menjalani operasi plastik. Wajah yang sudah keriput, dipercantik atau dibuat kelihatan lebih muda melalui beberapa usaha. Dewasa ini banyak usaha yang dilakukan dan terus dikembangkan.

Di masyarakat, kita sering menyaksikan orang yang sudah berusia 50 tahun, tetapi ketika orang lain menilai nampaknya baru berusia 25 tahun atau paling kuat 30 tahun. Lalu orang mulai berkomentar, wah dia sungguh awet muda. Sebaliknya, ada orang yang baru berusia 35 tahun atau 40 tahun; tetapi orang lain menduga telah berusia 60 tahun. Hal ini tentunya menarik untuk diselidiki. Mengapakah demikian ?

Melalui artikel ini, saya berusaha untuk membahasnya. Apakah yang dimaksud dengan awet muda dan bagaimana mendapatkannya ? Dalam "Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern" karangan Muhammad Ali terbitan Pustaka AMANI Jakarta mendefinisikan hal ini. Awet muda adalah "suatu keadaan yang tahan lama dan kelihatannya tetap muda, meskipun usia telah menjadi tua.

Sebagai contoh, Titiek Puspa, penyanyi kondang Indonesia serba bisa kelihatan masih muda walaupun usia sebenarnya sudah tua. Sekarang timbul pertanyaan, apakah itu yang dimaksud awet muda? Awet muda memang hal yang menarik untuk dibicarakan, karena semua orang pasti mengingininya. Oleh sebab itu banyak orang yang bergegas untuk dapat meraihnya. Ada orang yang memakan ramuan tradisional, misalnya jamu untuk mencapai keinginan agar tetap awet muda. Tujuannya adalah agar penampilan fisiknya tetap seperti ketika masih muda. Fisik yang menarik dan tubuh yang sehat merupakan keinginan dari setiap insan. Hal ini sesuai pula dengan semboyan olah raga "Mensana In Corporesano" yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Hampir di setiap toko dijual krim yang mencegah kulit jadi keriput. Ada juga salon kecantikan yang menjadikan perawatan muka dengan masker. Bagi yang rambutnya telah beruban, semir yang menghitamkan rambut dijual di toko-toko. Tujuan final dari semuanya ini adalah agar awet muda dan kelihatan lebih muda beberapa tahun.

Pada umumnya persepsi orang tentang awet muda hanya sebatas penampilan fisik semata-mata. Wajah yang tidak keriput, bodi yang tetap tegar dan meyakinkaan; lalu disebut awet muda. Bahkan ada orang yang takut menjadi tua atau disebut tua. Saya pernah mempunyai pengalaman menarik dengan orang semacam itu. Walau fisiknya sudah tua dan bongkok, namun dia minta dipanggil nonik, suatu panggil untuk anak-anak atau remaja.

Dalam perkembangannya, ada sebagian wanita yang melahirkan anaknya tidak melalui "pintu alami" yang diciptakan oleh Tuhan, tetapi melalui perut dalam suatu proses operasi. Kalau ditanya mengapa berbuat demikian? Jawabnya agar tetap cantik, ayu, dan satu lagi agar tetap awet muda.

Ada juga orang yang berpendapat, kita harus tetap awet muda untuk menghindari kemungkinan suami atau istri berselingkuh dengan orang lain. Fakta membuktikan bahwa banyak pasangan suami istri yang bercerai melihat pasangannya tidak lagi seperti ketika masih muda dahulu. Karena itu, penampilan fisik tetap dipelihara agar menarik. Bahkan ada usaha yang dilakukan dengan memesan obat-obatan tertentu dengan harga yang sangat mahal, agar penampilan fisiknya tetap awet muda. Yang perlu diperhatikan disini adalah, apakah awet muda itu hanya sebatas penampilan fisik? Kalau definisinya demikian, maka cakupan pengertian awet muda itu sangatlah sempit.

