Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereKesaksian / Petualangan iman

Petualangan iman


Oleh: Hendra Kasenda

Simon yang berusia pertengahan sedang kacau pikirannya karena perusahan yang dipimpinnya akan dilebur jadi satru dengan tiga perusahan lain. Ini berakibat dirinya terancam di PHK dan juga rekan-rekannya yang lain. Kekuatiran Simon diungkapkan dalam sebuah talk show di sebuah radio di Jakarta. Tak lama kemudian ketika line telpon dibuka untuk interaksi pendengar banyak sekali dukungan untuk Simon. Mereka juga sharing bahwa dulu mereka juga mengalami PHK namun Tuhan buka jalan sehingga mereka bisa mendapatkan pekerjaan lagi. Ada pula beberapa single parent yang bercerita betapa sulitnya ketika ditinggal suami tercinta. Tapi berbekal tekad dan doa mereka berhasil mandiri dengan usaha sendiri apakah itu katering, menjahit, bahkan mengajar les. Ternyata Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNYA.

Apa yang dialami oleh Simon dan banyak orang lain merupakan suatu jalan berliku yang harus ditempuh dalam kehidupan. Saya memberi nama untuk itu PETUALANGAN IMAN. Setiap kita memiliki petualangan iman masing-masing. Tapi itu semua tidaklah melebihi kekuatan kita. Setiap beban yang kita tanggung menurut Alkitab tidak akan melebihi dari kemampuan kita. Lagipula Allah yang mengijinkan beban itu tahu berapa kekuatan dan kemampuan kita untuk menanggungnya. Tak percuma Ia menyandang gelar Bapa, karena seorang bapak yang baik pasti tahu seberapa besar kekuatan masing-masing anaknya.

Karena perbedaan visi saya meninggalkan sebuah sekolah swasta dimana saya mengabdi selama dua tahun disana. Ini membuat saya terpukul karena tidak ada pekerjaan dan ancaman kelaparan ditengah-tengah ibukota yang permai mengancam di depan mata. Dengan tekad bulat saya berangkat ke sebuah bukit doa di puncak. Tekadnya cuma satu, Tuhan buka jalan disaat sedang krisis ini. Disana saya berdoa dengan sungguh-sungguh. Meskipun doanya masih kalah dibandingkan doa orang-orang Korea yang begitu semangat dan sungguh-sungguh datang berdoa ke sana, tapi sebulan kemudian saya sudah mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik di sebuah kantor penerbitan majalah.

Setengah tahun disana saya sudah menduduki jabatan puncak. Sayang lepas satu setengah tahun kemudian, saya berbeda pandangan dengan pemimpin redaksinya. Saya memilih mundur, meski belum ada pekerjaan. Saat itu saya baru menikah dan memiliki seorang putri berusia enam bulan. Suatu hal yang sangat berat. Untunglah saya masih punya kerjaan sampingan di terang dunia.

Enam bulan lamanya saya hidup pas-pasan. Siang malam saya berdoa memohon Tuhan memberikan pekerjaan yang lebih bagus lagi. Akhirnya kesempatan itu pun datang. Manakalah saya dipanggil interview di sebuah perusahan bukan karena jasa siapa-siapa tapi murni berkat Tuhan. Sampai hari ini saya bekerja disana. Tuhan memberikan suatu tempat yang luar biasa dengan gaji yang berlipat-lipat dari tempat yang dulu. Bagi saya inilah sebagian petualangan iman.

Untuk ukuran kesembuhan, saya pernah mengalami suatu kesembuhan yang luar biasa. Saat masih sekolah di sekolah Alkitab Cianjur dibawah pimpinan Pdt JE Awondatu saya menderita sakit tipus. Sebagian besar siswa disana juga mengalami hal yang sama. Banyak yang dirawat di rumah sakit, sementara yang tidak mampu tergeletak begitu saja di tempat tidur. Setelah lewat dua hari menderita panas tinggi dan dingin menggigil, akhirnya saya ambil gitar dan mulai menyanyi. Tak berapa lama kemudian sebuah aliran listrik mengalir dahsyat diatas kepala sampai ke ujung kaki. Airmata yang deras mengalir memenuhi pipi saya. Usai memuji Tuhan saya merasakan kesembuhan yang sempurna.

Bulan Maret ditengah isu flu burung anak saya menderita flu dengan panas tinggi. Tapi dengan mengajaknya berdoa dia disembuhkan. Meski panasnya dating lagi selang sehari kemudian tapi dengan doa sakitnya itu hilang hingga sekarang. Tidak ada dokter yang dipanggil, tidak ada obat yang diminum. Bagi saya Yesus lah si penyembuh sejati. Dan terlebih bagi saya inilah petualangan iman yang sejati.

Bulan April 2006, saya mulai mengajak beberapa tetangga yang bukan Kristen untuk beribadah bersama. Mereka rata-rata pengusaha mikro di bidangnya. Gampang saja bagi saya berbicara segala macam teori yang saya terima dari bangku kuliah dan sekolah alkitab, tapi menurut saya itu tidak sesuai konteks dengan kondisi mereka. Mereka butuh bukti dan bukan hanya perkataan omong kosong belaka. Dilain pihak saya juga mulai mendirikan majalah terangdunia yang semi bisnis. Tidak ada modal sama sekali. Yang ada hanya modal iman, doa, dan relasi yang baik dengan semua Tders serta beberapa kenalan. Akhir bulan ini saya harus membayar tagihan dari percetakan untuk ongkos cetak majalah. Hari-hari ini saya berdoa Tuhan berikan jalan keluar untuk itu, supaya saya bisa bersaksi ke banyak orang bahwa Engkau juga ALLAH untuk setiap bisnis mereka. Bahwa Engkaulah TUHAN yang berkuasa atas bumi, dan usaha mereka. Dengan demikian mereka tidak perlu lagi lari ke Gunung-gunung, tempat ibadah lain dan roh-roh serta dewa-dewa, melainkan lari ke gunung SION, ke tempat kediaman TUHAN YESUS KRISTUS.

Bagi saya inilah petualangan iman. Dan saya masih berharap ini berlanjut sampai saya ke surga. Jika anda mau bergabung dengan saya, tekunilah petualangan iman anda sendiri. Berdoalah untuk saya. Seperti saya juga berdoa untuk anda. Bagi anda yang ingin mencari pekerjaan, yang ingin berganti pekerjaan, ingin mulai berbisnis, dll hadapilah itu dengan iman. Saya rindu menyatakan kepada anda di akhir bulan ini setelah Tuhan menjawab saya untuk majalah terangdunia, bahwa DIAlah ALLAH yang menyediakan segala yang kita butuhkan. Namun toh meskipun DIA tidak buka jalan di akhir bulan ini untuk saya, saya tetap yakin DIA tetap ALLAH yang luar biasa yang menyertai dan memberkati umatNya. Amin.

Sudahkah anda menekuni petualangan iman anda sendiri? Semoga anda tidak menjadi lemah saat mengalami petualangan dilembah yang kelam. Karena sebetulnya TUHAN adalah GEMBALA AGUNG yang menyertai kita dilembah kekelaman.

Tinggalkan Komentar