Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereKepemimpinan

Kepemimpinan


Berbuat Adil

Oleh: SMT Gultom

Judul ini perlu direnungkan secara mendalam oleh setiap insan Indonesia, terlebih karena estafet kepemimpinan bangsa baru saja berlangsung, baik legislatif maupun ekesekutif. Rakyat berharap melalui pergantian kepemimpinan ini, akan terjadi perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya berkenaan dengan kehidupan ekonomi yang adil dan yang lebih baik sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan dan penderitaan rakyat.Harapan ini bisa terwujud kalau para pemimpin bangsa dan seluruh komponen masyarakat berlaku adil.

Pesan ini juga pernah disampaikan oleh nabi Musa kepada Yosua di tengah-tengah kehidupan sejarah umat pilihan Tuhan, yakni Israel, tatkala tongkat estafet kepemimpinan segera akan beralih dari Musa kepada Yosua, maka Musa berpesan bahwa jika mereka tiba di Tanah Perjanjian, menetap di sana dan membangun kehidupan di segala bidang maka nilai-nilai keadilan harus diberlakukan dan menjadi warna yang melekat kuat serta mencolok di tengah-tengah kehidupan mereka. Pesan itu tepatnya berbunyi demikian :"Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang benar" (Ulangan 16:19).

Being Led by the Holy Spirit

Penulis : DR. David Yonggi Cho

Salah satu hal terpenting di dalam pelayanan bukanlah membuat rencana dengan pimpinan Roh Kudus. Meskipun berkali-kali kita merasa perlu untuk memulai suatu rencana atau proyek yang baru, tetapi kita harus menunggu sampai Roh Kudus memimpin kita. Kita harus mengikuti pimpinan Roh Kudus. Apabila Roh Kudus menggerakkan kita untuk melakukan suatu hal tertentu, maka kita harus meninggalkan rencana kita dan mematuhiNya dengan segera.

Busuk

Penulis : Timur Citra Sari

BUKAN main! Rasanya belum pernah sesuatu yang berlabel busuk mendapat liputan dan pembahasan yang sangat luas, seperti yang tengah terjadi di negeri kita belakangan ini. Mungkin karena label busuk kali ini tidak disandang oleh telur, atau pepaya, atau daging, melainkan oleh manusia. Mungkin juga karena mengenali kebusukan manusia tidak semudah mengenali kebusukan telur, pepaya, atau daging.

Leadership

Artikel-artikel tentang dunia kepemimpinan Kristen, tantangan, masalah, pembinaan pemimpin Kristen dll

Komunitas Kerajaan dan Jejaring Kepemimpinan Organisme

Penulis : Irnawan Silitonga

1. Pendahuluan.
1.1 Latar Belakang dan Motivasi Penulisan.

Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata : Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata : Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak[ Matius 16:2-3 ]. Dalam setiap zaman, Tuhan memberikan tanda-tanda yang hanya dapat dilihat oleh mata yang tercelik. Dalam ayat-ayat di atas kita lihat bahwa para pemimpin agama di zaman Yesus, gagal melihat tanda-tanda di zamannya. Kegagalan inilah yang merupakan salah satu sebab mereka menolak Yesus sebagai Mesias.

Saya Pemimpin? Apa Iya Sih?

Penulis : Eka Darmaputera

Bila untuk memenuhi kriteria sebagai pemimpin, seseorang harus kapabel sekaligus fleksibel; pemberani sekaligus hati-hati; tegas sekaligus bijak; berpandangan jauh ke depan sekaligus teguh berpijak di kekinian; dan "sekaligus-sekaligus" yang lainnya lagi; maka, wah, di mana kita dapat menemukan manusia sesempurna itu?

Indonesia Minim Jiwa Kepemimpinan

Kurangnya jiwa kepemimpinan menyebabkan krisis ekonomi masih terasa di Indonesia. Selama enam tahun ini, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, dan negara lain di kawasan Asia. Negara-negara tersebut sudah mampu keluar dari krisis dan menata ekonominya untuk menyambut permainan globalisasi dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Penyebab kemajuan mereka, menurut Charlo Mamora, Managing Partner Transforma, karena adanya dukungan dari perusahaan-perusahaan yang dapat menyikapi krisis tersebut dengan arif. Demikian dilaporkan harian Media Indonesia.

Kepemimpinan Rohani dan Kepemimpinan Sekuler

Penulis : Irnawan Silitonga

I. Pendahuluan
Hitler, Karl Marx, Paulus dan Watchman Nee adalah pemimpin-pemimpin. Mereka semua mempunyai pengikut. Perbedaan diantara mereka adalah sebagian disebut pemimpin rohani, sebagian lagi pemimpin sekuler. Apa sebenarnya perbedaan pemimpin rohani dan pemimpin sekuler. Prinsip-prinsip apa yang membedakan keduanya. Banyak buku-buku mengenai kepemimpinan nampaknya tidak membedakan prinsip-prinsip rohani dan sekuler. Dalam tulisan yang singkat ini akan diuraikan prinsip-prinsip yang menjadikan seseorang disebut pemimpin rohani atau pemimpin sekuler.

Tinggalkan Komentar