Karena orang pada umumnya membatasi pengertian awet muda tersebut hanya sebatas penampilan fisik, akibatnya terlalu mengasihani diri dengan tujuan menjaga kesehatan. Tentang pokok ini, pakar kesehatan S.D Gunatilaka, LSM dan S. Winstedt, M.B; Ch. B mengatakan demikian : "We can be healthy and make the most of life by forming good habits and practising the law of health."

Menurut pendapat dari pakar di atas, dengan membentuk kebiasaan yang baik dan mempraktekkan hukum-hukum kesehatan; maka orang tersebut sehat sehingga akibatnya tetap awet muda dalam penampilan fisik yang dapat dilihat oleh orang lain. Apakah pengertiannya demikian?

Menurut pemahaman saya, pengertian awet muda sebagaimana disebutkan di atas amatlah sempit. Tidak mungkin dikatakan awet muda kalau hanya meliputi penampilan lahiriah. Untuk lebih memperjelas pengertian ini, kita akan melihat melalui pengertian yang terdapat di dalam Alkitab sebab Alkitab adalah kebenaran sejati yang dapat diyakini seutuhnya. Alkitab adalah Firman Allah yang tidak mungkin salah sebab diilhami (theopneustos, bhs Yunani) oleh Allah.

Awet muda yang dimaksud oleh Alkitab bukanlah hanya sebatas penampilan fisik, melainkan dalam pengertian yang jauh lebih luas. Maksudnya, penampilan fisik dan juga semangat hidup, semangat melayani, loyalitas serta keadaan seperti ketika masih muda. Dalam hal ini, usia tidak bisa dijadikan standar penilaian bagi seseorang yang awet muda. Dalam kenyataan sehari-hari, kita bisa menyaksikan ada orang yang usianya sudah tua, tetapi semangat pelayanannya sangat tinggi. Ini juga dapat dikatakan sebagai awet muda. John Sung, sangat terkenal sebagai orang yang memiliki semangat pelayanan yang sangat tinggi dan berkobar-kobar bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Dengan semangat pelayanannya yang membara; dedikasinya yang layak dicontoh oleh generasi berikutnya, John Sung digelari sebagai "Obor Allah di Asia". Dia tidak kenal lelah dalam pelayanannya; meskipun dalam keadaan sakit, tetap melayani. Inilah yang disebut dengan awet muda. Rev. Dr. Billy Graham terkenal sebagai penginjil dunia yang berkualitas dan bergengsi dalam skala dunia internasional. Dalam usianya yang tua sekarang, beliau masih memiliki semangat seperti ketika masih muda. Api pelayanannya tidak pernah pudar ditelan usia yang semakin tua. Inilah contoh awet muda yang saya maksudkan. Awet muda bukanlah hanya penampilan lahiriah, itu namanya awet muda yang hanya separuh-separuh, tetapi yang dimaksud adalah secara menyeluruh.

Alkitab memberikan resep mujarab dan tidak dapat dibeli di toko atau supermarket manapun. Banyak sarjana sekuler yang non teologi menyetujui resep tersebut. Bahkan dunia kedokteran pun sangat mendukung kualitas resep dimaksud. Resep itu adalah SUKACITA. Di dalam Alkitab, Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama mencatat 150 kata tersebut. Kata tersebut adalah SUKACITA. Kata yang masih serumpun dengannya adalah SUKARIA dicatat sebanyak 24 kali. Tentunya merupakan hal yang serius dan patut mendapat perhatian dari kita semua. Dalam bahasa Ibrani, sukacita diterjemahkan "simkha"; berasal dari kata kerja "sameakh". Pengertian dari kata ini adalah kegembiraan yang berlimpah yang bisa dilihat secara lahiriah oleh seorang yang berada di sekitar kita. Juga berarti, kegembiraan yang keluar dalam hati seseorang sebagaimana di saat-saat sukar dan tidak mungkin bergembira. Sedangkan dalam Perjanjian Baru sukacita menggunakan kata Yunani "khara", berasal dari kata kerja "khara". Kata lain yang masih mempunyai arti yang sama adalah "agalliasis" yang berarti sukacita yang besar, yang tak tertahankan lagi, sukacita yang meluap setiap saat dan tidak dipengaruhi oleh kondisi buruk yang ada di sekitarnya. Maksudnya, apapun yang terjadi tetap bersukacita, sekalipun pada saat yang tidak mendukung dan menguntungkan secara pribadi.

Rev. DR. Billy Graham dalam bukunya "Roh Kudus", mengutip pendapat uskup "Stephen Neil" yang menyatakan demikian : "sebab orang-orang Kristen mula-mula adalah orang yang penuh SUKACITA, karena itu dapat menaklukkan dunia". Mereka mampu untuk melalui masa-masa sukar, masa- masa krisis, masa-masa yang tidak menyenangkan sebab mereka tetap di dalam sukacita.

Dewasa ini, masyarakat Indonesia masih dalam krisis multidimensi. Krisis ekonomi, krisis moneter, krisis kepercayaan kepada pemerintah, krisis moral, krisis sosial, krisis etika dan bahkan yang lebih mengerikan lagi krisis iman di kalangan orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Sebagian orang sudah tidak meyakini kemahakuasaan Tuhan. Mereka berpikir Tuhan juga sedang mengalami "krisis" sehingga tidak mampu lagi menolong umatNya. Benarkah demikian? Tentunya pendapat ini salah, sebab Allah tidak terimbas oleh krisis. TanganNya telah berpengalaman untuk menolong dan memberkati umat-Nya. Sekalipun keadaan di luar mengerikan dan sepertinya tidak ada lagi yang mampu menolong, namun perhatikan hal ini baik-baik, bagi anak-anak Tuhan tersedia jalur khusus untuk menolong dan memberkati mereka yang berharap dan menantikan pertolonganNya. Bagaimana dengan Anda? Tetaplah bersukacita sekalipun kesukaran datang menghimpit dan menindih kehidupan Anda.

Mungkinkah Tetap Bersukacita?

Pertanyaan yang biasa dilontarkan adalah "bagaimana saya bisa bersukaciita, sementara saya sedang berada dalam keadaan krisis yang amat sukar?" Alkitab mengajarkan walaupun dalam keadaan sukar tetaplah bersukacita. Apa mungkin? Ya, mungkin. Sebab Allah itu sumber sukacita. Kalau kita meninjau dalam Alkitab, kita akan menemukan tokoh-tokoh yang tetap bersukacita sekalipun hidup di tengah situasi krisis yang sangat menekan kehidupan mereka. Sebagai contoh adalah Paulus. Paulus adalah tokoh yang tidak terimbas dengan krisis sekalipun dirinya hidup di tengah situasi yang sangat krisis. Dia terkenal sebagai pribadi yang tetap bersukacita dalam penderitaannya. Surat Filipi ditulisnya ketika sedang berada dalam penjara. Menurut logika manusia, penjara bukanlah tempat yang layak untuk bersukacita, tetapi dalam surat yang ditulisnya Paulus justru tetap bersukacita. Situasi penjara yang tidak menguntungkan bukanlah alasan baginya untuk tidak mengungkapkan sukacitanya. Surat Filipi sebagai bukti otentik dari pernyataan ini. Karena itu, surat Filipi sangat terkenal dengan tema sentral "sukacita". Dengan demikian, kesukaran dan penderitaan hidup bukanlah hal yang asing baginya, ia tidak pernah mempersalahkan Allah tetapi Alkitab menyaksikan bahwa Paulus tetap bersukacita. Bahkan suatu kali bersama dengan rekannya Silas, di dalam penjara mereka tetap bersukacita, mereka bernyanyi dan memuliakan Allah yang mereka percayai.

Mengapa Aku Tidak Dapat Bersukacita?

Sukacita bersumber dari Allah. Allah adalah sumber sukacita sejati. Sukacita hanya didapatkan di dalamNya. Ini berarti, bahwa sukacita mampu diraih oleh seseorang apabila dia dekat dengan Tuhan. Pemazmur menyaksikan bahwa hanya dekat Allah saja ada ketenangan abadi yang tidak didapatkan di dunia ini (Mazmur 62-63). Seorang tokoh yang terkenal dalam dunia EXACTA bernama PASCAL, dia terkenal dengan teori gas yang pernah ditemukannya dengan formulasi F1 = F2. Pascal berkata : "Di dalam hati manusia ada titik yang kosong yang tidak bisa diisi oleh siapapun juga kecuali hanya oleh Penciptanya." Pendapat ini dapat dikatakan Alkitabiah sebab manusia adalah ciptaan Allah, maka sebagai ciptaan dia harus berhubungan dengan Penciptanya; kalau tidak ada dia akan merasakan kehampaan dan kekosongan jiwa di dalam hidup ini. Hal tersebut sangat sesuai dengan yang dikatakan oleh Pemazmur di atas. Terjawablah pertanyaan di atas, bahwa seseorang tidak dapat bersukacita sebab tidak dekat dengan Allah. Dunia ini tidak dapat memberikan sukacita, sukacita hanya dapat diberikan oleh oknum illahi, yang dapat ditemukan dalam pribadi Tuhan kita Yesus Kristus.

Sukacita Analisis Kedokteran

"Sukacita adalah resep paling mujarab agar dapat awet muda" demikianlah tutur Dr. Ellyana Dewi yang pernah saya wawancarai beberapa tahun lalu. Menurutnya, sukacita melebihi obat semahal apapun dalam mencapai awet muda. Dengan bersukacita berarti mengurangi ketegangan-ketegangan psikologis yang dialami oleh seseorang. Dia masih mampu tersenyum ketika beban hidup menindih kehidupannya. Dia masih mampu memikirkan hal-hal positif di saat-saat yang negatif mengelilingi kehidupannya. Menurut Ilmu Kesehatan, ketegangan psikologis menyebabkan wajah seseorang kelihatan lebih tua, sekalipun usianya masih muda. Tidak ada keceriaan yang terpancar dari kehidupannya. Membiarkan diri terhanyut dalam suasana kemurungan sangat mempengaruhi penampilan seseorang. Wajah yang sebelumnya mulus sekarang mulai keriput, akibatnya kelihatan lebih tua di usia yang masih muda. Tetapi sebaliknya, orang yang selalu bersukacita, selalu riang, selalu tenang menghadapi kenyataan hidup ini sekalipun hal itu sukar baginya. Mengapa? Sebab dia tidak membiarkan tekanan-tekanan menguasai seluruh kehidupannya. Dengan sukacita yang melimpah-limpah, maka masalah yang berat sekalipun nampaknya kecil, sebab dia masih mampu memikirkan jalan keluarnya. Karena itu, di dalam ilmu Kedokteran seseorang yang menderita tekanan yang luar biasa; biasanya dokter menghadapinya dengan situasi santai sehingga menyebabkan pasien tidak tegang bahkan berusaha membuat si pasien tertawa. Tujuannya agar tidak terjadi ketegangan psikologis. Menurut Dr. Ellyana Dewi, sangat tepatlah kata Firman Allah yang tertulis dalam Alkitab. Lebih lanjut tuturnya, resep ini tidak dijual dimana-mana kecuali seseorang datang kepada Tuhan Yesus. Dalam situasi sukar pun tetaplah bersukacita. Diabad ini, ketegangan dan krisis yang semakin sukar akan melanda seluruh umat manusia. Mengapa? Karena memasuki abad XXI, tantangan dan beban kehidupan semakin berat. Hanya orang-orang yang tetap hidup dalam sukacita akan mengalami awet muda dalam pengertian yang luas. Memasuki abad yang menegangkan ini, penyair D. Zawawi Imron berpendapat, "orang tidak perlu banyak duit untuk merasakan betapa indahnya hidup ini. Kalau kita berpikir dengan sungguh-sungguh dan menghayati hidup ini secara mendalam, menyaksikan seekor katak yang meloncat ke dalam airpun sudah mendatangkan rasa sukacita yang luar biasa."

Analisa Para Pakar Alkitab

Dr. Billy Graham dalam buku yang sama, menegaskan bahwa "sukacita adalah karakter illahi yang memampukan anak-anak Tuhan melewati masa- masa sukar." Lebih lanjut dikatakannya, sukacita membuat kita tetap dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani sehingga serta merta awet muda pun mengikutinya. Ketika kesehatan seseorang mulai stabil; maka ia akan mampu melakukan apa saja yang dikehendakinya. Meskipun usia lanjut, tetapi mampu melakukan perkara-perkara kekal. Inilah yang dimaksud dengan awet muda dalam pengertian yang luas. Luis Palau, dalam majalah "Christianity Today" mengatakan bahwa sukacita yang membuatnya bersemangat di dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Beliau mampu melewati masa-masa yang mengerikan dalam penginjilan/Kebaktian Kebangunan Rohani karena tetap bersukacita di dalam Tuhan yang telah memanggilnya untuk melayani. Lebih lanjut dikatakannya, "sukacita resep mujarab supaya tetap awet muda." Sukacita yang dari Allah keluar dari dalam hati seseorang dan hal tersebut merupakan obat yang paling efektif agar tetap awet muda. Ide ini sangat didukung oleh ayat-ayat Firman Tuhan. Salah satu ayat yang berbicara tentang ayat ini dicatat oleh kitab Amsal. "Hati yang gembira (sukacita) adalah obat." Lalu dari ayat ini muncullah satu pujian yang sangat indah. "Hati yang gembira adalah obat, seperti obat hati yang senang, tapi semangat yang patah keringkan tulang, hati yang gembira Tuhan senang." Bagaimana dengan Anda? Tetaplah bersukacita di dalam Tuhan.

Hubungan Awet Muda Dengan Umur Panjang.

Pada pembahasan di atas dikatakan bahwa awet muda di era krisis versi teologis didapatkan melalui sukacita. Sukacita memungkinkan seseorang tetap dalam kondisi tubuh yang sehat. Berarti, orang yang tetap sehat memiliki kemungkinan yang besar untuk memperoleh umur panjang. Tidak logis kalau seseorang yang sakit-sakitan beroleh umur panjang karena setiap saat maut siap menantinya. Kalaupun mendapatkan umur panjang itu hanya karena mukjizat Tuhan. Jika dipertimbangkan dengan seksama, sangat kecil kemungkinan bagi orang yang sakit-sakitan untuk mendapatkan umur panjang. Sebaliknya, seseorang yang awet muda selalu bergembira karena punya kesempatan emas meraih umur panjang. Dalam hal, kita tidak boleh melupakan bahwa umur manusia berada di tangan sang Pencipta, tetapi minimal orang yang awet muda berpeluang besar untuk mencapai umur panjang yang Allah berikan bagi anak-anakNya. Dari keseluruhan uraian di atas, secara psikologis, medis/kedokteran, ide teologis tentang awet muda diperoleh hanya melalui sukacita. Sangatlah tepat bagi kita sekarang untuk tetap bersukacita di zaman yang menegangkan dan multi krisis ini. Setuju? Tetaplah bersukacita di dalam Tuhan karena kita percaya dan berharap kepada Allah yang tidak terimbas dengan krisis apapun juga.

Artikel pernah dimuat di majalah BAHANA November 2005.

Tinggalkan Komentar